Sebelum Meninggal, Korban Penganiayaan di Tajinan Sempat Cerita soal Pelaku

Jul 26, 2021 20:49
Hartanto (di atas pikap) saat menunggu kerabatnya di IKF RSSA Malang (foto: istimewa)
Hartanto (di atas pikap) saat menunggu kerabatnya di IKF RSSA Malang (foto: istimewa)

MALANGTIMES - Kerabat Purnomo (45) atau korban yang tubuhnya saat ditemukan dalam kondisi penuh luka di Tajinan, Kabupaten Malang, menceritakan kronologi sebenarnya. Dugaan sementara, warga Desa Gunung Ronggo, Kecamatan Tajinan, itu menjadi korban penganiayaan.

Hartanto (50), kerabat korban yang ditemui di IKF RSSA Malang, menceritakan bahwa Minggu (25/7/2021) malam kemarin sekitar pukul 23.00 WIB, terdengar suara ketukan di balik pintu rumahnya.

Penasaran dengan ketukan pintu tersebut, Hartanto kemudian membukanya. Saat dibuka, Hartanto kaget melihat korban sudah dalam kondisi bersimbah darah dan meminta pertolongan.

Karena panik melihat kondisi Purnomo, Hartanto kemudian menyampaikan hal tersebut kepada kerabat lain. Setelah beberapa saat berunding, akhirnya korban dibawa dengan pikap ke rumah sakit.

Nahasnya, hampir dua jam berkeliling, Hartanto dan kerabat lain tak bisa menemukan rumah sakit yang bisa menerima. Hal itu karena kondisi rumah sakit yang penuh pasien.

“Keliling kami, cari rumah sakit. Hampir enam rumah sakit, semuanya penuh. Baru akhirnya ke RSSA jam 1 malam,” kata Hartanto.

Masih kata Hartanto, setelah korban dibawa ke IGD RSSA, dirinya mendapatkan kabar dari petugas medis bahwa korban telah meninggal dunia. Terdapat sejumlah luka di bagian tubuh korban, antara lain di perut, punggung serta tangan.

“Baru 10 menit masuk IGD, korban meninggal. Luka parah di punggung dan perut,” ungkapnya.

Hingga Purnomo meninggal dunia, Hartanto dan keluarga besar masih belum mengetahui siapa pelaku penganiayaan tersebut. Padahal, lokasi penganiayaan terjadi tidak jauh dari kediaman Hartanto.

“TKP-nya dekat rumah. Itu jalan kampung. Tapi kejadiannya tidak ada yang tahu,” ucap Hartanto.

Sementara itu, dalam perjalanan mencari rumah sakit, kata Hartanto, korban sempat menjawab bahwa pelaku tak diketahui karena wajahnya tertutup. 

“Kami sempat tanya siapa pelakunya, jawabnya tidak tahu. Sepeda motor korban juga masih ada di TKP. Korban jalan kaki ke rumah saya, karena lokasi dekat,” kata Hartanto.

Saat ini, polisi masih menyelidiki kasus penganiayaan yang menyebabkan korban Purnomo meninggal dunia.

Topik
BOR di RSSAKasus PenganiayaanPolres Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru