Kronologi Oknum TNI AU Injak Kepala Warga di Papua Versi Warga vs Aparat

Jul 28, 2021 11:50
TNI AU Injak Kepala Warga Papua (Foto: Tangkapan Layar)
TNI AU Injak Kepala Warga Papua (Foto: Tangkapan Layar)

INDONESIATIMES - Oknum Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) yang menginjak kepala seorang warga di Papua hingga kini masih menjadi sorotan. Seperti diketahui, video aksi tersebut viral di media sosial Selasa (27/8/2021). 

Dalam video berdurasi 1.21 menit itu tampak korban yang sedang berdebat dengan seseorang di sebuah warung makan. Tiba-tiba ada 2 oknum TNI AU tersebut datang. 

Salah satu dari mereka lantas menangkap korban dan menarik keluar warung. Lalu dibantingnya korban itu ke trotoar dan menginjak kepala korban dengan sepatu larsnya. 

Diketahui, korban tersebut bernama Steven yang merupakan tunawicara. Ia sempat merintih kesakitan, namun kedua oknum itu terus menginjak kepala dan badan orban sambil menerima panggilan telepon. 

Lantas bagaimana kronologi 2 anggota TNI AU itu sehingga menginjak kepala Steven? 

1. Kronologi kejadian menurut warga

Melansir melalui keterangan yang diunggah di akun Twitter @inanpeyonid dikatakan bahwa Steven datang untuk membeli makanan. Namun makanan itu tidak sesuai yang ia pesan. Sehingga Steven enggan mengambil makanan tersebut. 

"Peristiwa ini di Merauke, orang bisu yang datang membeli makan. Tetapi tidak sesuai dengan permintaannya dia. Makanya dia tidak mau ambil, dan orang yang punya warung kebetulan pendatang, jadi lapor ke pihak Militer/POM jadi mereka memperlakukan dia sewenang-wenang," aku warga tersebut. 

2. Kronologi kejadian menurut TNI AU

Sementara, dilaporkan oleh pihak TNI AU, bahwa korban telah mengancam pembeli lain dengan cara meminta uang dan menarik-narik tangan pelanggan. 

"Selamat pagi komandan, ijin melaporkan kejadian yang sementara viral di medsos dengan kronologis sebagai berikut: bahwa pada hari Senin tanggal 26 Juli 2021 sekira pukul 10.00 WIT di Jalan Raya Mandala tepatnya di penjual bubur ngapak depan toko Fajar personil satpomau An Serda Dimas dan prada Vian hendak membeli makan di rumah makan padang parian yang bersebelahan dengan penjual bubur ayam ngapak dengan berboncengan menggunakan sepeda motor dan melihat ada banyak kerumunan orang di penjual bubur ayam," tulis cuitan tersebut. 

Selain itu, pihak TNI AU menyebut jika pria itu dalam kondisi mabuk. 

"Selanjutnya, kedua personil melihat telah terjadi cekcok dengan penjual bubur ayam, kedua personil mengaman seorang laki2 yang dalam keadaan mabuk yg telah melakukan pemerasan kepada penjual bubur ayam dan juga kepada rumah makan padang pariaman serta kepada pelanggannya dengan cara meminta uang dan menarik-narik tangan pelanggan. Setelah diamankan, Serda Dimas menghubungi Polres via telpon namun tidak diangkat2 selanjutnya orang tersebut di lepas dan disuruh pulang. Info dari warga bahwa orang tersebut sering sekali melakukan hal yang sama dan juga sudah pernah diamankan oleh pihak berwajib serta belakangan diketahui bahwa pemiliki rumah makan padang pariaman merupakan orang tua anggota TNI AU atas nama Serka Abdul jabr yang berdinas di subdislitpers Dispamsanau," begitu kronologi yang disampaikan dari pihak TNI AU.

2 anggota TNI AU sudah ditahan dan akan diberi sanksi

Peristiwa ini dibenarkan oleh Kepala Dinas Penerangan AU (Kadispenau), Marsma Indan Gilang Buldansyah. Selain itu, Indan mengatakan, saat ini oknum personel POM AU yang ada di video itu juga sudah ditahan POM AU Lanud J.A Dimara.

Lebih lanjut, Indan menegaskan, TNI AU menyesalkan tindakan anggotanya. "TNI AU sangat menyesalkan adanya kejadian," kata dia.

Indan juga meminta maaf atas kejadian tersebut khususnya kepada warga Papua. Selain itu disampaikan pula oleh Indan jika keduanya akan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku. 

Topik
TNI AUsatir prahariyahya zainiViral di Media Sosial
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru