Stok Vaksin Dosis Kedua di Kota Malang Menipis, Kadinkes Sebut Dua Hari Bakal Habis

Jul 24, 2021 21:51
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui MalangTIMES.com di Balai Kota Malang, Jumat (23/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat ditemui MalangTIMES.com di Balai Kota Malang, Jumat (23/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Ketersediaan vaksin Covid-19 untuk dosis kedua di Kota Malang menipis. Dalam dua hari ke depan, stok vaksin lanjutan tersebut bakal habis. Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif.  “Stok vaksin yang saat ini tersedia di Kota Malang akan segera habis dalam dua hari ke depan untuk dosis kedua,” kata Husnul kepada MalangTIMES, Sabtu (24/7/2021).

Husnul menyebutkan beberapa waktu lalu vaksin yang datang di Kota Malang sebanyak 3.200 dosis yang akan didistribusikan bagi dosis kedua masyarakat pada hari Senin (26/7/2021). "Kemarin hanya datang 3200 dosis dan itu habis untuk dua hari, dosis kedua. Ini sudah kita sampaikan ke Dinas Kesehatan Provinsi (Jawa Timur, red)," ungkapnya.

Mantan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang ini juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak dapat memastikan kapan stok vaksin akan datang kembali. 

"Datang lagi ya kapan-kapan mudah-mudahan cepat, jenis kita tidak bisa menentukan. Apa yang datang itu yang kita gunakan," ujarnya. 

Di saat yang bersamaan, Indonesia saat ini sedang mewujudkan herd immunity dengan syarat minimal 70 persen masyarakat Indonesia harus tervaksin. 

Hal itu juga disyaratkan juga bagi Kota Malang untuk menuju herd immunity dengan 70 persen masyarakat di Kota Malang sudah tersuntik vaksin dengan target sekitar 590 ribu dosis vaksin. "Kita masuk di dosis satu sekitar 260 ribuan, dosis dua 50 sampai 55 mendekati 60. Total kemarin sudah 365 ribu dosis," terangnya. 

Sementara itu, pihaknya juga terus berkomunikasi dengan jajaran Dinas Provinsi Jawa Timur terkait ketersediaan vaksin. Terlebih lagi terkait data juga sudah masuk melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 

"Kita (data, red) masuk ke provinsi, provinsi juga masuk ke Kemenkes. Sehingga berapa sih data provinsi Jawa Timur, itu sudah ada. Cuma memang distribusi vaksin itu memang masih terbatas," ujarnya. 

Lebih lanjut, bahwa pihaknya juga mengatakan terkait ketersediaan vaksin memang harus diperkuat dengan data di Kementerian Kesehatan RI. "Jadi memang ketersediaan baik di pusat itu yang masih menjadi nanti harus diperkuat lagi. Kalau data di daerah itu sudah masuk," pungkasnya.

Topik
Vaksin Covid 19dr Husnul MuarifHusnul Muarif
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru