Pemkot Malang Sediakan 200 Tabung Oksigen bagi Pasien Covid-19 Isoman

Jul 20, 2021 19:55
Tabung oksigen untuk penanganan pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Tabung oksigen untuk penanganan pasien covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang berencana akan segera menyediakan 200 tabung oksigen untuk digunakan masyarakat positif covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman). 

Hal itu diungkapkan langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji setelah menggelar rapat koordinasi di Ngalam Command Center. Penyediaan tabung oksigen tersebut dikarenakan ketersediaan di beberapa agen saat ini sedang sulit. 

"Kami akan sediakan 100 hingga 200 tabung oksigen untuk pasien covid-19 yang sedang isolasi. Ini saya minta untuk mencari ke Surabaya, karena di Malang faktanya memang sulit," ungkap Sutiaji  dalam keterangan resmi yang diterima MalangTIMES.com. 

Dari pantauan pemkot, saat ini di Kota Malang yang sedang sulit dicari yakni ketersediaan tabung oksigen, utamanya pada tabung yang berukuran satu meter kubik. "Untuk isi oksigennya ada stok di Malang. Tapi tabungnya sudah sulit," terangnya. 

Selain sebagai upaya penanganan covid-19, penyediaan tabung oksigen bagi pasien covid-19 yang tengah menjalani isoman ini juga untuk mendukung upaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur dalam menyediakan isi ulang oksigen gratis.  Pasalnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga telah menyatakan bahwa menyediakan isi ulang oksigen gratis bagi masyarakat Malang Raya yang rencananya akan ditempatkan di Kantor Bakorwil III Malang di Jalan Simpang Ijen, Kota Malang. 

"Jadi, akan kita lakukan bersama-sama. Ini ada gratis pengisian. Kita akan lakukan pembelian tabung. Bisa jadi 200 tabung. Per tabung itu Rp 2,8 juta," bebernya. 

Nantinya, setelah dilakukan pembelian dan tabung oksigen telah tersedia, pasien covid-19 yang tengah menjalani isoman akan disuplai dengan diber pinjaman tabung oksigen milik Pemkot Malang. 

"Masyarakat yang isoman nanti akan kita pinjami tabung itu, sehingga isomannya bisa terjaga dan tidak tergantung pada fasyankes yang saat ini sudah mengalami kepenuhan," ujar Sutiaji. 

Terkait teknis penggunaannya bagi pasien covid-19 yang sedang menjalani isoman, Sutiaji akan menyerahkan kepada jajaran fasilitas layanan kesehatan (fasyankes), dalam hal ini puskesmas di masing-masing wilayah. 

"Ya nanti tentu yang nentukan pihak puskesmas. Mungkin napas sudah harus d bantu, sesegera mungkin karena kabut yang ada di parunya agar bisa segera hilang," terangnya. 

Sementara itu, pemkot menyampaikan bahwa saat ini kondisi kamar di tiap-tiap fasyankes bagi pasien covid-19 dengan ketersediaan oksigen tidak sebanding. "Karena yang masuk ke rumah sakit rujukan Covid di Kota Malang, khususnya yang ke RSSA, juga tidak hanya warga kota Malang tapi juga luar Kota Malang," tuturnya. 

Hal itu pula yang menyebabkan rumah sakit rujukan kelebihan kapasitas dan angka kasus positif covid-19 di Kota Malang setiap hari terus mengalami penambahan yang fluktuatif. "Maka imbasnya, warga kami (Kota Malang) yang kesulitan kamar," pungkas Sutiaji.

Topik
Koperasi di TulungagungPemkot MalangVideo Gus IdrisWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru