Serapan Anggaran 2 OPD di Kota Batu Masih Minim, Baru 7,4 Persen

Jul 19, 2021 14:44
Para petugas saat melakukan pengaspalan di akses jalur Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji tahun 2020.
Para petugas saat melakukan pengaspalan di akses jalur Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji tahun 2020.

BATUTIMES - Realisasi serapan anggaran sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Batu tercatat masih rendah. Hingga Juni 2021, tercatat ada perangkat daerah yang serapannya baru 7,4 persen saja.

Serapan terendah dari seluruh OPD di Kota Batu yakni Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) dengan anggaran Rp 53,3 Miliar, masih dibelanjakan senilai Rp 3,9 miliar atau 7,4 persen.

Diposisi terendah lainnya ada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu. OPD ini baru merealisasikan 9,2 persen atau Rp 7 Miliar anggarannya dari total Rp 78,2 Miliar.

Menanggapi itu, Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso mengatakan, anggaran pada dua OPD tersebut cukup besar untuk kebutuhan belanja fisik. Sehingga memang membutuhkan cukup waktu hingga menghabiskan anggaran yang telah ditetapkan.

"Karena dua OPD ini punya kebutuhan belanja fasilitas umum,” katanya.

Kebutuhan fisik itu menurutnya seperti program jalan tembus yang memiliki nilai yang cukup besar. Salah satunya jalan tembus yang memiliki nilai tinggi yakni, Toyomerto-Abdul Gani dengan anggaran yang mencapai Rp 20 Miliar.

Kemudian jalan tembus Sisir-Pandanrejo dengan anggaran sebesar Rp 12 Miliar. Selanjutnya pengerjaan jalan tembus Paralayang-Klemuk, juga jalan tembus Dusun Brau ke Dusun Jantur. Sehingga membutuhkan proses dalam menyerap anggaran tersebut. Termasuk juga fasilitas umum pemeliharaan jalan.

“Jalan tembus saja mencapai Rp 30 Miliar. Contohnya lagi di DPKP pembangunan gedung serba guna Polres Batu senilai Rp 3,7 Miliar. Yang saat ini semua telah masuk lelang,” ujar pria yang juga Ketua DPC PDIP Kota Batu ini.

Pada dua OPD tersebut, didapati program prioritas Pemkot Batu. Sementara untuk serapan belanja tertinggi pada Dinas Pendidikan mencapai 41 persen atau Rp 85,7 Miliar, dari anggaran Rp 209,1 Miliar. Selanjutnya Satpol PP Kota Batu sudah 42,6 persen atau Rp 5,3 Miliar dari total Rp 12,6 Miliar.

“Semoga tahun 2021 ini serapan belanja di Kota Batu tinggi, sehingga adapun silpa kecil,” ujarnya. Sedang pada tahun 2019 SiLPA Kota Batu mencapai Rp 310 Miliar. Di tahun 2020 sebesar Rp 261 miliar.

Topik
Serapan Anggaranorganisasi perangkat daerahKota BatuPemkot Batu

Berita Lainnya

Berita

Terbaru