PPKM Darurat Diperpanjang, Bupati Sanusi Minta Safe House Dipantau

Jul 21, 2021 20:02
Bupati Malang HM Sanusi saat menerima bantuan secara simbolis dari pihak ketiga (foto: Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)
Bupati Malang HM Sanusi saat menerima bantuan secara simbolis dari pihak ketiga (foto: Humas Pemkab Malang for MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bupati Malang HM Sanusi merespon diperpanjangnya PPKM Darurat Jawa-Bali mulai hari ini hingga 25 Juli 2021 mendatang. Salah satunya yakni dengan meminta setiap kecamatan memantau safe house.

Saat berkunjung di Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Sanusi menyampaikan bahwa sejauh ini di setiap kecamatan telah memiliki safe house. Safe house itu kata Sanusi, saat ini dapat menampung antara 30 hingga 50 warga yang terpapar Covid-19.

“Di Kabupaten Malang ini ada 33 kecamatan. Semuanya sudah ada safe house. Seperti yang dilakukan Desa Jatirejoyoso dengan menggunakan SDN setempat bisa menampung 50 orang,” jelasnya.

Dengan keberadaan safe house di setiap kecamatan itu, menurut Sanusi, cukup membantu rumah sakit. Pasalnya, saat ini hampir seluruh rumah sakit tidak bisa menerima pelayanan pada masyarakat yang terdampak.

“Karena semuanya sudah penuh dan jelas tidak mungkin dipaksakan dan mereka tetap lakukan isoman sambil menunggu perawatan dari RS,” tegasnya.

Sementara itu Camat Kepanjen Eko Margianto mengatakan, bahwa safe house di Desa Jatirejoyoso digunakan untuk isolasi mandiri (Isoman) bagi warga Kepanjen yang terpapar Covid-19. Salah satunya bagi warga yang memang rumahnya tidak layak digunakan untuk isoman.

“Safe house ini untuk isoman warga Kepanjen yang rumahnya tidak memungkinkan untuk dipakai isoman,” katanya.

Di sisi lain, Sanusi juga juga memberikan bantuan berupa 250 paket sembako, yang antara lain berupa 5 ribu masker dan 23 dos susu kemasan. Bantuan itu diberikan langsung secara simbolis di safe house Desa Jatirejoyoso, Kecamatan Kepanjen.

Bantuan yang diserahkan itu, kata Sanusi berasal dari pihak ketiga yang memang diperuntukkan bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 yang ada di Kecamatan Kepanjen.

“Ini sebagai bentuk kepedulian para pelaku usaha di Kabupaten Malang dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

Topik
Bupati Malang Sanusisafe houseaturan kemenagkecamatan kepanjen

Berita Lainnya

Berita

Terbaru