Jangan Sembarangan Buang Pembalut, Benarkah Darah Haid Bisa Jadi Makanan Jin?

Jul 30, 2021 14:03
Ilustrasi jin makan darah haid (Islam populer)
Ilustrasi jin makan darah haid (Islam populer)

MALANGTIMES - Dalam Islam, wanita yang mengalami haid atau menstruasi menandakan jika perempuan tersebut telah baligh. Namun ketika seorang wanita mengalami haid, terdapat adab-adab tertentu dalam membersihkan darah haid. Wanita yang mengalami haid, tidak bisa sembarang dalam membuang pembalut haidnya disembarang tempat.

Dari channel Islam Populer, dijelaskan jika dalam kitab Ad Dimaa' Ath Thabiyyah  Li'an Nisaa disebutkan, jika haid secara bahasa berarti mengalirnya sesuatu. Sedangkan secara syar'i, adalah darah yang keluar dari rahim seorang wanita secara alami pada waktu tertentu. Haid ini merupakan proses biologis yang dialami oleh setiap wanita. Hari ini terjadi karena perubahan fisiologis dalam tubuh, yakni keluarnya darah dari rahim karena lepasnya lapisan endometrium.

Menurut ulama madzhab Hanafi, sejak seorang anak mengalami haid, berarti sudah diwajibkan menjalankan semua perintah agama, seperti halnya salat maupun puasa. Namun wanita yang mengalami haid dianggap tidak suci. 

Allah SWT berfirman, "Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), tentang haid. Katakanlah 'haid itu adalah suatu kotoran'. Hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita (istri) di waktu haid dan janganlah mendekati mereka sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, campurilah mereka itu di tempat yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Sesungguhnya, Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang menyucikan diri" (QS Al Baqarah 222).

Wanita yang tengah haid, memang diharamkan untuk melakukan salat. Sebab, mereka dalam keadaan tidak suci. Dari Abu Sa'id, Rasulullah SAW bersabda. "Bukankah bila si wanita haid ia tidak sholat dan tidak pula puasa ? itulah kekurangan agama si wanita," (HR Bukhari dan Muslim). 

Selama haid, seorang wanita juga diharamkan untuk menyentuh Al-Qur'an.
Rasulullah SAW bersabda, "Tidak Boleh menyentuh Al-Qur'an, kecuali engkau dalam keadaan suci"(HR Al Hakim).

Setiap perempuan, memiliki siklus haid yang berbeda. Darah haid yang keluar pun juga berbeda, ada yang banyak ataupun hanya bercak. Setiap masa haid akan datang, setiap wanita tentunya menyiapkan pembalut. Pemakaian pembalut saat haid sendiri juga dijelaskan dalam sebuah riwayat. Ummu Salamah bertanya kepada Rasulullah SAW tentang perempuan yang mengeluarkan darah. 

Rasulullah bersabda, "Hendaklah ia melihat hitungan dan malam ketika ia mengalami darah haid. Juga hitungan dalam satu bulan (jika sudah tiba), maka hendaklah ia meninggalkan salat, kemudian bermandikan, lalu berbalutlah kemaluannya dan salatlah".

Dimasa Rasulullah SAW, perempuan yang tengah mengalami haid mengenakan pembalut yang terbuat dari sebuah kain bernama Izaar. Kain ini menutupi bagian tubuh dari pusar kebawah. Dari Aisyiah RA, "apabila dari salah seseorang diantara kami sedang haid, Rasulullah memerintahkan untuk memakai kain izaar (kain bawahan menutupi bagian tubuh dari pusar ke bawah)" (HR Muslim).

Kain yang digunakan sebagai pembalut pada zaman Rasulullah, dapat menyerap darah haid dengan banyak dan dapat dicuci. Beda dengan pembalut saat ini yang terbuat dari kapas dan hanya sekali pakai. Meskipun tidak terdapat dalil yang mengharuskan wanita mencuci pembalut sebelum dibuang, namun hal tersebut lantas bagi wanita untuk dengan mudah membuangnya di sembarang tempat.

Lalu benarkah jin memakan darah haid perempuan pada pembalut yang di buang sembaranga ?.

Dalam beberapa hadits menyebutkan, jika makanan jin termasuk yang najis. Darah haid sendiri merupakan termasuk hal yang najis. Rasulullah pernah memberikan dakwah kepada sekelompok jin. Lalu mereka meminta bekal makanan. Rasulullah bersabda, "Kalian memiliki bahan makanan, di setiap tulang hewannya yang disembelih dengan menyebut nama Allah, maka ketika kalian pegang, akan menjadi penuh daging. Sementara kotoran hewan akan menjadi makanan binatang kalian (jin)" (HR Muslim).

Meskipun tidak terdapat riwayat maupun keterangan yang mengatakan jika darah haid merupakan makanan jin, namun tentunya akan terasa kurang nyaman dan akan menganggu jika membuang pembalut dengan darah yang masih menempel. Terlebih lagi membuang pembalut tersebut secara sembarangan. Hal ini tentunya mencerminkan hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, dimana kebersihan juga sebagian dari iman.

Dan untuk diketahui juga, Jin ternyata juga mengkonsumsi makanan yang dimakan oleh manusia. Dari Abu Hurairah RA, bahwa beliau pernah ditugasi untuk menjaga makanan zakat fitrah. Kemudian selama 3 malam, ada jin yang mencuri makanan itu, hingga ditangkap Abu Hurairah. Dan jin itu dibebaskan setelah ia mengajarkan ayat kursi agar dibaca sebelum tidur". (HR Bukhari). 

Topik
darah haidHaidadab membersihkan pembalut haidketurunan tionghoaRasulullah SAW
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru