10 Hari PPKM Darurat, Satpol PP Kota Malang Lakukan Teguran hingga Penyegelan Kafe

Jul 12, 2021 18:55
Petugas dari Satpol PP Kota Malang saat melakukan penyegelan di salah satu kafe yang berada di Jalan Sigura-gura, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Petugas dari Satpol PP Kota Malang saat melakukan penyegelan di salah satu kafe yang berada di Jalan Sigura-gura, Kota Malang. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selama 10 hari yakni tanggal 3 Juli sampai 12 Juli 2021 penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Malang melakukan tindakan penertiban. Mulai dari teguran lisan, teguran tertulis hingga penyegelan tempat usaha. 

Berdasarkan data yang dihimpun oleh MalangTIMES.com, Satpol PP Kota Malang telah melakukan 94 penindakan terhadap warung, rumah makan, hingga kafe yang telah terbukti melanggar peraturan. 

Dimulai tanggal 3 dan 4 Juli 2021, Satpol PP Kota Malang bersama aparat gabungan gencar melakukan sosialisasi di seluruh wilayah Kota Malang terkait penerapan PPKM Darurat yang dilakukan mulai tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021. 

Kepala Seksi Operasi dan Penindakan Satpol PP Kota Malang Antonio Viera mengatakan, dari 94 penindakan yang telah dilakukan sebanyak 41 tempat usaha mendapatkan BAP (Berita Acara Pemeriksaan) teguran tertulis, 46 tempat usaha menuliskan surat pernyataan dan 7 tempat usaha lainnya dilakukan BAP segel.

"Iya, yang disegel itu semuanya kafe. Kalau SP (surat pernyataan, red) itu ada kafe, warung terus rumah makan juga. Tempatnya banyak ya di daerah Sigura-gura, Blimbing, Kedungkandang, Sukun dan beberapa daerah lain," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Senin (12/7/2021). 

Untuk tahapan penindakannya sendiri, Anton menuturkan bahwa diawali dengan surat pernyataan terhadap tempat usaha yang melanggar ketentuan. Kemudian jika masih melanggar, diberikan teguran tertulis. 

"Kalau masih melanggar lagi kami lakukan penyegelan atau penyitaan barang. Kalau melanggar lagi langsung ditutup atau pencabutan izin," tegasnya. 

Untuk penyitaan barang merupakan bagian dari tahapan dari BAP. Barang-barang yang disita pun dicontohkan oleh Anton seperti meja dan kursi yang disediakan oleh tempat usaha terjaring operasi. 

"Itu kami amankan ke kantor. Kalau tidak identitasnya pemilik kita amankan untuk nantinya dibina," terangnya. 

Lebih lanjut, mengenai jenis-jenis pelanggaran yang biasanya dilakukan oleh tempat-tempat usaha yakni beroperasi melebihi pukul 20.00 WIB bahkan ada yang masih beroperasi sampai larut malam.

Pelanggaran tersebut paling sering ditemui oleh aparat gabungan di warung-warung kecil seperti angkringan yang kerap kali terjaring operasi PPKM Darurat. 

"Kalau penyegelan melanggar aturan seperti menerima pelanggan hingga berkerumunan, dan melanggar surat edaran Wali Kota Malang yang mengharuskan tempat makan minum hanya menerima take away atau tetap buka melebihi pukul 20.00 WIB," terangnya. 

Terakhir pihaknya mengimbau kepada masyarakat dan pengelola tempat usaha agar mematuhi peraturan yang telah ditetapkan selama masa PPKM Darurat tanggal 3 Juli sampai 20 Juli 2021.

"Bagi masyarakat kami mengimbau, karena situasinya saat ini memang darurat, untuk sama-sama bersabar dan patuhi peraturan yang telah ditetapkan pemerintah daerah," pungkasnya.

Topik
Satpol PP Kota Malangpenutupan malberita ppkm darurat kota malangprodamas plus 2021

Berita Lainnya

Berita

Terbaru