Tunggu Distribusi Obat Gratis, Wali Kota Malang Ajak Warganya Konsumsi Ramuan Herbal

Jul 16, 2021 12:38
Ilustrasi obat-obatan. (Foto: Freepik).
Ilustrasi obat-obatan. (Foto: Freepik).

MALANGTIMES - Upaya Pemerintah Pusat dalam penanganan Covid-19 terus digencarkan. Dengan lonjakan kasus saat ini, pemerintah telah menggelontorkan distribusi obat gratis ke setiap daerah. Obat tersebut diperuntukkan khusus bagi pasien isolasi mandiri (isoman) dan gejala ringan.

Di Kota Malang sendiri, Pemkot Malang saat ini masih menunggu instruksi dari pemerintah pusat. Lantaran  teknis pemberian obat kepada pasien yang menjalani isoman masih belum diberikan.

"Iya (menunggu instruksi dari pusat), terkait distribusi kita masih belum dapat informasinya," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, dr Husnul Muarif, Jumat (16/7/2021).

Ia menjelaskan, terkait obat-obatan gratis itu nantinya juga masih dilakukan formulasi lebih lanjut. Dalam hal ini, Husnul mengatakan, melibatkan dokter relawan untuk proses konsultasi terhadap antar pasien.

"Nanti kita formulasikan lagi, karena itu ada dokter yang menjadi relawan dalam konsultasi. Tentang yang dia (pasien) rasakan kemudian di jawab oleh dokter relawan kemudian diresepkan (berdasar obat-obat tersebut)," jelasnya.

Sebagai informasi, pembagian obat gratis dari Pemerintah Pusat kepada pasien isoman terdiri dari 3 paket. Paket pertama berisi vitamin-vitamin untuk warga dengan hasil PCR positif tanpa gejala atau OTG.

Paket 2 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan kehilangan penciuman. (Membutuhkan konsultasi dan resep dokter, khususnya dokter puskesmas).

Serta, paket 3 berisi vitamin dan obat untuk warga dengan PCR positif disertai keluhan panas dan batuk kering. (Membutuhkan konsultasi dan resep dari dokter).

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, nantinya sistem pendistribusian obat-obatan bagi pasien isoman akan dilalukan melalui pejabat setempat di masing-masing wilayah.

Jika ada warga yang membutuhkan, perangkat wilayah akan mendata. Kemudian, mengkomunikasikan berapa jumlah kebutuhan di wilayahnya kepada puskesmas.

"Ketika ada RW, RT tangguh, itu gampang. Nanti melalui mereka, pak Lurah  selaku ketua satgas di masing-masing Kelurahan ini yang akan mendistribusikan itu dan akan melihat kondisi di lapangan," katanya.

Meski begitu, Sutiaji menjelaskan, jika Pemkot Malang tidak menunggu atau hanya mengharapkan bantuan obat-obatan dari pusat. Melainkan, tetap mengoptimalkan dalam penggunaan obat-obatan herbal untuk upaya penanganan Covid-19. Bahkan, mengkonsumsi herbal, diakunya telah dilakukan dan terus disosialisasikan dari awal pandemi pada 2020 lalu hingga saat ini.

"Kita senang saja (adanya pembagian obat gratis), kan tinggal dibagikan. Tapi selama ini, warga disini (warga Kota Malang) banyak yang milih obat-obatan herbal. Meracik sendiri bahkan dan memang efektif," terangnya.

Apalagi, obat-obatan farmasi yang direkomendasikan oleh Pemerintah Pusat saat ini terpantau mulai langka dan mahal. Karena itu, Sutiaji menggencarkan agar masyarakat Kota Malang tidak perlu khawatir dan memusingkan terkait dengan obat.

Namun, menganjurkan untuk selalu mengonsumsi minuman herbal dari bahan-bahan alami. Pihaknya juga terus memberikan pemahaman kepada perangkat-perangkat wilayah akan penggunaan obat-obat herbal. Di mana hal ini juga menjadi salah satu program Pemkot Malang dalam penanganan covid-19 yakni Malang Herbal (Malherb).

"Malang punya Malherb, nggak usah pusing menunggu obat-obat dari farmasi itu. Kita punya obat-obat herbal itu. Dan warga juga diberi pemahaman untuk bisa membuat. Herbal nya yang kita kuatkan. Itu juga gunanya kita kuatkan tanaman-tanaman toga," tandasnya.

Topik
suharwokoObat HerbalObat Covid 19Kasus Covid 19Kota Malangdr Husnul MuarifWali Kota Malang Sutiaji

Berita Lainnya

Berita

Terbaru