Usia Tak Lagi Muda, Pasutri di Kabupaten Malang Tetap Semangat Vaksin

Jul 29, 2021 19:03
Rudi dan Susi saat berjalan selangkah demi selangkah untuk menjalani vaksinasi (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)
Rudi dan Susi saat berjalan selangkah demi selangkah untuk menjalani vaksinasi (foto: Hendra Saputra/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Semangat pasangan suami istri (pasutri) asal Desa Pakisjajar, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang yakni Rudi Sudarmanto (59) dan Susi Irawati (58) patut dicontoh. Sebab meski berusia lanjut, namun tetap semangat untuk vaksin.

Dari pantauan MalangTIMES di lapangan, keduanya berjalan dengan kesulitan masuk ke ruangan vaksinasi Covid-19 massal di SDN 1 Asrikaton, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.

Mengetahui hal itu, polisi dan petugas vaksinasi pun membantu pasutri tersebut untuk berjalan dari satu ruangan ke ruangan lain, mulai registrasi hingga suntik vaksin.

Seusai menjalani suntik vaksin, Susi mengaku bersyukur. Hal itu karena selama ini dia sudah mencari agenda vaksinasi, namun mereka tidak bisa. “Saya ini sejak beberapa bulan lalu sudah daftar, didaftarin menantu di RS Lavalette, tapi gak jadi. Saya nyari betul, tapi gak ada yang dapat. Padahal di Lawang saudara saya mulai dapat. Akhirnya dapat di sini,” kata Susi.

Disinggung mengenai kenapa sangat ingin ikut vaksinasi, Susi mengaku bahwa hal itu adalah untuk kepentingan kesehatan. Hal itu juga karena mereka sedang merawat cucu.

“Kalau saya pingin vaksin supaya sehat. Karena semuanya mengandung risiko aktivitasnya banyak anak-anak saya. Risiko mencari kerja untuk anak-anak. Kalau saya gak vaksin saya gak bisa momong cucu saya,” ungkap Susi.

Bahkan, Susi tidak mempermasalahkan kondisi matanya yang sudah mulai tidak terlihat. Bukan itu saja, kakinya juga terlihat sudah diamputasi dan diganti kaki buatan. Dia rela berjalan meskipun kaki dan matanya tidak bekerja normal untuk divaksin.

“Saya ini sudah operasi bolak-balik. Pertama kaki kanan saya jatuh dari sepeda terus kedua itu jatuh di kamar mandi. Akhirnya ya dioperasi ada bagian kaki yang sudah diganti begitu. Jadi susah jalan. Dan saya gak pernah keluar rumah selain untuk vaksin saja,” tutur dia.

Sementara itu sang suami, Rudi mengaku kakinya ada masalah sejak 2018. Kaki kanannya sudah tidak bisa berjalan normal setelah terjatuh saat memperbaiki genteng rumahnya.

“Ya sempat saya bawa ke RSSA. Itu tahun 2018. Katanya itu kaki saya sudah hancur tulangnya. Dan sudah mulai membaik sih tapi ya agak susah jalan” kata Rudi sambil menunjukan mata kakinya.

Meski kesulitan berjalan, Rudi pantang malas untuk menjalankan program vaksinasi dari pemerintah. Sebab ini bentuk ikhtiarnya untuk menjaga sesama warga yang berinteraksi dengannya.

“Kalau mati itu pasti kalau sakit kan enggak. Dan vaksin ini untuk meminimalisir rasa sakit itu ini bukan kepentingan kita tapi kepentingan saya,” tutup dia.

Topik
Vaksinasi Covid 19Vaksin Covid 19didik hariyanto
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru