Tak Masalah Dikritik Tonton Ikatan Cinta, Mahfud MD Beri Penjelasan

Jul 17, 2021 14:43
Menko Polhukam RI, Mahfud MD (foto: istimewa)
Menko Polhukam RI, Mahfud MD (foto: istimewa)

INDONESIATIMES - Menteri Koordinator (Menko) Politik, Hukum dan Keamanan (Polhukam) Republik Indonesia (RI) Mahfud MD mengaku tak mempermasalahkan jika kritik datang padanya. Hal itu termasuk berkaitan dengan cuitan dirinya ketika mengomentari alur jalannya serial sinetron Ikatan Cinta pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

“Tak apa-apa kalau sinetron. Semua kritik dan dukungan bagus. Terima kasih atas semua kritik dan dukungan untuk cuitan saya itu. Itu artinya demokrasi berjalan, ada yang punya pandangan, ada yang mengkritik, ada yang mendukung, dan ada yang diam saja, tidak ada yang melanggar hukum," kata Mahfud Sabtu (17/6/2021), dilansir Detik.com.

Meski tidak mempermasalahkan ketika ada kritik, tapi Mahfud MD menjelaskan ihwal dirinya membuat cuitan soal hukum pidana yang ada dalam alur adegan sinetron Ikatan Cinta. Menurut dia, adegan sinetron yang ditonton banyak orang tidak boleh asal-asalan, sebab akan berpengaruh kepada masyarakat.

“Kalau yang itu, saya hanya ingin menyampaikan pesan penting agar di ruang publik yang banyak ditonton orang, hukum dipahami sesuai bidangnya. Ada perbedaan mendasar antara hukum pidana, hukum perdata, dan hukum administrasi. Kalau ini tak dipahami, ya kacau, apalagi kalau diperagakan sebagai tindakan aparat,” ujar dia.

Mahfud pun mengaku bahwa pihaknya tetap bekerja dan menjalankan tugas sebagai Menko Polhukam selama PPKM Darurat ini. Bahkan ia juga mengaku bahwa sejak adanya PPKM Darurat, pihaknya melakukan rapat hingga malam hari.

“Saya sih tetap bekerja, bahkan yang resmi, seperti rapat-rapat bisa sampai jam 22.00 WIB. Seharian, Jum'at kemarin saya rapat berkali-kali sampai jam 21.00 WIB. Terakhir memimpin rapat lintas kementerian/lembaga sampai jam 21.30 WIB, membahas strategi media dan pengamanan G20 Presidency, yang akan berlangsung pada 2022. Ini kan masih ada covid-19. Jadi mulai dibahas sekarang segala skenarionya,” tuturnya.

Sebelumnya, cuitan Mahfud MD terkait serial sinetron Ikatan Cinta pada akun Twitter pribadinya memunculkan pro kontra di kalangan masyarakat. Sebab, saat ini masyarakat masih banyak yang mengeluh karena perekonomian menurun dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali.

Dalam cuitannya, Mahfud MD mengatakan bahwa ada proses hukum yang salah pada penerapan tapping adegan sinetron Ikatan Cinta. Dilihat dari cuitan yang ditulis, Menko Polhukam RI ini sangat memahami jalannya cerita.

Mulanya, Mahfud MD menceritakan bahwa dirinya mendapat kesempatan menonton sinetron Ikatan Cinta pada masa PPKM Darurat ini.

“PPKM memberi kesempatan kepada saya nonton serial sinetron Ikatan Cinta. Asyik juga sih, meski agak muter-muter. Tapi pemahaman hukum penulis cerita kurang pas. Sarah yang mengaku dan minta dihukum karena membunuh Roy langsung ditahan. Padahal pengakuan dalam hukum pidana itu bukan bukti yang kuat,” tulis Mahfud MD.

“Pembunuh Roy adalah Elsa. Sarah, ibu Elsa, mengaku sebagai pembunuhnya dan minta dihukum demi melindungi Elsa. Lah, dalam hukum pidana tak sembarang orang mengaku lalu ditahan. Kalau begitu nanti banyak orang berbuat jahat lalu menyuruh (membayar) orang untuk mengaku sehingga pelaku yang sebenarnya bebas,” lanjut Mahfud MD.

Cuitan awal dari Mahfud MD ini pun langsung mendapatkan respon dari masyarakat dengan 398 Retweet dan 2058 likes. Dan banyak juga masyarakat yang mampir melalui kolom komentar.

Salah satunya yakni akun Twitter @EnyMastuti yang menganggap cuitan Mahfud MD juga memberikan pencerahan bagaimana seharusnya hukum ditegakkan. “Wah #IkatanCinta harus makin hati-hati ini. Riset dan konsul ke ahlinya harus lebih serius untuk teknis menyangkut disiplin ilmu tertentu. Jangan lagi ada jawaban, namanya juga sinetron. Terima kasih bapak @mohmahfudmd, sudah sempatkan berbagi ilmu. Makin semangat nonton sambil belajar nih. #IkatanCintaEp358,” tulis @EnyMastuti.

Namun ada pula yang berkomentar tentang kesulitan masyarakat di masa PPKM Darurat. Komentar itu muncul dari akun Twitter bernama @akupeduli77.

“Ya Allah Pak, malu kepada Allah. Rakyat lagi sulit harusnya pejabat sibuk memikirkan nasib rakyatnya. Bukan bahas sinetron, dipundak kalian ada nasib kami yang akan Allah tanya kelak. Pak karena PPKM rakyat banyak yang tidak berpenghasilan coba kalian berfikir keras soal itu. Astaghfirullah,” tulis @akupeduli77.

Sementara itu politisi Partai Gerindra, Fadli Zon juga turut memberikan komentar atas cuitan yang ditulis oleh Mahfud MD di Twitter. Komentar tersebut ditulis Fadli dalam feed akun Instagram pribadinya.

“Inilah kalau komando pengendalian Covid tidak langsung dipimpin Presiden. Ada yang sibuk, berjibaku di lapangan, ada yang asyik nonton sinetron Ikatan Cinta. Saran saya Pak Jokowi ambil alih kepemimpinan penanganan darurat Covid. Semua menteri ada tanggung jawab masing-masing. Selamat nonton Pak,” tulis Fadli Zon dengan memberikan emoticon tertawa lebar.

Topik
Prof Dr Moh Mahfud MDCuitan Mahfud MDlowongan kerja rsi unisma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru