Diinisiasi Ibu-Ibu PKK, Warga Usir Pageblug dengan Mengarak Tumpeng dan Arang Keliling Kampung

Jul 30, 2021 11:58
Suasana pembacaan doa bersama usai mengarak tumpeng dan arang yang diberi garam krosok di tengah jalan kampung dengan lesehan, Kamis (29/7/2021) tengah malam. (Foro: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Suasana pembacaan doa bersama usai mengarak tumpeng dan arang yang diberi garam krosok di tengah jalan kampung dengan lesehan, Kamis (29/7/2021) tengah malam. (Foro: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Berbagai macam cara untuk menghadapi pageblug pandemi Covid-19 terus dilakukan oleh masyarakat di Kota Malang. Mulai dari syukuran sedekah bumi, tirakatan hingga mengarak tumpeng dan arang yang dicampur dengan garam krosok atau non yodium. 

Sebagai salah satu ikhtiar mengusir pageblug pandemi Covid-19, ibu-ibu Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga) RT. 04/RW. 04, Kelurahan Lowokwaru, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menginisiasi acara mengarak tumpeng dan arang dicampur garam keliling kampung di wilayah RT. 03 dan RT. 04. 

Ketua TP PKK RT. 04/RW. 04 Listiana Andjarini mengatakan bahwa acara mengarak tumpeng dan membakar arang dengan ditaburi garam krosok merupakan ritual orang-orang zaman dahulu yang diteruskan saat ini. 

"Ini adalah ritual orang-orang tua kita zaman dahulu ketika menghadapi wabah dengan diiringi pembacaan Shalawat Burdah sebagai doa tolak bala," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (29/6/2021) tengah malam. 

Perempuan yang akrab disapa Lilis ini pun juga menuturkan bahwa pelaksanaan mengarak tumpeng dan arang tersebut dilaksanakan pada hari Kamis (28/7/2021) yang dimulai pukul 23.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 00.30 WIB. 

"Alasan kami memilih hari Kamis malam Jumat dan waktu tengah malam tersebut, karena itu merupakan hari dan waktu yang sakral," terangnya. 

Dalam ikhtiar mengusir pageblug pandemi Covid-19 ini pihaknya mengatakan bahwa seluruh warga dari RT. 03 dan RT. 04 tidak diperkenankan untuk turut serta dalam kegiatan mengusir pageblug pandemi Covid-19 dengan berkeliling kampung. 

"Namun, hanya perwakilan saja berjumlah sekitar 30 orang agar tidak menimbulkan kerumunan. Serta juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan berjaga jarak," tuturnya. 

Untuk titik pemberangkatan, Lilis mengatakan bahwa dipilih dari salah satu rumah sesepuh kampung yakni almarhum Sajad yang juga terletak di perbatasan wilayah RT. 04 dan RT. 05. 

Dimulai dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Ustadz Bakri, warga yang tengah berkumpul berdoa agar pandemi Covid-19 segera berakhir dan masyarakat dapat beraktivitas normal kembali. 

"Kemudian berkeliling kampung RT. 03 dan RT. 04 dengan membaca Shalawat Burdah yang dilengkapi dengan pengeras suara atau megaphone," jelasnya. 

Kemudian dari perwakilan pemuda bertugas untuk membawa arang yang telah dibakar menggunakan gerabah kecil. Selama perjalanan mengelilingi kampung arang ditaburi garam krosok dengan pembacaan shalawat di setiap taburan. 

Setelah berkeliling kampung di wilayah RT. 03 dan RT. 04, akhirnya warga tiba di pertigaan kampung dengan menggelar tikar lesehan dan meletakkan tumpeng yang sudah diarak keliling kampung di tengah-tengah. 

Di titik akhir tersebut juga telah tersedia beberapa macam makanan, mulai dari lontong kupat, serabi tawar, jenang merah serta lauk-pauk pelengkap dalam acara doa bersama mengusir pageblug tersebut. 

Kemudian, sebelum memakan makanan yang telah tersaji tersebut, kembali Ustad Bakri menutup ritual tersebut dengan melakukan pembacaan doa tolak bala dan sebagai rasa syukur kepada Allah Subhanahuwata'ala. 

"Kegiatan tersebut bukan saja ritual mengusir pageblug pandemi Covid-19, tetapi juga bentuk rasa syukur kami semua kepada Allah Subhanahuwata'ala karena hingga sampai sekarang RT. 04 masih zona hijau Covid-19," pungkasnya.

Topik
ibu ibu PKKMengarak TumpengArang Keliling Kampungpembebasan dendaPandemi Covid 19pedagang plaza lumajang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru