Empat Hari tidak Ada Kabar, Marketing Perumahan Meninggal di Kamar Indekos

Jul 17, 2021 20:38
Petugas medis dan pihak kepolisian saat mendatangi rumah kos untuk melakukan evakuasi jenazah penghuni kos, Sabtu (17/7/2021). (Foto: Polsek Sukun)
Petugas medis dan pihak kepolisian saat mendatangi rumah kos untuk melakukan evakuasi jenazah penghuni kos, Sabtu (17/7/2021). (Foto: Polsek Sukun)

MALANGTIMES - Warga Jalan Keben II, RT.05/RW.07, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun, Kota Malang digegerkan dengan kematian seorang perempuan di dalam kamar indekos. 

Mayat diketahui bernama Yurike Niki Dahlia (28) asal Desa Kebonsari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar bekerja sebagai tim marketing perumahan di kawasan Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Dia tinggal indekos tempat dia ditemukan meninggal dunia.

Sebelum ditemukan meninggal, empat hari sebelumnya Yurike mengabarkan dirinya sedang tidak enak badan. Yurike mengaku sedang sakit tifus dan batuk. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun MalangTIMES.com, penemuan meninggalnya Yurike itu bermula saat sejumlah penghuni dan keluarga pemilik indekos mencium bau tidak sedap di sekitar lokasi kejadian.

Penasaran dengan asal-usul bau menyengat tersebut, penghuni bersama keluarga pemilik indekos mencari asal bau tidak sedap tersebut. 

Rupanya, bau menyengat sangat terasa di kamar yang dihuni oleh korban. Dan ketika pintu kamar dibuka, korban sudah ditemukan tidak bernyawa dengan posisi badan telentang di dalam kamar indekosnya. 

Wira (38) menantu pemilik rumah indekos menjelaskan kronologis penemuan mayat korban bermula dari komunikasi yang terjalin antara korban dengan Wira. Di mana dari komunikasi tersebut diketahui bahwa korban kesehatannya sedang kurang stabil. 

"Korban bilangnya sakit tipes dan korban masih memiliki gejala batuk, sehingga saya sarankan untuk istirahat dan tidak jalan jauh-jauh," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (17/7/2021). 

Kemudian, Wira pun juga menunjukkan bahwa pada hari Rabu (14/7/2021) dirinya sempat mengirimkan pesan melalui WhatsApp untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Namun, tidak ada pesan balasan dari korban. 

Kemudian Wira berinisiatif mengecek kamar korban di pagi hari. Namun, pintu kamar dalam kondisi terkunci dari dalam. Dirinya pun mengira korban sedang pulang kampung, karena lampu kamar mandi dalam terlihat dalam kondisi menyala. 

"Pada hari Sabtu (17/7/2021) sekitar pukul 11.30 WIB, anak kos turun bilang ke saya, kalau dari kamar korban tercium bau busuk menyengat," terangnya. 

Lalu ketika dirinya bersama penghuni indekos lainnya mengintip ke dalam kamar korban melalui jendela, tampak kondisi korban telentang dan sudah tidak bernyawa. "Setelah diintip dari jendela secara paksa, ternyata korban dalam kondisi meninggal dunia," tuturnya. 

Mengetahui kejadian tersebut, Wira pun langsung melaporkan kejadian penemuan mayat tersebut kepada aparat kepolisian Polresta Malang Kota. 

Berselang beberapa menit kemudian, pihak kepolisian dan tim medis dari RJT datang ke lokasi penemuan mayat untuk segera melakukan evakuasi jenazah menggunakan ambulans. 

Sementara itu Kanit Reskrim Polsek Sukun Iptu Didik Sripurwanto mengatakan bahwa mayat  sudah dievakuasi menuju Kamar Mayat Rumah Sakit Saiful Anwar (RSAA) Malang oleh anggota Polresta Malang Kota bersama tim medis. "Jenazah sudah dibawa ke Kamar Jenazah RSSA dan anggota juga telah menghubungi keluarga korban," pungkasnya.

Topik
Kota Malangoutfit eleganPolsek Sukun

Berita Lainnya

Berita

Terbaru