Kasus Terus Naik, Pemkot Malang Bakal Jadikan Hotel dan Guest House Sebagai Tempat Isolasi

Jul 13, 2021 09:53
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang, Sutiaji. (Foto: Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Upaya untuk menfasilitasi pasien Covid-19 yang harus menjalankan isolasi masih terus dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terlebih, kasus Covid-19 yang dari hari ke hari masih mengalami lonjakan membuat sebagian besar pasien kesulitan mendapatkan akses layanan kesehatan.

Setelah sebelumnya meresmikan fungsional dari RS Lapangan RST dr Soepraoen, Pemkot Malang kini juga tengah menyiapkan safe house atau rumah isolasi tambahan lagi. Kali ini, rencananya Pemkot Malang bakal menggaet beberapa guest house atau perhotelan di Kota Malang.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, penambahan kapasitas ketersediaan fasilitas bagi pasien Covid-19 agar memudahkan warga menjalani perawatan secara optimal. Sehingga, dengan rencana ini nantinya kebutuhan akan safe house di Kota Malang bakal terpenuhi.

"Ini kami minta hotel atau guest house yang bisa kita sewa untuk melaksanakan kegiatan, sehingga safe house kita tercukupi," ujarnya.

Sutiaji menambahkan, rencana untuk kerja sama dengan beberapa guest house atau hotel menjadi tempat isolasi mandiri bakal dilakukan dalam pekan ini. Hal ini guna memfasilitasi pasien Covid-19 ya g cukup kesulitan untuk mendapat perawatan.

"Beberapa hari yang akan datang kami akan menunjuk hotel yang akan dijadikan sebagai safe house. Ini dilakukan semata-mata untuk terlayani pasien dan terfasilitasi dengan baik," jelasnya.

Meski begiru, kata Sutiaji, penambahan kapasitas bed juga terus dilakukan di rumah sakit-rumah sakit rujukan Covid-19. Saat ini di 11 rumah sakit telah tercatat sekitar 1.012, dan dimungkinkan untuk ditambah lagi tergantung kesiapan masing-masing rumah sakit.

"Tentu kita harus membangun ketersediaan bed untuk penanganan Covid-19. Dari rumah sakit rujukan, bed kita sudah 1.012 totalnya. Kami juga sudah komunikasi dengan Sekda Provinsi untuk rencana rusunawa UB (Universitas Brawijaya) difungsikan sebagai RS Darurat, tapi prosesnya agak panjang," terangnya.

Lebih jauh, pihaknya juga masih terus membuka relawan tenaga kesehatan (Nakes) untuk ikut terlibat membantu melayani perawatan pasien Covid-19 di Kota Malang. "Namun tidak gampang, karena hingga saat ini yang daftar baru sedikit sekali," tandasnya.

Sebagai informasi, hingga kemarin (Senin, 12/7/2021) berdasarkan data dari Satgas Covid-19 Kota Malang tercatat penambahan kasus terkonfirmasi yang sangat tinggi yakni sebanyak 91 kasus baru. Kini, total warga Kota Malang yang terjangkit Covid-19 mencapai 7.518.

Pasien yang telah sembuh sebanyak 6.337, pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 tercatat ada 687, dan pasien yang masih dalam pemantauan sebanyak 494.

Topik
Kasus Covid 19Kota Malangrumah isolasiIsolasi MandiriWali Kota Malang Sutiaji isoalsi hotel

Berita Lainnya

Berita

Terbaru