Berkas Lengkap, Kasus Plagiasi di UIN Malang Masuk Tahap Pemeriksaan di Ombudsman

Jul 23, 2021 19:00
Ombudsman RI dan Surat Terbuka Prof Suhartono (Ist)
Ombudsman RI dan Surat Terbuka Prof Suhartono (Ist)

MALANGTIMES - Kasus dugaan plagiasi yang menyeret Wakil Rektor 1 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, kini tengah berproses dalam tahap pemeriksaan Ombudsman RI. Hal ini merupakan tindak lanjut surat terbuka dari salah satu bakal calon rektor UIN Maliki Malang yang dikirim dan dilaporkan Ombudsman RI.

Ketua Ombudsman RI Dr Mokh Najih membenarkan jika saat ini laporan atau pengaduan tersebut kini dalam tahap pemeriksaan. Pemeriksaan tersebut, artinya melakukan penelaahan terhadap pihak-pihak yang dilaporkan.

"Ya sudah masuk, dalam tahap riksa (pemeriksaan)," ujarnya.

Dijelaskannya, jika proses sebelumnya pihak pelapor menyampaikan surat kepada Ombudsman yang kemudian diterima oleh tim. Dari situ tim pengaduan kemudian melakukan pemeriksaan dan kemudian ditemukan masih banyak data yang perlu dilengkapi. Dalam proses pemenuhan kelengkapan data syarat-syarat untuk pemeriksaan tersebut, dari pihak juga cukup memakan waktu. Setelah dilakukan pemenuhan kelengkapan sebagai syarat yang diperlukan baru kemudian digelar rapat pleno. 

"Baru minggu kemarin diputuskan di pleno dapat terus diperiksa karena berkas sudah lengkap," ungkapnya.

Sementara itu, adanya proses pemeriksaan ini dijelaskan Mokh Najib tidak berpengaruh pada jalannya proses kontestasi pemilihan Rektor yang tengah berjalan di Kemenag. Sebab, dalam hal ini yang dilaporkan adalah plagiasi dan bukan tentang proses pemilihan Rektor.

"Tapi yang nanti yang lebih tahu (bagaimana tahapan selanjutnya) tim yang menyusun langkah-langkah ya. Saya tidak tahu persis, tapi yang jelas yang saya tahu, sudah masuk di ombudsman," pungkasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, salah satu bakal calon rektor UIN Maliki Malang Prof Suhartono gencar menyuarakan bakal calon rektor yang terpilih harus bersih dari pelanggaran etika akademik seperti plagiasi. Ia membuat surat buka dan mengirimkan surat tersebut kepada berbagai pihak termasuk Ombudsman RI.

Surat tersebut secara garis besar tentang penjelasan duduk persoalan kasus plagiasi yang diduga dilakukan WR I UIN Malang yang kini mencalonkan diri sebagai bakal calon rektor UIN Malang. Dalam surat itu, dipaparkan bahwa kasusnya sempat bergulir ke ranah hukum setelah dilaporkan oleh ketua LSM Forum Independen Masyarakat Malang.

Namun karena Ketua LSM Forum Independen Masyarakat Malang saat itu tidak memiliki hak kuasa hukum dari Prof Imam Suprayogo sebagai pihak yang karyanya diplagiasi hanya sebagai saksi atau bukan pelapor, ketua LSM tersebut dianggap tidak memiliki legal standing. Kemudian kasus itu pun berhenti.

Tak puas karena persoalan menyangkut pelanggaran etika dan moral akademik dan berkaitan dengan proses pemilihan rektor, Prof Suhartono meminta kepastian pelaksanaan konstitusional tersebut melalui surat terbuka, baik kepada Menteri Agama serta Menteri Pendidikan Kebudayaan dan Ristek serta mendorong keterlibatan Ombudsman RI untuk mengawał penyelesaian persoalan bakal calon rektor hingga selesai.

Topik
plagiasi di uin maliki malangOmbudsman Republik Indonesiabakal calon rektor UIN MalangUIN Maliki Malang
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru