Perpanjangan PPKM Darurat Belum Pasti, Wali Kota Malang Berencana Kembali Kuatkan PPKM Mikro

Jul 18, 2021 19:03
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media usai mendampingi Forkopimda Jawa Timur meninjau proses serbuan vaksinasi covid-19 di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Minggu (18/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji saat ditemui awak media usai mendampingi Forkopimda Jawa Timur meninjau proses serbuan vaksinasi covid-19 di Graha Cakrawala, Universitas Negeri Malang, Minggu (18/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemerintah pusat hingga kini belum menutuskan perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Karena itu, Wali Kota Malang Sutiaji berencana untuk menguatkan penanganan covid-19 melalui skema PPKM Mikro di Kota Malang.

"Hemat saya, kita kembali kuatkan di PPKM Mikro. Dan harapan kami, ketika masyarakat tidak boleh mobilitas dalam sekian waktu, maka jaminan masyarakat untuk makan tersedia," ungkap Sutiaji kepada MalangTIMES.com, Minggu (18/7/2021). 

Diketahui, pemerintah pusat telah menerapkan PPKM Darurat di Jawa dan Bali mulai  Sabtu 3 Juli 2021 hingga Selasa 20 Juli 2021. Namun, sampai sekarang, belum ada pemberitahuan resmi apakah PPKM Darurat diperpanjang atau tidak.

Menurut Sutiaji, pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk memutuskan terkait kebijakan apa pun pada PPKM Darurat. Namun, dia menyampaikan bahwa pemerintah pusat juga perlu mendengarkan masukan dari jajaran pemerintah daerah. Salah satunya dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang yang juga menjalankan program PPKM Darurat selama kurang lebih 18 hari.

Masukan atau saran yang disuarakan Pemkot Malang,  kata Sutiaji, merupakan aspirasi dari warga Kota Malang.  "Bahwa apa pun kondisinya, dibuat model PPKM Darurat beberapa kali, tapi ketika perilaku masyarakat, mobilitas orang belum bisa terpantau dengan baik, ya tetap (covid-19 tidak terkendali, red)," ungkapnya. 

Maka dari itu, Sutiaji lebih memilih untuk Kota Malang lebih menguatkan skema penanganan covid-19 melalui PPKM Mikro yang berbasis RT/RW. Lalu terkait ketersediaan pangan di masa penguatan PPKM Mikro nanti, waki kota memgatakan nilai patriotisme saat ini dapat ditunjukkan dalam bentuk berbagi kepada sesama. 

Nantinya, bantuan pangan tidak hanya ditujukan kepada pasien yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman), tetapi juga diterapkan kepada orang-orang agar tidak bermobilitas tinggi di luar rumah. 

"Kalau keluar, dia diancam tidak mendapatkan bantuan. Ini kita cari polanya di tingkat RT/RW, karena di situ yang mengetahui mobilitasnya atau mungkin di situ punya pantauan dengan GPS-nya. Saya kira bisa menyelesaikan masalah," ucapnya. 

PPKM Mikro juga dapat didesain lebih baik lagi untuk mengendalikan penanganan covid-19. Pemkot pun berencana membuat satu pilot project penerapan PPKM Mikro di salah satu wilayah RT/RW di Kota Malang. 

"Insya Allah dalam waktu dekat melalui Pak Sekda,  saya minta mengambil satu pilot project di setiap kelurahan RT/RW yang mampu memantau mobilitas orang dengan baik," pungkas Sutiaji.

Topik
Pemkot MalangWali Kota Malang SutiajiSemangati wargasebutan jokowi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru