Angka Kematian Masih Tinggi, UPT Pemakaman Harap Relawan Pemulasaraan Jenazah Kota Malang Segera Terisi

Jul 11, 2021 08:05
Ilustrasi tim pemakaman Kota Malang saat memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Ilustrasi tim pemakaman Kota Malang saat memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19. (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Bertajuk Ngalam Memanggil, Pemerintah Kota (Pemkot) Malang membuka pendaftaran relawan untuk mewujudkan misi kemanusiaan dengan menjadi relawan pemulasaraan jenazah Covid-19, relawan pemakaman jenazah Covid-19 dan relawan PSC (Public Safety Center) 119 Kota Malang

Hal itu mengingat dalam perkembangan terakhir, angka pasien Covid-19 yang meninggal dunia dan harus dimakamkan secara protokol Covid-19 jumlahnya sempat melonjak. 

Pada hari Rabu (7/7/2021) hingga hari Kamis (8/7/2021), terdapat 54 orang yang meninggal dan harus dimakamkan secara protokol Covid-19. Dari 54 jenazah tersebut, sebanyak 48 jenazah dimakamkan di Kota Malang dengan rincian 29 jenazah di hari Rabu (7/7/2021) dan 19 jenazah di hari Kamis (8/7/2021). 

Dari lonjakan pasien yang meninggal karena Covid-19 tersebut, petugas pemakaman merasa kewalahan karena harus memakamkan puluhan jenazah dengan protokol Covid-19. Maka dari itu, Pemkot Malang membuka pendaftaran bagi relawan dengan persyaratan minimal umur 18 tahun dan berkomitmen untuk menjadi relawan serta bersedia mengikhlaskan waktu, tenaga dan pikiran. 

Caranya, untuk yang berminat menjadi relawan pemulasaraan Covid-19 dapat menghubungi Bagian Kesejahteraan Rakyat Pemkot Malang di nomor 0341-351154. Lalu untuk relawan pemakaman jenazah Covid-19 dapat menghubungi Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang di nomor 0341-369377. Kemudian untuk relawan PSC 119 dapat menghubungi Dinas Kesehatan Kota Malang di nomor 0341-406878. Di mana semua pendaftaran relawan hanya direspon pada hari dan jam kerja. 

Menanggapi pendaftaran relawan tersebut, Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelola Pemakaman Umum Dinas Lingkungan Hidup Kota Malang Taqruni Akbar mengatakan, bahwa  saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Wali Kota Malang Sutiaji dan jajaran lintas OPD (Organisasi Perangkat Daerah). 

"Nanti kita ambil keputusan mungkin satu, dua hari ini. Nanti dikerjakan, termasuk bagaimana lahan makamnya, masih mengandalkan yang ada atau penambahan ini masih dalam pembahasan," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (10/7/2021). 

Nantinya, terkait pembukaan pendaftaran relawan pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19, serta relawan PSC 119 Kota Malang, pihaknya membutuhkan sekitar tambahan 10 orang.

"Kita mungkin menambahnya sekitar 10 orang lah. Yang itu kita bagi beberapa tim. Sampai sekarang masih belum (ada yang mendaftar, red)," ujarnya. 

Terkait target keputusan tambahan lahan pemakaman maupun penambahan jumlah relawan pemulasaraan dan pemakaman Covid-19 serta relawan PSC 119 Kota Malang, pihaknya menginginkan agar segera terpenuhi secepat mungkin. 

"Target kita segera ya dalam minggu depan itu harus sudah terbentuk. Paling tidak tiga sampai empat tim. Kita lihat kondisi. Kalau memasuki angka di atas 30 (meninggal Covid-19, red), berarti harus ada empat tim," terangnya. 

Untuk jumlah ideal tim pemakaman jenazah Covid-19 idealnya kata Taqruni berjumlah delapan orang. Namun nantinya akan ditambah menjadi sembilan orang agar dapat bekerja secara bergiliran. "Per tim itu idealnya 8 orang, saya usahakan ada 9 orang. Biar ada rotasi. 8 kerja satu libur di gilir," tuturnya. 

Pasalnya, semua rencana tersebut harus segera terealisasikan karena tugas untuk memusalarakan dan memakamkan jenazah dengan protokol Covid-19 cukup melelahkan. Dalam tiga hari terakhir, tim pemakaman selesai memakamkan jenazah pada sekitar pukul 05.00 WIB sampai pukul 06.00 WIB dengan start pukul 12.00 WIB. 

"17 jenazah per tim. Satu kegiatan pemakaman rata-rata butuh waktu 1 jam. Apalagi jarak makam itu kan tidak jadi satu karena butuh waktu proses pemakaman," pungkasnya.

Sementara itu, Taqruni menambahkan bahwa dalam satu minggu terakhir tim pemakaman telah memakamkan jenazah per hari nya stabil di angka 30 sampai 40 jenazah dengan protokol Covid-19.

Topik
makanan penghuni nerakaKasus Covid 19Kota MalangDinas Lingkungan Hidup Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru