Mengenal Apa Itu Interaksi Obat pada Pasien Covid-19 yang Sempat Heboh oleh dr Lois

Jul 23, 2021 08:41
Obat (Foto: Vijesti)
Obat (Foto: Vijesti)

INDONESIATIMES -Interaksi obat pada pasien Covid-19, saat ini tengah menjadi perbincangan. Awalnya, istilah itu disampaikan oleh dr Lois Owien saat ia menjadi bintang tamu di acara Hotman Paris Show

Kala itu, Lois menyebut bahwa jutaan orang yang meninggal dunia dikarenakan interaksi obat. Entah mengapa, istilah itu saat ini kembali menjadi perbincangan di media sosial. 

Di media sosial, Lois sempat  menyebut pasien Covid-19 meninggal karena interaksi obat yang menyebabkan asidosis laktat atau kelebihan asam laktat. Lantas apa sebenarnya yang dimaksud dengan interaksi obat? 

Benarkah interaksi obat pada pasien Covid-19 bisa menyebabkan kematian? Beriku ulasannya: 

Dijelaskan oleh pakar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Meity Ardiana, interaksi obat merupakan perubahan efektivitas atau toksisitas yang timbul karena adanya interaksi atau kombinasi dengan substansi lain seperti obat, makanan, dan minuman yang diberikan bersamaan atau terpisah.

Ia menyebut interaksi obat bisa memberikan 2 efek yakni menguntungkan atau merugikan. "Pada interaksi obat yang menguntungkan dapat terjadi peningkatan efektivitas tanpa meningkatkan efek samping. Sedangkan interaksi obat yang merugikan dapat menambah terjadinya efek samping," kata Meity dalam keterangan pers dikutip pada Jumat (23/7/2021).

Ia pun memberi contoh interaksi obat yang menguntungkan yakni penggunaan obat untuk tekanan darah tinggi yang dikombinasikan dengan obat penurun darah tinggi untuk mendapatkan hasil tekanan darah yang stabil.

Sedangkan contoh interaksi obat merugikan seperti penggunaan propanol dan insulin pada penderita diabetes melitus. Kombinasi obat itu bisa meningkatkan efek samping hipoglikemia.

Sementara pada pasien Covid-19, lanjut Meity, hingga kini belum terdapat bukti ilmiah interaksi obat-obatan yang diberikan, termasuk soal asidosis laktat.

Ia mengatakan bahwa setiap dokter akan meresepkan obat untuk pasien sesuai dengan gejala dengan menimbang manfaat dan risiko interaksi obat terlebih dahulu. Tentunya, dokter akan memilih golongan obat dengan risiko interaksi paling minimal untuk pasien tersebut. 

"Disarankan untuk mengonsumsi vitamin dan suplemen yang memang sudah terbukti secara ilmiah dapat mencegah atau mempercepat kesembuhan Covid-19 sesuai rekomendasi yang ada," tuturnya. 

Topik
hotman paris showmeity ardianapernyataan kontroversisyeikh baleid
Townhouse-The-Kalindra-foto-The-Kalindra-P80c5928dba440a88.jpg

Berita Lainnya

Berita

Terbaru