Usir Pageblug Covid-19, Warga RW 04 Merjosari Gelar Tirakat Shalawat Burdah

Jul 29, 2021 17:50
Perwakilan warga di RW 04 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang menggelar tirakat Shalawat Burdah untuk mengusir pageblug Covid-19, Rabu (28/7/2021). (Foto: Dok. Pemuda Tangguh RW. 04 Kelurahan Merjosari)
Perwakilan warga di RW 04 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang yang menggelar tirakat Shalawat Burdah untuk mengusir pageblug Covid-19, Rabu (28/7/2021). (Foto: Dok. Pemuda Tangguh RW. 04 Kelurahan Merjosari)

Warga RW. 04 Kelurahan Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang menggelar tirakat dengan membacakan Shalawat Burdah dalam mengusir pageblug atau wabah pandemi Covid-19. 

Ketua pelaksana sekaligus Ketua Pemuda Tangguh RW 04 Kelurahan Merjosari Bambang Dwi mengatakan bahwa yang dilakukan pada hari Rabu (28/7/2021) tengah malam dengan membaca Shalawat Burdah memutari wilayah RW. 04 tersebut merupakan ikhtiar tolak bala dalam menghadapi Covid-19 dan mengusir wabah. 

Baca Juga : Jaga Pelayanan Baik di Tengah Lonjakan Covid-19, RSUD dr. Iskak Tulungagung Buka Rekruitmen Relawan

 

"Jadi semalam kita sesuai arahan sesepuh kampung, diambil hari malam Kamis Legi. Kamis Legi kalau hitungan Jawa ketemunya (angka, red) 13 mas," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (29/7/2021). 

 

Usai mendapatkan arahan dari sesepuh kampung, akhirnya pihaknya bersama warga kampung lainnya menyiapkan beberapa kebutuhan. Mulai dari obor, kupat, lepet hingga serabi tawar. 

"Jadi kita bikin 13 obor, terus syarat pepeknya itu kupat ada 13, lepet 13 sama serabi tawar itu 13. Itu kita arak keliling kampung sambil shalawat burdah," tuturnya. 

Setelah persiapan sudah lengkap, sesuai dengan arahan sesepuh yakni Kiai Misri dan Ketua Remaja Masjid Raden Rahmat KH. Khusaeri, titik awal keberangkatan dimulai dari depan Kantor Kelurahan Merjosari. Dimulai sekitar pukul 22.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 23.30 WIB. 

"Jadi kita kalau di pitungan (perhitungan, red) Jawa itu kan ada nogo (naga, red) sebelah utara. Jadi kita harus ngungkuri (membelakangi, red) naga itu jadi ke arah selatan. Jadi dari depan Kelurahan ke arah selatan sampai batas taman belok kanan ke barat keliling kampung, finishnya di Masjid Raden Rahmat," jelasnya. 

Dalam setiap perjalanan memutari wilayah RW. 04, juga kerap kali berhenti di perempatan yang tiap kali dilewati. Bambang menuturkan bahwa di setiap perempatan tersebut, terdapat empat orang warga yang ditugaskan untuk adzan sekaligus iqamah. 

"Di perempatan itu kita adzan sekalian iqamah menghadap ke 4 penjuru. Ada 4 personel kita untuk jadi muadzin menghadap ke 4 penjuru yakni barat, timur, utara dan selatan," ujarnya. 

Meskipun begitu, pihaknya juga tidak melupakan penerapan protokol kesehatan (prokes) di tengah pandemi Covid-19. Maka warga yang turut serta dalam tirakat membaca Shalawat Burdah ini pun dibatasi. 

Baca Juga : Upaya Pemerintah untuk Kendalikan Laju Covid-19 Melalui Aplikasi PeduliLindungi

 

"Karena kita juga mengikuti prokes ya mas, jumlahnya kita batasi personelnya sesuai kebutuhan saja. 13 orang pembawa obor, 4 orang muadzin, 4 orang pembawa enceknya itu sama 2 orang dari takmir," tuturnya. 

Bambang menyampaikan bahwa gelaran tirakat pembacaan Shalawat Burdah merupakan salah satu rangkaian tahapan ikhtiar yang sebelumnya juga sudah dilakukan di wilayah RW. 04. 

Mulai dari kegiatan penyemprotan desinfektan keliling kampung RW. 04 yang rutin setiap malam minggu. Kemudian kegiatan sosialisasi penerapan protokol kesehatan serta kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya yang sudah digelar rutin selama satu tahun lebih berlangsungnya wabah pandemi Covid-19 ini. 

"Tapi sudah berjalan setahun lebih ini kok tambah parah kalau kita lihat. Di sini kita juga ada kayak tren (mengusir pageblug, red) kan, terutama di Malang Kabupaten," katanya.

Akhirnya, pihaknya bersama warga yang lain berinisiatif mencari informasi dan arahan kepada para sesepuh kampung terkait tirakat mengusir pageblug Covid-19 ini. 

"Kalau kita bukan slametan tapi tirakatan yang diambil hari terbagus, waktunya juga hampir mendekati tengah malam karena ini tirakat. Dan arahnya juga sesuai dengan arahan untuk, jadi budaya Jawa lokal dikombinasikan dengan Islami," pungkasnya.

Topik
Covid 19pedagang plaza lumajang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru