Stadion Kanjuruhan Ditutup, Pedagang Mengeluh

Jul 15, 2021 18:00
Penutupan Stadion Kanjuruhan dikeluhkan pedagang (Foto: Istimewa).
Penutupan Stadion Kanjuruhan dikeluhkan pedagang (Foto: Istimewa).

MALANGTIMES - Sejumlah pedagang yang biasa berjualan di area Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Kabupaten Malang mengeluh. Pasalnya, selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat ini, Stadion Kanjuruhan ditutup. 

Sebagai informasi, pada hari biasa atau weekday, area Stadion Kanjuruhan biasanya dipadati oleh aktivitas pedagang di Pasar Malam. Mulai dari penjual makanan, baju hingga mainan ada di sana. Sedangkan saat akhir pekan, masyarakat sudah mulai memadati area tersebut sejak pagi untuk berolahraga.

"Ya semoga saja (pandemi) ini bisa berakhir. Kami kesulitan berjualan sudah sejak pandemi ini tahun 2020. Karena ada beberapa kebijakan, sehingga di sini (Stadion Kanjuruhan) sepi," ujar salah satu PKL yang enggan disebutkan namanya. 

Sementara itu, saat ini sejumlah pedagang ada yang beralih dengan berjualan di depan Stadion Kanjuruhan.

Dari informasi yang dihimpun, Stadion Kanjuruhan ditutup setelah 3 hari PPKM Darurat resmi diterapkan di Kabupaten Malang. Tepatnya, pada Senin (5/7/2021). Sedangkan PPKM Darurat sendiri dimulai sejak 3 Juli 2021 dan dijadwalkan berakhir pada 20 Juli 2021 mendatang. 

"Iya intinya kami patuh kepada instruksi Pemerintah Pusat. Karena ada PPKM Darurat, kalau mengacu pada jadwalnya kan sampai tanggal 20 Juli 2021. Itu kami masih belum tahu diperpanjang atau tidak," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang Nazzarudin melalui sambungan telepon, Kamis (15/7/2021).

Sehingga, pihaknya pun juga melarang adanya aktivitas apapun di dalam area Stadion Kanjuruhan. Sebagai informasi, Stadion Kanjuruhan memang menjadi salah satu jujugan masyarakat untuk melakukan berbagai aktivitas. Mulai dari berolahraga, berjualan atau sekadar menghabiskan waktu luang. 

"Ya tentu sudah dilarang selama PPKM Darurat ini. Sementara dari kami belum bisa memberikan toleransi apapun. Baik bagi PKL atau pemilik ruko," terang pria yang pernah menjabat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang ini. 

Namun, dirinya menyebut bahwa tidak menutup kemungkinan nantinya akan ada kebijakan khusus atau toleransi yang diberikan kepada penyewa ruko. Jika memang yang bersangkutan menginginkan adanya toleransi karena tidak bisa berjualan selama masa PPKM Darurat.

"Bisa saja ada toleransi atau kebijakan yang diberikan. Kalau memang itu yang dikeluhkan. Misalnya soal uang sewa ruko. Kalau memang dikeluhkan, ya bisa nanti dibicarakan," pungkasnya.

Topik
Stadion Kanjuruhan Malangbapenda kabupaten madiunDispora Kabupaten Malangpaparan covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru