Apresiasi Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Malang, Gubernur Khofifah Ingatkan Prokes 5M

Jul 18, 2021 16:35
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta saat tinjau serbuan vaksinasi Covid-19 di Kota Malang, Minggu (18/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto dan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta saat tinjau serbuan vaksinasi Covid-19 di Kota Malang, Minggu (18/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi tingginya animo masyarakat mengikuti vaksinasi Covid-19. Begitu juga dengan kebersamaan banyak pihak dalam menggelar vaksinasi Covid-19 massal bagi masyarakat.

"Kohesivitas kita sangat tinggi untuk bersama-sama melakukan gerakan vaksinasi, serbuan vaksinasi, gerai vaksinasi, baksos lalu bentuknya juga vaksinasi," ujarnya saat konferensi pers usai meninjau kegiatan Serbuan Vaksinasi Covid-19 di Graha Cakrawala Universitas Negeri Malang, Minggu (18/7/2021). 

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa saat ini seluruh pihak sedang bahu membahu membangun sinergitas untuk mensukseskan program percepatan Vaksinasi Nasional untuk mencapai herd immunity bagi masyarakat seluruh Indonesia.  

Orang nomor satu di Pemerintahan Provinsi Jatim ini juga bersyukur dengan adanya upaya-upaya untuk mempercepat program Vaksinasi Nasional, animo masyarakat pun cukup tinggi untuk mengikuti gelaran vaksinasi massal. "Alhamdulillah berseiring dengan semangat masyarakat, animo yang sangat tinggi untuk melaksanakan vaksinasi," katanya. 

Meskipun begitu, Khofifah terus mengimbau kepada masyarakat yang sudah menjalani vaksinasi agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) 5M. Yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. "Karena 5M ini kunci untuk bisa melandaikan bahkan menghentikan penyebaran Covid-19," imbuhnya. 

Untuk diketahui, dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangkoarmada-II Laksda TNI Iwan Isnurwanto, serta jajaran pejabat TNI-Polri lainnya. 

Sementara itu, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa dengan tingginya animo masyarakat untuk mengikuti gelaran vaksinasi yang diadakan di masing-masing daerah, membuat persentase vaksinasi di Jawa Timur meningkat dibanding provinsi lain di Pulau Jawa. 

"Seperti kita ketahui bersama bahwa Jawa Timur alhamdulillah sampai hari ini sudah lebih dari 20 persen penduduk Jawa Timur yang divaksin," ujarnya. 

Perwira tinggi TNI dengan dua bintang di pundaknya ini juga menyampaikan bahwa untuk saat ini, Provinsi Jawa Timur tidak masuk dalam prioritas atau atensi khusus dari Presiden RI Joko Widodo terkait program percepatan Vaksinasi Nasional. 

"Jadi beberapa kali Presiden menyampaikan bahwa sekarang pemerintah sedang gencar-gencarnya meningkatkan vaksinasi di tiga provinsi, yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah dan Banten," terangnya. 

Untuk Provinsi Jawa Timur tidak masuk dalam prioritas Presiden RI Joko Widodo dalam program percepatan Vaksinasi Nasional dikarenakan Provinsi Jawa Timur telah secara mandiri sudah melebihi target. "Tetapi Jawa Timur tidak karena secara mandiri pun sudah bisa melebihi target dibandingkan dengan provinsi-provinsi yang tadi saya sebutkan," tuturnya. 

Lebih lanjut, pihaknya juga terus mengimbau kepada seluruh masyarakat di Provinsi Jawa Timur agar segera melakukan pendaftaran di tiap-tiap instansi baik itu dari TNI, Polri maupun pemerintah daerah setempat. 

Hal itu bertujuan untuk mendorong percepatan program Vaksinasi Nasional hingga 70 persen masyarakat tervaksin demi terciptanya herd immunity masyarakat Indonesia.

Topik
Khofifah Indar ParawansaGubernur Khofifahcapaian vaksinasi jatimVaksinasi Covid 19vaksinasi massalsudihartawan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru