Suguhkan 6 Program, Kota Batu Pertahankan Kota Layak Anak Tingkat Madya

Jul 29, 2021 20:32
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat mengikuti penghargaan KLA secara virtual.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko saat mengikuti penghargaan KLA secara virtual.

BATUTIMES - Tahun 2021 Kota Batu berhasil mempertahankan predikat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Madya. Prestasi itu diumumkan secara virtual oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dalam penghargaan KLA Kamis (29/7/2021).

Harapan Pemkot Batu bisa meraih penghargaan KLA tingkat Madya ini pun terwujud sudah. Untuk bisa mempertahankan predikat ini Pemkot Batu sebelumnya menyuguhkan 6 program.

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mengatakan, enam inovasi itu adalah peningkatan pelayanan akta kelahiran anak. “Pelayanan jaminan persalinan dan nutrisi tambahan. Pemberian nutrisi sehat bagi siswa sekolah dan dana bosda,” ungkapnya.

Kemudian gebyar literasi Kota Batu. Ada juga pusat pelayanan keluarga (Puspaga) berkolaborasi. Dan program sayang anak serta program unggulan yang lain. “Program-program pemerintah yang mendukung KLA melalui peraturan daerah yang mendukung. Program KLA merupakan salah satu kebijakan yang diimplementasikan dalam rencana pembangunan Kota Batu,” tambahnya.

Prestasi itu bisa dipertahankan lantaran mampu menyuguhkan 6 program kompak bersama organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Batu. “Alhamdulillah Kota Batu bisa mempertahankan KLA tingkat madya tahun 2021 ini,” ucap syukurnya. 

“Karena kami ingin mewujudkan lingkungan yang ramah anak untuk menunjang tumbuh kembang anak di Kota Batu,” harap politisi PDIP ini. KLA ini merupakan salah satu tahapan untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak (IDOLA) 2030.

Sementara itu, Menteri PPPA, Bintang Puspayoga mengatakan bahwa penetapan Kota Layak Anak telah melewati proses evaluasi untuk mengukur capaian kinerja. Dalam pelaksanaan ada 24 indikator yang telah ditetapkan.

"Penghargaan KLA diberikan kepada daerah yang mempunyai komitmen tinggi untuk mendukung pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. Proses evaluasi dilakukan oleh tim Kementerian PPPA, tim kementerian/lembaga, dan tim independen," ujarnya.

Topik
Kota Layak AnakDewanti Rumpokopungli pemulasaraan jenazah covid 19
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru