Musala di Kota Malang Meledak dan 1 Orang Tewas, Diduga Akibat Petasan

Jul 10, 2021 18:33
Kondisi Musala Al-Ikhlas yang terletak di Jalan Kalisari, RT 06/RW 02, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang tampak hancur dan dipasangbgaris polisi, Sabtu (10/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kondisi Musala Al-Ikhlas yang terletak di Jalan Kalisari, RT 06/RW 02, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang yang tampak hancur dan dipasangbgaris polisi, Sabtu (10/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peristiwa meledaknya petasan yang mengakibatkan bangunan Musala hancur kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini menyasar Musala Al-Ikhlas yang bertempat di Jalan Kalisari, RT 06/RW 02, Kelurahan Wonokoyo, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Jumat (9/7/2021) sekitar pukul 22.30 WIB. 

Ketua RT 06/RW 02 Kelurahan Wonokoyo Junaedi (49) menjelaskan bahwa hancurnya bangunan Musala Al-Ikhlas yang memicu ledakan sangat keras disebabkan oleh petasan di dalam musala.

"Ada suara ledakan keras dari arah musala. Ledakan itu sangat keras, bahkan terdengar hingga radius tiga kilometer. Saya bersama warga sekitar langsung mendatangi lokasi kejadian," ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Sabtu (10/7/2021). 

Ketika Junaedi bersama beberapa warga sekitar mendatangi Musala Al-Ikhlas yang menjadi sumber suara ledakan kencang tersebut, dirinya menuturkan bahwa kondisi musala sudah hancur dan kaca-kaca telah pecah. 

Dirinya pun kaget saat melihat ke dalam musala ternyata didalamnya terdapat lima orang yang merupakan warga sekitar dan dalam kondisi tergeletak tidak sadarkan diri. 

"Empat korban yang rata-rata berusia 30-35 tahun yakni Hasan Bisri, Nurrochim, Agus, dan Isnandar. Sedangkan ada satu korban yang berusia 27 tahun bernama Ahmad Fitri," bebernya. 

Untuk kondisinya sendiri, sebanyak lima orang korban tersebut mengalami luka-luka berat akibat ledakan petasan didalam Musala Al-Ikhlas.

"Sama warga langsung dilarikan ke rumah sakit. Ada yang dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar, red), ada yang dibawa ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah, red) Kota Malang, dan ada juga yang dibawa ke RS Ben Mari," ujarnya. 

Dari kelima korban yang telah di evakuasi ke rumah sakit, terdapat satu korban yang bernama Ahmad Fitri (27) mengalami kondisi luka parah dari pada keempat korban lainnya. Yakni bagian mata kaki hingga telapak kaki di salah satu kaki korban terputus. Sedangkan keempat korban lainnya mengalami luka bakar di wajah dan kaki.

Dengan kondisinya yang semakin parah pada luka yang terdapat ditubuhnya, Ahmad Fitri yang mendapatkan perawatan di RSSA pun akhirnya meninggal dunia. "Almarhum Ahmad Fitri sudah dibawa ke rumah duka, dan sudah dimakamkan pada hari ini," tuturnya.

Lebih lanjut Juanedi menduga bahwa ledakan di dalam Musala Al-Ikhlas berasal dari serbuk petasan yang tidak sengaja mengalami ledakan cukup besar karena dipicu oleh gesekan benda.

"Para korban ini sedang membuat petasan di dalam musala. Rencananya petasan itu akan dinyalakan saat Hari Raya Idul Adha. Saat membuat petasan itu, kemungkinan bubuk petasan tidak sengaja kena gesekan sehingga meledak," tandasnya. 

Sementara itu, hingga sampai saat ini kondisi Musala Al-Ikhlas telah dipasangi garis polisi untuk mencegah masyarakat memasuki TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan agar memudahkan pihak kepolisian untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Topik
pengawasan ppkm daruratKota MalangLedakan petasan

Berita Lainnya

Berita

Terbaru