Geger Layanan Ambulance Kota Malang Dikeluhkan hingga Jawaban Dinas Kesehatan

Jul 15, 2021 19:33
Ilustrasi ambulance. (Foto: source google).
Ilustrasi ambulance. (Foto: source google).

MALANGTIMES - Kasus Covid-19 yang terus mengalami lonjakan di Kota Malang nampaknya mempengaruhi layanan Ambulance. Terutama untuk penjemputan dan pengantaran pasien yang nampaknya cukup mengalami kendala.

Baru-baru ini misalnya, beredar keluhan dari seorang warga yang tengah mencari ambulance untuk mengantarkan keluarganya yang tengah sakit. Dalam informasi berbentuk rekaman itu pun disebutkan jika kondisi pasien saat itu saturasinya turun di angka 40, namun kondisinya sudah negatif Covid-19.

Sayangnya, layanan ambulance yang dihubungi tidak bisa melakukan pengantaran dan penjemputan pasien lantaran tidak di sekitar wilayah setempat. Pihak yang bersangkutan kemudian dianjurkan untuk diantarkan oleh ambulance di Puskesmas setempat atau menghubungi public Safety Center (PSC) 119 untuk layanan kegawatdaruratan.

Berikut kutipan rekaman yang tersebar luas dalam pesan singkat WhatsApp.

"Hallo petugas ambulance?," kata suara perempuan yang menghubungi petugas ambulance.

"Iya," jawab seseorang saat telepon tersambung.

"Bisa minta tolong pak jemput pasien, ini saturasinya sudah 40. Tapi sudah di tes covid negatif kok. Di Ciptomulyo, puskesmal ciptomulyo," tambah penelepon.

"Memang puskesmasnya tdk ada ambulance?," jawab petugas.

"Ada pak, tapi supirnya nggak ada. Supirnya sedang ada kegiatan penyuluhan atau apa," terang penelepon.

"Lha gimana kok ada pasien darurat malah bepergian ini kan masih jam dinas. Ibu ke PsC saja, klo kegawatdaruratan PSC," jawab petugas.

"Sudah menghubungi diangkat tp ga ada jawaban," terang penelepon."Sudah di wasap bu?," tanya petugas.

"Sudah tapi centang satu," tambah penelepon.

"Karena kalau layanan ambulance sesuai wilayah," jelas petugas.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan, layanan fasilitas ambulance di lingkup Kota Malang yang masuk sarana prasarana kesehatan Dinkes Kota Malang sistemnya untuk dipergunakan di setiap wilayah. Dalam hal ini, biasanya melalui puskesmas wilayah.

Dalam hal ini puskesmas juga membawahi fasilitas kesehatan lainnya, seperti rumah sakit, atau klinik yang memiliki sarana transportasi pengangkut pasien ini.

"Jadi Kota Malang itu (ambulance) sistemnya per wilayah. Teman-teman ada juga yang di wilayah lain yaitu puskesmas. Puskesmas dalam hal ini membawahi beberapa fasilitas, seperti rumah sakit, klinik yang juga ada transportasinya. Ini ditarik menjadi jejaring di wilayah," terangnya.

Sedangkan, keterkaitan dengan PSC 119, dijelaskan Husnul, hal itu tidak serta merta semuanya bisa terlayani. Artinya, layanan PSC 119 memang diperuntukkan bagi kondisi kegawatdaruratan.

Sehingga, tidak semua kebutuhan akan sistem antar jempur pasien bisa dilakukan di PSC 119. Mengingat, jumlah petugas dan transportasi yang juga terbatas.

"PSC ini sebagai kegawatdaruratan. Sehingga kalau semuanya bermuara ke PSC tentu loadnya akan tinggi. Keterbatasan tenaga dari PSC, keterbatasan transport ini menjadi hambatan. Inilah yang ditarik ke jejaring wilayah yang akan diaktifkan," jelasnya.

Lebih jauh, menurut Husnul, setiap Puskesmas telah menjadi pembina untuk membawahi fasilitas kesehatan (Faskes) di wilayahnya. Sehingga, ketika dibutuhkan ambulance sewaktu-waktu, Faskes setempat yang memiliki ambulance bisa digunakan.

"Puskesmas sebagai pembina di dalam wilayah tersebut, membawahi beberapa fasilitas kesehatan. Nah, ini berapa yang tersedia transportnya untuk bisa digunakan beserta nanti ada nomor kontaknya," pungkasnya.

Topik
vaksinasi warga binaanKota MalangDinas KesehatanHusnul Muarif

Berita Lainnya

Berita

Terbaru