Polda Jatim Ungkap Penimbunan Obat di Tengah Melonjaknya Kasus Covid-19

Jul 10, 2021 14:39
Press release Polda Jatim terkait ungkap penimbunan obat.
Press release Polda Jatim terkait ungkap penimbunan obat.

SURABAYATIMES - Satgas Gakkum Polda Jawa Timur yang tergabung dalam Operasi Aman Nusa II mengungkap kasus dugaan penimbunan obat.

Satgas gakkum sendiri telah mendapatkan informasi dari masyarakat. Pertama terkait kelangkaan oksigen. Kedua terkait  masalah dugaan surat-surat tidak benar yang menyatakan orang bebas covid-19 yang digunakan untuk perjalanan. Ketiga, kelangkaan obat-obatan yang diperlukan masyarakat.

"Hari ini kami mengungkap adanya tindakan penjualan obat-obatan yang dilakukan orang yang tidak benar. Tim melakukan penyitaan 43 jenis obat-obatan. Dan tersangka satu orang. Obat ini dijual bukan di tempat menjual obat seperti apotek, tapi rumah biasa," kata Kapolda Jatim Irjen Nico Afinta usai Konferensi pers di Bidang Humas Polda Jatim, Sabtu (10/7/2021) siang.

Kapolda menjelaskan, tersangka tidak memiliki kewenangan untuk hal itu. Sehingga pelaku dikenakan ancaman 198 UU Kesehatan. Kemudian kapolda mengajak masyarakat untuk tidak melakukan hal seperti ini. 

Obat-obatan sekarang dibutuhkan masyarakat. Sehingga polda mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang aktif memberikan informasi.

"Saya minta kepada masyarakat, tolong bila bukan apotek, apoteker, dan bukan toko obat yang punya wewenang untuk itu. Kalau ada menawarkan, itu salah. Kalau orang cari untung, jangan. Sekarang masyarakat banyak yang membutuhkan," ucap dia.

Sampai saat ini, jajaran Polda Jatim terus melakukan operasi yustisi. Kapolda mengajak masyarakat  berperang menghadapi covid-19.

Menurut kapolda, musuh yang tidak kelihatan selalu mengancam saat lengah serta tidak mengenal batas tempat dan waktu. "Namun yang terjadi banyak masyarakat masuk rumah sakit dan kemudian meninggal. Anggota Polda Jatim juga banyak yang terkena. Sehingga  mohon untuk dua minggu ini tinggal di rumah," ujarnya.

Dia juga meminta kepada perusahaan yang bukan sektor kritikal dan esensial mengimbau karyawan untuk tinggal di rumah dulu. Selain itu, kapolda memohon alim ulama ikut mengimbau agar terkait Idul Adha, budaya toron atau mudik jangan dilaksanakan dulu 

"Sabar dulu. Sebulan dua bulan ini kita harus sabar. Menangani covid. Ayo bersatu menghadapi covid. Senjata aman yakni 5M," imbuhnya.

Topik
Gerakan Hening Cipta IndonesiaPolda JatimKapolda Jatimsebutan jokowi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru