Beda Data Kematian dengan di Lapangan, Kadinkes Kota Malang Beri Penjelasan

Jul 22, 2021 19:05
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat memberikan penjelasan kepada awak media di Gazebo Balai Kota Malang, Kamis (22/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif saat memberikan penjelasan kepada awak media di Gazebo Balai Kota Malang, Kamis (22/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Data kematian akibat covid-19 di Kota Malang sempat menunjukkan angka nihil pada Selasa (20/7/2021). Padahal, setiap hari ambulans jenazah berlalu lalang dari rumah duka maupun rumah sakit untuk mengangkut jenazah yang mayoritas akan dimakamkan secara protokol covid-19. 

Hal itu pun banyak menuai pertanyaan dari masyaraka terkait kriteria pasien meninggal dunia akibat covid-19 yang masuk dalam data Satgas Covid-19 Kota Malang. 

Karena banyaknya pertanyaan dari masyarakat tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang dr Husnul Muarif membenarkan bahwa  kasus kematian terlaporkan dan kasus kematian di masyarakat memang berbeda. Laporan data kematian covid-19 setiap hari mengacu pada data Satgas Covid-19 Kota Malang.

Menurut Husnul, yang terlaporkan adalah kasus kematian dalam perawatan di rumah sakit. "Mereka dirawat dengan konfirmasi PCR atau antigen. Ada daftarnya di kami. Sehingga yang kami rilis itu kasus meninggal dalam perawatan," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Kamis (22/7/2021). 

Kemudian, pasien yang meninggal saat menjalani isolasi mandiri (isoman) di kediaman masing-masing tanpa pantauan dari Dinas Kesehatan melalui puskesmas  tidak tercatat dalam sistem konfiirmasi yang dimiliki Dinas Kesehatan Kota Malang.  "Sehingga kalaupun dia ada kasus meninggal, tetap kami catat. Tapi daftar nama ini belum masuk di NAR (new all record, red)-nya itu. Kami tidak bisa merilis itu yang sebelumnya belum masuk di daftar," terang Husnul. 

Lebih lanjut, Husnul juga menyebutkan, persentase kematian akibat covid-19 di Kota Malang mengalami penurunan. "Kalau kematian kita ada di 7,8 persen. Sudah turun dari sebelumnya 10,1 persen," bebernya. 

Kemudian, angka kesembuhan akibat covid-19 juga mengalami penurunan yang disebabkan autorilis dari NAR semakin banyak. "Jadi, kita masih di bawah 82 persen," imbuh Husnul. 

Sebagai informasi, dari data Satgas Covid-19 Kota Malang per Rabu (21/7/2021), terdapat tambahan pasien terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 134 orang, sembuh 8 orang, dan meninggal dunia 3 orang. Jadi, total pasien terkonfirmasi positif covid-19 sebanyak 9.281 orang, sembuh 6.503 orang, dan meninggal dunia 708 orang.

Topik
opd kabupaten trenggalekDinkes Kota MalangPemkot Malangangka kematian covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru