Mensos Risma Banjir Kritikan Usai Ancam ASN Dipindah ke Papua: Kok Kesannya Tempat Buangan?

Jul 14, 2021 09:32
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Foto: Liputan 6)
Menteri Sosial Tri Rismaharini (Foto: Liputan 6)

INDONESIATIMES - Menteri Sosial Tri Rismaharini alias Risma kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, Risma kedapatan memarahi para ASN di Balai Wyata Guna, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).

Bahkan, dalam amarahnya Risma mengancam para ASN untuk dipindah ke Papua lantaran tidak bekerja dengan baik. 

"Tolonglah, rakyat susah saat ini. Teman-teman itu masih beruntung, setiap bulan ada gaji. Coba yang jualan di luar, gimana mau ngasih makan mereka kalau masak gitu aja modelnya. Masak telur saja kayak gitu modelnya. Tolong belajar, teman-teman ini bekerja di Kementerian Sosial, paham?" ucap Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya ini mengatakan jika ada ASN yang tak becus dalam menjalankan pekerjaannya akan dipindah ke Papua. 

"Saya nggak bisa pecat orang, tapi saya bisa pindahin ke Papua," kata Risma.

Video aksi Risma itu pun kembali viral di media sosial dan disoroti oleh berbagai kalangan. Mulai dari warganet hingga tokoh politik. 

Bahkan, hingga pagi ini Rabu (14/6/2021) tagar #Bu Risma, #Papua dan #Rasis menjadi trending topic di Twitter. Beberapa dari warganet menuliskan komentar bernada kecaman karena perkataan Risma dianggap tak sensitif terhadap Papua. 

"Saya lahir dan besar di Papua. Ayah saya dulu Lurah pertama di Jayapura. Kami tinggal di kaki bukit, ga jauh dari pantai. Alhamdulillah bangga sekali jadi orang Papua," tulis @firmanyursak.

"Maaf Bu Risma, apa kita menganggap Papua sebagai pembuangan orang2 tidak becus? Apa bedanya kita dengan pemerintahan kolonial yang membuang orang2 ke Boven Digul?" tutur @MaulanaAkbar.

"Mohon izin, Bus Risma. Kenapa mesti sebut nama Papua? Apa Papua itu tempat hukuman? Justru ASN-2 terbaik, kudu dikirim ke Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, NTT, dllnya, Bu. Biar tercapai akselerasi dg provinsi2 lain. Yg tak becus? Pindahin ke Jakarta, biar diawasi publik," kata @dayaaa.

Sederet tokoh kritik Risma

1. Seniman Sujiwo Tejo

Tejo melalui kicauan bertanya apakah Risma sedang merendahkan Papua lewat aksi marah-marahnya itu. 

"Maaf, Bu Risma, bila berita ini benar, apakah Bu Risma tidak sedang merendahkan Papua?," kicau @sudjiwotedjo.

2. Aktivis Pembela Papua

Sejumlah aktivis pembela Papua juga ikut protes terhadap pernyataan Risma tersebut. Akun Timur Matahari menegur Risma agar tidak menyamakan Papua dengan sampah. 

"Ibu Pikir disini Tempat Sampah kah... ??? Bentuk diskriminasi terstruktur.. yg muncul melalui ucapan spontan yg sebenarnya sudah ada di dalam alam bawah sadar pejabat2 negara.. dalam melihat papua !!!," kicau @jayapuraupdate.

3. Veronica Koman 

Aktivis Veronica Koman  juga menyindir bahwa Risma yang merupakan bekas Walikota Surabaya itu sudah dikenal rasis terhadap Papua. 

"Gak kaget Bu Risma emang rasis sama Papua kok. 2 Desember 2018: jajaran Bu Risma bersama Polri dan TNI mengeluarkan paksa seratus lebih mahasiswa Papua dari kota Surabaya sebagai syarat lepasnya 233 mahasiswa Papua yang ditangkap massal," kicau @VeronicaKoman.

4. Politikus Demokrat Andi Arief 

Andi Arief juga ikut mengomentari sikap Risma yang bawa-bawa Papua saat marah. 

"Alam bawah sadar Ibu Risma merendahkan Papua. Tapi tak usah diperpanjang, mudah-mudahan tidak diulangi," kicau @AndiArief_

5. Politikus Demokrat Hinca Panjaitan 

Hinca Panjaitan menilai gaya komunikasi publik mantan Wali Kota Surabaya tersebut buruk sekali. Menurutnya, gaya komunikasi Risma perlu mendapat arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Waduh. Ini komunikasi publiknya harus dapat arahan dari Bapak Presiden," ujar Hinca lewat cuitan di akun Twitter @hincapandjaitan. 

Anggota DPR Komisi III itu juga mengatakan pernyataan Risma seolah merendahkan Papua sebagai lokasi ASN yang buruk. Seharusnya, lanjut Hinca, Papua diisi dengan SDM-SDM yang terbaik.

"Kalimat bu Risma seolah-olah menempatkan Papua sbg sasaran lokasi ASN yg tak becus? Papua sedang butuh banyak SDM mumpuni bu. Jadi yg dikirim justru harus yg terbaik. Kekeliruan ini mudah2an tak terulang," tandasnya.

6. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat asal Papua Muhammad Rifai Darus

Melalui Twitternya, Rifai Darus keberatan dengan pernyataan Risma yang memindahkan ASN tak becus bekerja ke Papua.

"Papua Bukan Tempat ASN Tidak Becus!" tulis Rifai Darus.

Ia lantas menanyakan mengapa Papua dijadikan 'tempat sampah' ASN yang tak becus bekerja.

"Mengapa harus Papua dijadikan lokasi pemindahan para ASN yang berkinerja buruk?" tanyanya.

Lanjutnya, Rifai menyebut jika Papua bukanlah tempat yang jauh dari adab dan kecerdasaan. Di Papua juga memiliki mutiara yang ikut memajukan bangsa Indonesia.

"Letak geografis Papua mungkin memang jauh dari Ibu Kota negara, tapi bukan berarti Papua jauh dari adab dan kecerdasan. Banyak mutiara lahir dari Papua untuk bangsa ini, mungkin ibu lupa." tegasnya.

Topik
Tri Rismaharinikecaman rismaSujiwo Tejokecaman rismamensos risma

Berita Lainnya

Berita

Terbaru