Vitamin D Bisa Tingkatkan Imun Tubuh, Seberapa Ampuh Cegah Covid-19? 

Jul 14, 2021 10:02
Vitamin D (Foto: Saúde do Corpo)
Vitamin D (Foto: Saúde do Corpo)

INDONESIATIMES - Seperti diketahui, infeksi virus Covid-19 telah menyerang sistem imun tubuh. Maka tak jarang, jika vitamin D sering diberikan kepada pasien Covid-19. 

Lantas, seperti apa hubungan vitamin D dan Covid-19?

"Vitamin C, D dan E sering dihubungkan dengan sistem imun. Vitamin D memang salah satu yang berkorelasi dengan sistem imun tubuh," ujar Guru Besar Fakultas Farmasi UGM, Prof. Dr. Zullies Ikawati, Apt dikutip melalui wawancara eksklufis Kompas.com. 

Prof Zullies juga menyebut bahwa kebutuhan vitamin D harian, sebenarnya bisa dipenuhi melalui konsumsi makanan sehat dan berjemur di bawah sinar matahari pagi. 

Melansir melalui Mayo Clinic, vitamin merupakan nutrisi yang dibutuhkan tubuh untuk membangun dan menjaga kesehatan tulang. Vitamin D juga mengatur banyak fungsi seluler lainnya dalam tubuh.

Manfaat vitamin D juga bersifat anti-inflamasi atau anti peradangan, antioksidan, serta neuroprotektif yang terkandung dapat mendukung kesehatan kekebalan tubuh, fungsi otot, dan aktivitas sel otak.

Seperti diketahui, akhir-akhir ini suplemen vitamin D banyak diburu masyarakat. Hal itu dikarenakan vitamin D diyakini manfaatnya dalam meningkatkan imun tubuh dan mencegah infeksi Covid-19. 

Sumber vitamin D, tidak secara alami dapat ditemukan di banyak jenis makanan. Akan tetapi, vitamin D bisa ditemukan pada susu, sereal, dan ikan dengan lemak baik seperti salmon, makarel dan sarden. 

Seperti disampaikan juga oleh Prof Zullies, vitamin D juga bisa diperoleh dengan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Sebab, sinar matahari bisa langsung mengubah bahan kimia di kulit kita menjadi bentuk aktif vitamin (kalsiferol). 

"Tubuh kita itu sebenarnya menghasilkan vitamin D, cuma harus dikonversi menjadi vitamin D yang aktif dengan bantuan sinar matahari," jelasnya.

Kendati sumber vitamin D bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh dan konsumsi makanan sehat, namun tak dipungkiri, jika suplemen tambahan vitamin D juga dibutuhkan. Terutama dalam meningkatkan imun atau kekebalan dari potensi infeksi Covid-19.

Untuk diketahui, vitamin D sebagai suplemen untuk terapi Covid-19, diberikan pada dosis yang berbeda dengan suplemen harian pada orang yang sehat yang manfaatnya diperlukan untuk menjaga kesehatan. Prof Zullies menjelaskan, kebutuhan vitamin D pada orang sehat dan orang yang sedang sakit, khususnya mereka yang terkena Covid-19, tentu berbeda. 

Untuk menjaga kesehatan dan imun tubuh, dosis vitamin D yang disarankan per hari yaitu antara 400IU hingga 1000IU. Sebab, asupan vitamin D sudah tercukupi dari makanan sehat yang dikonsumsi sehari-hari.

Berbeda pada orang sedang sakit, terutama mereka yang terinfeksi Covid-19. Dosis vitamin D yang diberikan atau disarankan juga berbeda.

Pada pasien Covid-19, vitamin D yang dikonsumsi untuk memulihkan imun atau kesehatan pada kelompok ini bisa mencapai 5000IU atau lebih.

"Pada dasarnya, vitamin D tambahan relatif aman dikonsumsi setiap hari, untuk dosis sekitar 400IU. Namun, untuk dosis yang lebih tinggi, sebaiknya tidak dikonsumsi untuk waktu yang lama," paparnya. 

Prof Zullies juga mengatakan, batas toleransi vitamin D yang dikonsumsi yakni 10.000IU per hari. Kendati demikian, tidak disarankan mengonsumsi vitamin D hingga 40.000IU per hari, sebab dengan dosis vitamin setinggi itu, dapat menyebabkan keracunan. 

Ia lantas menyarankan sebagai langkah preventif yakni mencegah penyakit dan menjaga kesehatan serta menjaga imun, maka dosis vitamin D yang disarankan sekitar 400IU sudah cukup. Namun, untuk terapi penyembuhan sakit, seperti pada pasien Covid-19, dosis vitamin D dikonsumsi bisa 1000IU hingga 5000IU.

Di sisi lain, terdapat sebuah studi pada tahun 2017 yang menganalisis 25 uji coba terkendali secara acak menyimpulkan, vitamin D dapat membantu mencegah infeksi saluran pernapasan akut. Vitamin D juga bisa meningkatkan sistem kekebalan atau daya tahan tubuh dalam beberapa cara, menurut salah satu penulis studi, Dr Adit Ginde.

Ginde yang juga merupakan profesor kedokteran darurat di University of Colorado School of Medicine menyebut salah satu mekanisme vitamin D, kata dia, adalah meningkatkan peptida antimikroba yang berfungsi sebagai antibiotik alami dan pelindung antivirus terhadap patogen.

Menurutnya, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan disfungsi dalam sistem kekebalan atau daya tahan tubuh. 

Topik
Virus Covid 19sinar mataharimningkatkan imunmencegah covid 19Obat Covid 19jarum kosong

Berita Lainnya

Berita

Terbaru