Perjuangan 3 Anak di Kota Malang: Berjuang Isoman Tanpa Kedua Orang Tua

Jul 19, 2021 20:37
Kondisi rumah di kawasan Perumahan Puskopad Kota Malang berisi tiga orang anak yang harus berjuang isolasi mandiri tanpa kedua orang tua, Senin (19/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kondisi rumah di kawasan Perumahan Puskopad Kota Malang berisi tiga orang anak yang harus berjuang isolasi mandiri tanpa kedua orang tua, Senin (19/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Perjuangan tiga orang anak di Perumahan Puskopad, Kelurahan Buring, Kecamatan Kesungkandang, Kota Malang sangat memilukan. Bagaimana tidak, dalam kondisi terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi mandiri (isoman), kedua orang tuanya pun tidak dapat mendampingi selama isoman. 

Tiga anak ini yang pertama bernama SA yang merupakan Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dan bersekolah di Sekolah Luar Biasa (SLB). Untuk anak kedua bernama KH yang masih bersekolah SMP. Kemudian anak ketiga bernama MA yang masih kelas 5 SD.

Hidup di rumah dengan dua lantai yang cukup mumpuni untuk ditinggali, namun ketiga anak ini harus berjuang saling bahu membahu untuk bisa tetap menjalani isoman di tengah keberadaan kedua orang tuanya yang tidak bersamanya. 

Pasalnya, ayah dari ketiga anak ini bernama SH (52) seorang guru yang saat ini sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang karena juga terpapar Covid-19 dengan komorbid penyakit jantung. Sedangkan untuk ibunya bernama IK (50) yang merupakan ibu rumah tangga biasa harus pergi untuk selamanya meninggalkan ketiga anaknya karena telah meninggal dunia pada hari Sabtu (17/7/2021) dalam keadaan terkonfirmasi positif Covid-19. 

Ketua RT. 05/RW. 03 Kelurahan Buring Pudjo Leksono menjelaskan, kronologis awal mula satu keluarga tersebut terkonfirmasi Covid-19. Bermula pada hari Sabtu (3/7/2021) pria bernama SH (52) yang merupakan kepala keluarga merasakan gejala Covid-19 yang kemudian dirinya berinisiatif untuk menjalani swab antigen dan menunjukkan hasil positif Covid-19. 

Kemudian pihak fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) setempat pada hari Senin (5/7/2021) melakukan tracing kepada orang-orang yang bersama SH di dalam rumah. Kemudian menunjukkan hasil bahwa semua orang yang berada di dalam rumah yakni IK, SA, KH dan MA terkonfirmasi positif Covid-19.

Lalu keluarga tersebut menjalani isoman di dalam rumah selama beberapa hari. Namun, pada hari Rabu (7/7/2021) kondisi SH semakin memburuk dengan komorbid penyakit jantung yang diderita, membuat dirinya harus dilarikan ke RSUD Kota Malang untuk mendapatkan perawatan intensif. 

"Kondisi IK juga memburuk sejak Senin (5/7/2021), mendapatkan penanganan dari puskesmas seperti oksigen, infus dan sebagainya. Karena mau dipindahkan ke Rumah Sakit kesulitan karena saat itu overload," ujarnya kepada MalangTIMES.com, Senin (19/7/2021). 

Kemudian pada hari Minggu (11/7/2021) IK (50) baru mendapatkan perawatan intensif di RSUD Kota Malang. Namun takdir berkata lain, tujuh hari berjuang melawan Covid-19, tepatnya pada hari Sabtu (17/7/2021) IK meninggal dunia. 

Akhirnya sejak tanggal 11 Juli 2021, ketiga anak tersebut harus menjalani isoman sendiri tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Yang memilukan lagi, ketiga anak tersebut harus menelan kesedihan di balik perjuangan melawan Covid-19, ibunya harus meninggalkan mereka untuk selama-lamanya. 

Sementara itu, berbalut kesedihan mereka harus berjuang melawan Covid-19 dengan melakukan isoman. Pudjo mengatakan, bahwa warga di sekitar Perumahan Puskopad saling bahu membahu gotong-royong menyuplai bantuan makanan kepada ketiga anak tersebut. 

"Kalau makanan dari warga ada salah satu warga yang memasakkan anak-anak. Jadi ditanya lewat WhatsApp mau apa, terus dimasakkan sama warga. Untuk yang mengurus rumah itu yang ngurus anak nomor dua yang sekolah SMP," terangnya. 

Dalam kondisi berduka di tengah perjuangan melawan Covid-19, kondisi dari ketiga anak tersebut mulai berangsur membaik. Beberapa hari sekali petugas kesehatan kerap kali menghampiri ketiga anak tersebut untuk mengecek kondisi kesehatan mereka. 

"Keadaan mereka dan ayahnya sudah mulai membaik. Kami menjaga benar agar mereka tidak terganggu psikisnya," pungkasnya.

Topik
perjuangan 3 anak isomanregulasi lingkunganCovid 19 Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru