Iduladha, Penyembelihan Sapi di Perumda Tunas Malang Diprediksi Meningkat 200 persen

Jul 16, 2021 08:52
Ilustrasi sapi yang akan dikurbankan pada momentum Hari Raya Idul Adha. (Foto: Kompas.com)
Ilustrasi sapi yang akan dikurbankan pada momentum Hari Raya Idul Adha. (Foto: Kompas.com)

MALANGTIMES - Penyembelihan hewan kurban di Rumah Potong Hewan (RPH) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tugu Aneka Usaha (Tunas) Malang bakal meningkat drastis. Direktur Perumda Tunas Malang Elfiatur Rokhiah memprediksi peningkatan penyembelihan hewan kurban mencapai 200 persen lebih. 

Jika pada hari-hari biasa penyembelihan sebanyak 35 ekor sampai 40 ekor, namun saat iduladha bisa mencapai 150 ekor.  "Begini, tahun kemarin saja peningkatannya (penyembelihan, Red) sekitar hampir 100 persen dari hari-hari biasa. Nah tahun ini kemungkinan 150 sampai bahkan bisa 200 persen dari hari-hari biasa. Hari-hari biasa kita maksimal paling 35 sampai 40 ekor," ungka Elfiahtur Rokhiah kepada MalangTIMES.com. 

Elfiatur menyebutkan peningkatan itu juga seiring terbitnya surat edaran terkait teknis pelaksanaan penyembelihan hewan kurban. Surat Edaran (SE) Kementerian Agama RI Nomor 17 tahun 2021 tentang Peniadaan Sementara Peribadatan di Tempat Ibadah, Malam Takbiran, Salat Idul Adha dan Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kurban 1442 Hijriah/tahun 2021. 

Dalam SE Kementerian Agama RI Nomor 17 tahun 2021 tersebut, khusus terkait petunjuk teknis pelaksanaan kurban 1442 Hijriah/tahun 2021 terdapat beberapa poin utama yang harus diperhatikan. 

Yakni penyembelihan hewan kurban harus dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam, termasuk hewan kurban yang disembelih. Kemudian untuk menghindari kerumunan di lokasi pelaksanaan kurban, penyembelihan hewan kurban dilaksanakan pada tanggal 11, 12, 13 Dzulhijjah 1442 Hijriah di Rumah Pemotongan Hewan-Ruminasia (RPH-R).

Lalu, mengingat keterbatasan jumlah dan kapasitas RPH-R, maka pemotongan hewan kurban dapat dilakukan di luar RPH-R dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Serta melarang kehadiran pihak-pihak lain, selain petugas pemotongan hewan kurban. 

Lebih lanjut, Elfiatur menjelaskan bahwa untuk pelaksanaan penyembelihan hewan kurban pada momentum Idul Adha 1441 Hijriah/tahum 2020 dengan kondisi yang sama di tengah wabah pandemi Covid-19, jumlahnya juga mencapai ratusan hewan kurban yang disembelih. 

"Kalau di Gadang itu kemarin sampai hari ketiga, 185 (sapi, red). Di Cemorokandang cuma 28. Jadi yang banyak itu di hari kedua sampai 80 ekor," ujarnya. 

Untuk kapasitasnya sendiri, khusus di RPH Gadang tersedia 13 tempat penyembelihan hewan kurban yakni sapi. Dan dalam satu hari pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah/tahun 2020 pihaknya dapat menampung 130 sapi.

"130 itu kan satu hari 8 jam. Sampai pengulitan, sampai karkas itu diperlukan waktu sekitar 30 menit, jadinya kan ada sekitar 10 gelombang. 130 itu hanya di Gadang saja. Kalau Cemorokandang sehari cuma 40 maksimal," bebernya. 

Sementara itu, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dan berhitung dengan jajaran RPH, Kementerian Agama RI Kota Malang dan Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Kota Malang terkait kapasitas yang akan diterima untuk pelayanan penyembelihan nantinya pada momentum Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah/tahun 2021.

Dalam kesempatan itu dia juga menyatakan peningkatan hewan kurban yang bakal disembelih di RPH didominasi oleh sapi. Pasalnya untuk kambing, masyarakat masih bisa memungkinkan untuk melaksanakan penyembelihan di tempatnya masing-masing. "Kambing itu sebenarnya yang memotongkan di kami enggak banyak. Karena mungkin pertimbangan masyarakat, kalau kambing mereka masih ngatasi untuk ruangannya. Kalau di kami siapkan untuk sekali potong itu 10 ekor," terangnya.

Topik
Perumda Tugu Aneka Usahataehyungkomunitas kere royal

Berita Lainnya

Berita

Terbaru