Pemkot Malang Gandeng FKUB Sukseskan PPKM Darurat

Jul 09, 2021 19:26
FKUB Kota Malang bersama Wali Kota Malang Sutiaji (baju warna oranYe) usai deklarasi dukungan terhadap PPKM Darurat di gedung Mini Block Office. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
FKUB Kota Malang bersama Wali Kota Malang Sutiaji (baju warna oranYe) usai deklarasi dukungan terhadap PPKM Darurat di gedung Mini Block Office. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES -  Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terus berkomitmen menggandeng semua elemen masyarakat untuk mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya menyukseskan program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dengan menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Malang.

Semua perwakilan dari tokoh-tokoh berbagai agama di Kota Malang menyampaikan komitemannya untuk berkontribusi membantu Pemkot Malang selama masa PPKM Darurat.

Komitmen itu disampaikan bersama dengan pembacaan “Deklarasi FKUB Kota Malang bersama Tokoh Lintas Agama” di lantai 4 Gedung Kantor Bersama Balai Kota Malang (Mini Block Office).

Isi deklarasi tersebut, seluruh pengurus FKUB Kota Malang bersama tokoh-tokoh lintas agama akan mendukung kebijakan pemerintah tentang PPKM Darurat. Kemudian mengimbau seluruh masyarakat untuk mematuhi ketentuan dalam PPKM Darurat secara sungguh-sungguh.

“Ini semua kita lakukan agar  yang melanda negeri kita segera berakhir. Sama-sama kita komitmen untuk bantu pemerintah. Jadi, harapan kami, kita bisa bersama-sama dengan seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Kota Malang, menaati semua aturan dalam PPKM Darurat ini,” kata Ketua FKUB Kota Malang Ahmad Taufiq Kusuma.

Taufiq menambahkan, FKUB Kota Malang menyadari akan situasi darurat covid-19 di Kota Malang perlu penyelesaian bersama. Jumlah pasien bertambah, jumlah kematian meningkat, hingga situasi seluruh rumah sakit sudah kewalahan menerima banyaknya pasien menjadi hal yang perlu perhatian lebih.

Karena itu,  sangat diharapkan seluruh komponen masyarakat untuk ikut taat dalam aturan-aturan yang sudah ditentukan pemerintah guna menekan angka kasus covid-19. “Tentu masing-masing dari tokoh agama akan mengimbau kepada jemaat dan umat masing-masing. Kami pun akan terus menyosialisasikan aturan yang ada di PPKM. Untuk saat ini, kami sudah tidak buka kegiatan ibadah di tempat," ucap Taufiq.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan apresiasinya kepada para tokoh agama yang ikut berupaya dalam menuntaskan persoalan pandemi covid-19 ini. Apalagi, tokoh agama menjadi sosok yang memiliki andil kuat untuk memberikan edukasi dan pemahaman kepada warga akan bahaya covid-19.

Peran serta FKUB juga dianggap sangat penting dalam menyukeskan PPKM Darurat. Sehingga, ia berharap masyarakat Kota Malang semakin awas dan patuh akan aturan untuk sama-sama menekan angka kasus covid-19.

"Kami terima kasih. Dengan deklarasi ini, para tokoh agama bagian yang dekat dengan masyarakat bisa membangun pikiran masyarakat untuk patuh. Kita punya tanggung jawab bahwa PPKM Darurat ini harus berjalan dan efektif yang harapannya kita bisa tertib dan cepat selesai," tandasnya.

Deklarasi ini turut dihadiri pula oleh Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko, Dandim 0833 Kota Malang Letkol Arm Ferdian Primadhona, Sekda Kota Malang Erik Setyo Santoso, dan Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Sutantyo.

Topik
Wali Kota MalangInkubatorfkub kota malangsebutan jokowi

Berita Lainnya

Berita

Terbaru