Dialog Produktif Rabu Utama, Satgas Beber Persentase Kepatuhan 3M

Jul 28, 2021 20:48
Dialog Produktif Rabu Utama : Langkah serius pemerintah tangani pandemi dengan PPKM yang digelar oleh Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN) secara daring, Rabu (28/7/2021) (Ist)
Dialog Produktif Rabu Utama : Langkah serius pemerintah tangani pandemi dengan PPKM yang digelar oleh Komite Penanganan Covid 19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN) secara daring, Rabu (28/7/2021) (Ist)

MALANGTIMES - Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry mengungkapkan, tingkat kepatuhan masyarakat terhadap 3M. Sejak September 2020 hingga 2 Juli 2021 tingkat kepatuhan masyarakat yang memakai masker sebesar 84,77 persen. Tingkat kepatuhan masyarakat untuk menjaga jarak sebesar 87,11 persen dan mencuci tangan dengan sabun sebesar 7,65 persen.

"Kalau skor tanggal  3 Juli sampai hari ini, skor tingkat kepatuhan rata-rata lebih tinggi dibandingkan tanggal 7 September sampai 2 Juli 2021 (rata-rata). Bagaimanapun juga dengan varian delta kalau kita tidak patuh, dampak penularan besar," bebernya dalam Dialog Produktif Rabu Utama: langkah serius pemerintah tangani pandemi dengan PPKM yang digelar oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP PEN) secara daring, Rabu (28/7/2021).

Namun di balik itu, dijelaskannya, jika dalam sosialisasi oleh Duta Perubahan Perilaku yang jumlahnya  sekitar 107.098 orang dan ada di seluruh daerah juga tak lantas mulus dalam mengedukasi masyarakat. 

Kalau dilihat secara detail Duta Perubahan Perilaku sudah mengedukasi lebih dari 55 juta orang se-Indonesia. Para duta perubahan perilaku ini umumnya bekerja secara sukarela mayoritas ada mahasiswa, ada pramuka, Ibu-Ibu PKK, Satpol PP, tokoh agama, tokoh masyarakat.  Ada penyuluh KB maupun penyuluh sosial yang ada di masyarakat dan memang para duta perubahan perilaku ini betul-betul bekerja cukup keras di lapangan. Bahkan mereka sudah membagikan lebih dari 17,2 juta masker ke masyarakat. 

Dikatakannya juga, terdapat kalangan masyarakat menolak atau tidak menerima edukasi. Bahkan untuk mereka yang menolak ini persentasenya mengalami kenaikan. 

"Jika dulu rata-rata sekitar 0,8-0,9 persen. Bila yang diedukasi sekitar 5 juta orang, ya sekitar 500 ribuan menolak di edukasi. Untuk sekarang angkanya ada disekitar 1,2 persen selama PPKM" ungkapnya.

Meskipun begitu, mayoritas wilayah PPKM Darurat mengalami peningkatan perbaikan akan kepatuhan protokol kesehatan. Tapi untuk DIY seminggu terakhir agak sedikit menurun. Angka tingkat kepatuhan pakai masker sebelumnya 7,9 menjadi 7,8 persen. Tapi lebih baik dibandingkan sebelum pelaksanaan PPKM darurat yang skornya 7,5 persen.

"Terutama kontribusi penurunan misalkan di DIY itu terjadi di Kabupaten Kulonprogo. Jadi Kulonprogo cukup turun. Kabupaten lain cukup tinggi, Sleman sedikit turun untuk jaga jarak. Tapi kalau Kulon Progo ini perlu diperhatikan karena tingkat kepatuhan memakai masker dan menjaga jaraknya turun," bebernya.

Dr Andi Khomeini Takdir Dokter Konsultan RSDC Wisma Atlet yang juga sebagai Duta Perubahan Perilaku menyampaikan, jika kendala yang dialami dalam mengedukasi masyarakat beragam. Pihaknya menyebut terdapat tiga kluster kendala. Seperti adanya disinformasi. 

"Sampai hari ini hoaks di bidang kesehatan bisa sampai 1.000 lebih. Jadi kalau dibagi rata-rata ada 3 hoaks. 3 berita yang tidak tepat, itu beredar di masyarakat," bebernya.

Kendala kedua adalah, tingkat edukasi dan kemampuan literasi masyarakat yang beragam. Satu informasi yang diterima masyarakat, bisa jadi dimaknai seseorang dengan berbeda, termasuk juga dalam meresponnya. Untuk faktor ketiga, adalah faktor kejenuhan. 

"Karena sudah satu tahun lebih pandemi ini. Teman-teman nakes, boleh dibilang mengalami burn out. Memang sedikit terbantu dengan beristirahat dengan saling menyemangati, tapi ya ada faktor kejenuhan," paparnya.

Karenanya, dalam pemberian informasi harus diberikan dengan tepat serta disampaikan dengan bahasa yang yang mudah dipahami sesuai segmen di masyarakat. 

"Harus disampaikan juga, mungkin pendapatan turun, tapi kemudian di sisi lain bagaimana masyarakat tidak banyak yang jatuh sakit. Itu juga harus disampaikan. Kita harus apresiasi kerja semua pihak," pungkasnya.

Topik
Satgas Covid 19persentase masyarakat menolak edukasi covidppkm level 4 kota malangKejari Kota Madiun
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru