Pertengahan Tahun, Pendapatan Daerah Kota Malang Surplus 6,75 Persen

Jul 16, 2021 13:33
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang, Handi Priyanto. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Capaian pendapatan daerah Kota Malang nampaknya menuai hasil yang signifikan. Pada triwulan ke-dua atau hingga bulan Juni 2021 ini, pendapatan daerah yang masuk sebesar Rp 188 Miliar. 

Jumlah tersebut bahkan melampaui target yang ditetapkan di triwulan ke-dua yakni sebesar Rp 155 Miliar. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Malang dalam hal ini mencatatkan surplus untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) di pertengahan tahun ini sebesar Rp 33 Miliar.

Kepala Bapenda Kota Malang Handi Priyanto menyatakan, capaian pendapatan daerah ini bersumber dari beberapa sektor pajak. Yakni, pajak restoran, pajak bea perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan pajak reklame.

Rinciannya, dari pajak restoran yang ditargetkan Rp 20 Miliar mampu mencapai Rp 30 Miliar. Kemudian, BPHTB yang ditarget Rp 52 Miliar tercapai Rp 66 Miliar. Sedangkan pajak reklame yang ditarget Rp 14 Miliar berhasil tercapai Rp 15,7 Miliar.

Dengan perolehan tersebut, Handi tetap memacu bidang-bidang lainnya untuk membuat strategi dalam perolehan pendapatan daerah. "Surplus-nya 6,75 persen itu. Tapi semuanya akan tetap kita pacu dengan strategi masing- masing," ujarnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, PAD Kota Malang tahun  ini ditargetkan mampu mencapai Rp 629 Miliar. Namun, karena adanya penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, hal ini memang cukup membuat beberapa sektor terdampak yang dimungkinkan akan mempengaruhi pendapatan daerah.

Meski begitu, pihaknya optimis penurunan pendapatan daerah tidak sampai jatuh. Apalagi, Bapenda Kota Malang telah memiliki sederet program untuk memacu itu.

Seperti, dengan kembali dibentuknya tim Verlap (verifikasi lapangan) untuk BPHTB dan juga menggencarkan kembali program Bapenda Goes to Kelurahan pasca masa PPKM Darurat.

"Ini upaya jemput bola (Bapenda Goes to Kelurahan). Jadi masyarakat bisa lebih dekat kalau mau bayar pajak, tidak perlu jauh jauh ke kantor Bapenda Kota Malang. Ya mudah-mudahan dengan beberapa upaya itu bisa menekan laju penurunan PAD nantinya," jelasnya.

Di samping terus mengoptimalkan melalui program-program yang telah ada, Handi menyebut, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar sadar pajak juga terus dilakukan. Sehingga, semakin banyak warga Kota Malang yang sadar kewajiban melakukan pembayaran pajak.

"Yang paling penting, kita terus lakukan peningkatkan kesadaran pajak, agar target bisa tercapai," pungkasnya.

Topik
pendapatan daerahKota MalangBappeda Kota MalangPAD Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru