Pacu Adrenalin Susuri Jalur Tikus Menghindari Penyekatan PPKM Darurat di Kota Batu

Jul 15, 2021 12:10
Jalur Alterntif Dau Kabupaten Malang-Junrejo Kota Batu ditutup/foto Muklas JatimTimes
Jalur Alterntif Dau Kabupaten Malang-Junrejo Kota Batu ditutup/foto Muklas JatimTimes

BATUTIMES - Penyekatan dan penutupan akses lalu lintas di Kota Batu selama pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat menyulitkan banyak orang.

Karena penutupan jalan tidak hanya dilakukan di akses utama di Kota Pariwisata saja, tapi juga dilakukan di tingkat desa maupun kelurahan. Praktis jalan-jalan yang ada pun tidak bisa dilalui oleh para pengguna kendaraan.

Pada hari normal sebelum PPKM Darurat, akses utama keluar masuk Kota Batu di Jalan Raya Soekarno Hatta di pertigaan Pendem. Namun, selama PPKM Darurat, jalur utama ini hanya sebagai pintu keluar dari Kota Batu. Untuk bisa keluar dari Kota Batu, juga perlu membawa surat tugas dan surat sudah rapid tes. Serta memakai masker.

Sedangkan untuk masuk ke Kota Batu dari arah Kota Malang, pengguna kendaraan diarahkan putar ke Jalan Raya Karangploso Kabupaten Malang hingga tembus masuk Desa Giripurno. Pada jalur ini juga dijaga pihak polisi dan TNI. Dan biasanya diminta keterangan.

Selain jalur utama tersebut, sebenarnya ada juga jalur yang biasa dilalui para petani dan para tengkulak sayur polopendem masuk ke Desa Junrejo Kota Batu dengan wilayah Desa Sumbersekar Kabupaten Malang. 

Namun sayang, di lokasi titik penghubung itu juga disetop dengan papan ukuran 3X3 meter. Diberi kayu bersilang. Dipaku dengan kuat. Dan dipalang kunci oleh pemerintah desa. Serta bertuliskan Selama PPKM Jalur penghubung ditutup. Jangan coba-coba merusak akses penutup jalan.

Bila membobol atau merusak, bisa dikenai sanksi, bahkan bisa berujung pidana. Seperti, pasal 406 tentang perusakan terhadap barang. Kemudian, ada pasal 212 tentang melawan petugas. Atau bisa saja anda dijerat soal perbuatan tidak menyenangkan yang diatur dalam pasal 335 di Kitab Undang undang Hukum Pidana (KUHP). Belum lama ini Polres Batu telah menetapkan seorang warga karena merusak akses penutup jalan.

Meski demikian, masih ada kok jalan keluar-masuk ke Kota Batu. Kalau boleh dibilang jalur tikus. Pilihan ini dijamin aman. Tidak ada patroli. Bahkan, bisa menghindari kerumunan massa. Dan, menghindari operasi polisi serta penyekatan. 

Memang tidak banyak yang memilih jalur ini. Hanya sebagian kecil saja yang meluinya. Dan saya pun mencoba jalur yang tidak banyak dipilih orang untuk keluar masuk Kota Batu ini dengan aman dan lancar.

Singkat cerita, saya masuk Kelurahan Dadaprejo Kota Batu. Ini jalur penghubung antara Kota Malang dengan keberadaan Kota Apel. Lokasi paling dekat dari titik lokasi yang lain. Tapi, ketika masuk hampir semua sudut dipalang. Ada juga portal dan beberapa penjaga di tiap sudut jalan penghubung tersebut. Nyaris putus asa karena semua akses ditutup. 

Semua kendaraan dilarang keluar-masuk. Tidak jarang ada penjaga yang mengalihkan untuk putar balik. Bahkan, seorang pengendara roda empat sempat turun untuk membuka palang pintu. Namun, ia gagal. 

PIlihannya harus memutar karena tidak boleh berhenti di lokasi tersebut. Saya kemudian pakai pemetaan. Saya tinggalkan titik penyekatan itu semua.  Saya pikir banyak cara menuju ke Roma. Banyak cara untuk menerobos jalan tanpa merusak palang, maupun portal itu. Namun, semua penghubung sudah dipasang palang dan kayu di tengah-tengah jalan.

Putar zigzag motor saya pun mencari lokasi arus air sawah. Sebab, lokasi Kota Batu berada di ketinggian. Tentu air akan mengalir ke bawah. Sedikit berkelok, jalan makadam dan jalan terjal agar bisa jalan pintas. Ya, sampai di lokasi masuk persawahan milik warga dan lahan pertanian. Namun, cukup manjur juga buat cari solusi. Jalan tikus. 

Walhasil, bisa meninggalkan Kota Batu dan masuk ke Desa Sumbersekar. Di desa ini bisa dibilang satu-satunya yang berdekatan dengan Kota Batu dari arah timur. Begitu bisa masuk Sumbersekar, perjalanan pun lancar ke Kota Malang.

Sekadar informasi bahwa selama PPKM Pemkot Batu banyak melakukan kebijakan. Di antaranya adalah penutupan tempat ibadah. Tempat rekreasi seperti wahana wisata Jatim Park Group. Dan, tempat kuliner. Kemudian, penutupan kegiatan konstruksi, resepsi pernikahan, fasilitas publik dan kegiatan belajar mengajar. 

Semoga, PPKM bisa membawa perubahan. Dan warga bisa patuh serta sehat walafiat semua.

Topik
sebutan jokowipengetatan mudikpelanggar ppkm darurat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru