Lari dari Isoman, Pria Positif Covid-19 Diikat hingga Diamankan Warga Pakai Kayu, Videonya Viral

Jul 25, 2021 09:05
Potongan gambar saat warga mengamankan pria yang lari dari isolasi mandiri (Ist)
Potongan gambar saat warga mengamankan pria yang lari dari isolasi mandiri (Ist)

MALANGTIMES - Sebuah video seorang pria yang nampak menjadi korban aksi main hakim sendiri viral di media sosial Instagram. Video yang diposting pertama kali oleh akun @joshua_lubis 21 jam yang lalu itu hingga kini telah ditonton satu juta lebih pengguna Instagram. Video itu kian viral setelah banyak menyebar atau diposting ulang oleh akun Instagram lainnya, seperti @inimedanbungg.

Dalam video tersebut, terlihat seorang laki-laki nampak dikelilingi oleh banyak warga. Beberapa dari warga terlihat membawa bilah kayu panjang maupun ada juga yang membawa sebuah tali. Kayu tersebut digunakan warga untuk menjatuhkan pria yang ada dalam video agar tidak memberontak. Bahkan, dalam video, pria tersebut juga terlihat diikat tangannya dan sempat diseret oleh warga.

Dalam caption postingan jhosua_lubis, dituliskannya, jika kejadian itu terjadi pada 22 Juli 2021. Sosok pria yang berada dalam video yang sempat diikat dan dijelaskannnya sempat dipukuli tersebut merupakan pamannya.  Ia bernama Salamat Sianipar (45) warga Desa Sianipar Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara.

Awalnya, paman (Tulang) Jhosua tersebut positif Covid 19. Karena itu, Dokter menyarankan isolasi mandiri dirumahnya. Akan tetapi, masyarakat kampung tak terima jika ia isolasi mandiri dikampung, hingga akhirnya ia dijauhkan dari Kampung Bulu Silape.

1

Setelah itu, ia kembali lagi ke rumahnya. Akan tetapi warga yang diduga merasa takut kemudian tak terima dan seperti yang dituliskan Jhosua dalam caption warga kemudian memukuli dan mengikatnya dengan tak berperikemanusiaan.

Menurutnya, hal tersebut telah melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). Karena itu, dirinya berharap aparat terkait menegakkan keadilan dan menindaklanjuti kejadian ini.

"Beginilah Kronologis Kejadiannya. Tanggal 22 Juli 2021.

Awalnya Tulang saya terkena Covid-19 , Dokter menyuruh isolasi mandiri. Tetapi Masyarakat tidak terima , akhirnya dia dijauhkan dari kampung bulu silape. Dia kembali lagi kerumahnya tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat & memukuli dia. Seperti hewan & tidak ada rasa manusiawi.

Kami dari pihak keluarga tidak menerima & ini tidak manusiawi lagi. Perlu adanya edukasi dari pemerintah untuk masyarakat tentang Covid-19.

"Kejahatan kemanusiaan ini diatur dalam Statuta Roma dan diadopsi dalam Undang-Undang No. 26 tahun 2000 tentang Pengadilan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.

Hukum Indonesia juga tegas melarang penyiksaan. Konstitusi Indonesia, Undang-Undang Dasar 1945, menyatakan hak untuk bebas dari penyiksaana dalah hak yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. Hak untuk bebas dari penyiksaan juga tertuang dalam UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia

Kami berharap Keadilan Ditegakkan Setegak-tegaknya Kepada Presiden & Wakil Presiden , Pemerintah & Aparatur Negara untuk menindaklanjuti Kejadian ini," tulis Jhosua dalam caption.

Dari penelusuran, pria tersebut memang merupakan positif Covid-19. Akan tetapi saat melakukan isolasi, pria tersebut lari dan justru melakukan hal yang membahayakan warga lantaran berusaha menyebarkan virus ke orang lain. 

Bahkan saat kembali ke rumahnya, pria tersebut juga akan memeluk anak dan istrinya, akan tetapi, istri dan anaknya terlebih dulu lari, sampai kemudian pria tersebut diamankan warga.

Warga yang mengetahui hal itu, geram, sampai akhirnya warga kemudian berusaha mengamankan pria tersebut,  dan bukan melakukan aksi main hakim sendiri.

"Bukan untuk kekerasan, hanya mengamankan. Saya lihat masyarakat desa juga sangat peduli dengan pak Selamat Sianipar ini," kata Bupati Toba, Poltak Sitorus, (Sabtu 24/7/2021), dikutip dari detikdotcom.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi, juga membenarkan jika warga hanya ingin mengamankan pria tersebut. Sebab, saat itu, pria bernama Salamat itu lari dari isoman dan berteriak-teriak tak percaya Covid dan meludahi orang yang berpapasan dengannya.

"Itu dilakukan warga sebagai tindakan mengamankan karena yang bersangkutan teriak-teriak bahwa tidak ada covid," ujarnya dikutip dari sumber yang sama.

Topik
Isolasi MandiriCovid 19video viral
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru