Keluarga Besar NU Berduka, KH. Zainuddin Djazuli Tutup Usia

Jul 10, 2021 17:17
Sosok KH. Zainuddin Djazuli, kyai tegas dan berani yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. (Foto: Istimewa)
Sosok KH. Zainuddin Djazuli, kyai tegas dan berani yang merupakan pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri. (Foto: Istimewa)

MALANGTIMES - Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (NU) kembali berduka. Kali ini, ulama besar yang juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo, Kediri yakni KH. Zainuddin Djazuli meninggal dunia pada hari Sabtu (10/7/2021) sekitar pukul 14.30 WIB.

Informasi meninggalnya KH. Zainuddin Djazuli pertama kali diketahui melalui pesan singkat WhatsApp yang beredar secara luas di berbagai WhatsApp Group dan chat secara personal.

"Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji'uun. Baru saja KH Zainuddin Djazuli pengasuh PP. Al-Falah Ploso kapundut. Nyuwun ziadah doa kagem beliau, keluarga, sedoyo pengasuh lan santri-santri soho alumni. Al-Fatihah," tulis Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar-Pamekasan yakni KH. Muhammad Rofi'i. 

Meninggalnya KH. Zainuddin Djazuli di usia 96 tahun juga mendapatkan tanggapan dari pengasuh Pondok Pesantren Roudlotul Muchsinin (PPRM) Al-Maqbul KH. Su'ady Muchsin. 

Kyai Su'ady mengatakan bahwa dirinya bersama rombongan PPRM Al-Maqbul sekitar satu minggu yang lalu sempat bersilaturrahmi ke kediaman KH. Zainuddin Djazuli. 

"Kulo nembe sowan angsal seminggu. Aku umur e wes 96, dungakno awak iki paringi husnul khotimah. Ngoten tirose. (Saya baru berkunjung sekitar satu minggu yang lalu. Aku umurnya sudah 96 tahun, doakan saya diberikan husnul khotimah, begitu kata beliau, red)," ungkapnya kepada MalangTIMES.com melalui saluran telepon, Sabtu (10/7/2021). 

Dengan meninggalnya KH. Zainuddin Djazuli membuat bertambahnya deretan kyai-kyai sepuh yang memiliki banyak ilmu meninggal dunia. Su'ady menuturkan bahwa saat ini masyarakat ataupun ulama dilarang untuk menuju Pondok Pesantren Al-Falah Ploso untuk bertakziyah.

"Ponpes Al-Falah enggak terima takziyah an. Ada suratnya sudah diedarkan. Resmi dari keluarga dan dari pondok," katanya. 

Pihaknya menuturkan bahwa KH. Zainuddin Djazuli meninggal dunia bukan disebabkan Covid-19, melainkan karena memang sudah tua berumur 96 tahun dan juga terdapat penyakit yang sudah lama dirasakan. Namun tidak disebutkan jelas penyakit apa yang telah lama mengidap di tubuh KH. Zainuddin Djazuli. 

"Sanes Covid-19. Kyai Din mboten ten pundi-pundi, ten ndalem mawon. (Bukan Covid-19. Kyai Din tidak kemana-mana dan dirumah saja, red)," ujarnya.

Jenazah KH. Zainuddin Djazuli saat ini berada di Rumah Sakit Tulungagung. Karena beberapa hari terakhir kondisinya sempat menurun dan langaung dilarikan menuju Rumah Sakit Tulungagung. 

"Rencana dimakamaken ten ndalem pondok piyambak. (Rencana dimakamkan di dalam Pondok Al-Falah sendiri, red)," tandasnya.

Sebagai informasi, KH. Zainuddin Djazuli juga merupakan Mustasyar PWNU (Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama) Jawa Timur. Almarhum merupakan putra dari KH. Djazuli Utsman dan juga saudara kandung dari Almarhum KH. Chamim Djazuli (Gus Miek). 

KH. Zainuddin Djazuli terkenal dengan sosoknya yang padat mengajar para santri. Hal itu dimulai dari ba'da Shubuh memgajar Kitab Asymuni Sarah Al Fiyah (ilmu lughot). Kemudian sore mengajar Kitab Fathul Qorib (fiqih), Kitab Ta'lim (moral), Kitab Bidayah (tasawuf dasar), dan ba'da Maghrib mengajar Kitab Ihya' Ulumuddin (tasawuf tinggi) serta Shahih Muslim (hadis).

Topik
kh zanuddin djazuli meninggal duniamusala meledakPWNU Jawa Timur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru