Viral Wanita Disuntik Jarum Kosong saat Vaksin di Karawang, Petugas hingga Bupati Buka Suara

Jul 15, 2021 09:48
Wanita disuntik jarum kosong (Foto: Intagram)
Wanita disuntik jarum kosong (Foto: Intagram)

INDONESIATIMES - Media sosial sempat dihebohkan dengan video yang menunjukkan seorang wanita tengah melakukan vaksinasi Covid-19. Namun diketahui, wanita itu disuntik dengan jarum kosong oleh petugas tanpa diisi cairan vaksin

Disebutkan bahwa peristiwa itu terjadi di salah satu puskesmas daerah Karawang, Jawa Barat, tepatnya di Puskesmas Wadas, Kecamatan telukjambe Timur, Karawang. Video itu viral setelah diunggah oleh akun Instagram @halokrw. 

"Jarum ditusukkan namun langsung dicabut lagi tanpa ada proses menekan ujung bagian atas suntikan seperti penyuntikan pada umumnya," tulis akun @helokrw.

Menurut perekam video tersebut, Rima Melati, video itu diambil pada Senin (12/7/2021) sekitar pukul 10.00 WIB. Rima mengaku mengambil video untuk dokumentasi pribadi dan hanya mengirim video itu ke dua orang. Sementara perempuan yang disuntik dalam rekaman video adalah teman kerjanya bernama Tari Nurfadilah.

Klarifikasi petugas vaksin

Terkait peristiwa ini, petugas vaksinator pun memberikan klarifikasi. Petugas vaksinator bernama Maola Nurul Shinta sekaligus pegawai puskesmas itu menyangkal bahwa ia tidak menginjeksikan cairan vaksin. 

Ia mengaku bahwa dirinya sudah melakukan penyuntikan vaksin sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). "Tiap kami menyuntik, botol vaksin itu langsung kami ambil pakai spuit (pompa piston dalam alat suntik) untuk disuntikkan kepada penerima vaksin," kata Maola. 

Ia lalu mengatakan bahwa ada 2 teknik dalam menyuntik. Pertama, menekan ujung alat suntik menggunakan jempol. 

Kedua, menekan menggunakan telapak tangan. Sementara, Maola mengaku menggunakan teknik kedua sehingga di kamera terlihat seakan cairan vaksin tidak terdorong masuk ke tubuh penerima vaksin.

Maola lalu mengatakan jempol tangannya kapalan. Sebab selama 1 minggu sebelumnya ia sudah menyuntik 2 ribu orang lebih dengan rata-rata 300 orang per hari. 

"Mereka mungkin berkata disuntik tidak berasa, itu karena respons tubuh berbeda-beda tergantung keluhan dan kenyamanannya. Ada yang disuntik sakit, ada yang tidak berasa, ada yang terasa," tambahnya.

Ia lantas berpesan kepada masyarakat untuk tidak mempercayai pada berita hoaks. Maola meminta masyarakat percaya kepada tenaga medis yang dari awal pandemi ada di garda terdepan.

Bupati Karawang angkat bicara

Peristiwa ini juga langsung ditanggapi oleh Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana bersama Wakil Bupati Karawang Aep Syaepuloh. Keduanya diketahui langsung mendatangi Puskesmas Wadas dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Oliesta Ageng Wicaksana.

"Pemkab hadir memintai keterangan dari kedua belah pihak karena kami tidak ingin ada opini yang terbentuk tapi belum tentu kebenarannya. Setiap orang punya hak jawab, punya pendapat, tapi semua proses penyelidikan jadi kewenangan penegak hukum," kata Cellica.

Ia juga menambahkan, bahwa Maola yakin 100 persen sudah menyuntikkan dosis pertama vaksin jenis Sinovac terhadap wanita itu. Saat ini kasus sedang dalam masa penyelidikan untuk mencari kepastian. 

Cellica juga menjamin jika Maola atau siapa pun oknum tenaga medis yang secara sengaja lalai dalam bertugas, ia tak segan untuk memberikan sanksi administrasi berupa pemberhentian. "Sebaliknya, bila ada ujaran-ujaran tidak benar di media sosial, itu juga ada konsekuensi hukumnya," ucapnya. 

Topik
Vaksinasi Covid 19kabupaten karawangcellica nurrachadianatanah papua

Berita Lainnya

Berita

Terbaru