600 Tabung Oksigen Datang Agustus, Pemkot Malang Bakal Pinjamkan Satu RW Satu Tabung

Jul 27, 2021 14:53
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media usai melakukan peninjauan pos PPKM Mikro Poharin, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (27/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media usai melakukan peninjauan pos PPKM Mikro Poharin, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Selasa (27/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sebanyak 600 tabung oksigen berukuran satu meter kubik bakal datang ke Kota Malang pada pekan awal Agustus 2021. Ratusan tabung ini akan dipinjamkan kepada masyarakat melalui RW.

Hal itu disampaikan Wali Kota Malang Sutiaji usai meninjau pos Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro Poharin Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang, bersama Kabaharkam Polri Komjen Pol Arief Sulistyanto. 

"Sementara kami pesen 600 tabung. Rencana  tanggal 8 atau 9 Agustus sudah datang. Nanti akan kami bagikan seluruh ke RW," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Selasa (27/7/2021). 

Menurut data dari BPS (Badan Pusat Statistik) Kota Malang tahun 2020, jumlah RW yang berada di lima kecamatan sebanyak 551 RW. Nantinya di setiap RW akan ada tabung oksigen. 

Terlebih lagi, terdapat program Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) yang berlokasi di Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang terkait penyediaan isi ulang gratis oksigen maksimal per hari dua meter kubik.  "Jadi, setiap RW nanti ada tabung oksigen. Per RW satu tabung. Nanti sistemnya dipinjamkan tabung oksigen satu meter kubik," terang Sutiaji. 

Orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Malang ini menyampaikan bahwa nantinya ratusan tabung oksigen yang tersebar di 551 RW di Kota Malang dapat dipinjam oleh warga yang membutuhkan. Khususnya warga yang terkonfirmasi positif covid-19 dan sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). 

"Masyarakat yang isoman nanti akan kami pinjami tabung itu sehingga isomannya bisa terjaga dan tidak tergantung pada fasyankes yang saat ini sudah mengalami kepenuhan," sambung Sutiaji. 

Sementara itu, teknis penggunaannya bagi pasien covid-19 yang sedang menjalani isoman akan diserahkan kepada jajaran fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), dalam hal ini puskesmas, di masing-masing wilayah.  "Ya nanti tentu yang nentukan pihak puskesmas. Mungkin napas sudah harus dibantu. Sesegera mungkin karena kabut yang ada di parunya bisa segera hilang," pungkas Sutiaji.

Topik
Kursi Sekda Kota BlitarPemkot MalangWali Kota Malangpeninjauan warga isomanzulfikar arse sadikin
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru