Oksigen di RS Rujukan Kota Batu Aman, Dewanti: Kami Kelelahan

Jul 09, 2021 19:02
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko.

BATUTIMES - Ketersediaan oksigen di rumah sakit rujukan covid-19  di  Kota Batu aman. Meski demikian, Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko mewanti-wanti kepada warganya agar tetap di rumah selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat hingga 20 Juli mendatang.

“Saya dapat laporan dari kepala Dinas Kesehatan bahwa ketersediaan stok oksigen aman. Tapi jangan ada yang sakit,” ungkap Dewanti.

Bahkan Dewanti mengakui pihaknya sudah kelelahan dalam menghadapi covid-19. “Kami kelelahan. Petugas kami kelelahan,” kata istri mantan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko ini. 

Ia menambahkan, para petugas yang dimaksud kelelahan di antaranya Dinas Kesehatan Kota Batu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Batu, Satpol PP Kota Batu, Polri, TNI, dan sebagainya. “Mereka petugas yang selama ini ada di garda depan untuk mencegah covid-19,” ucapnya. “Petugas nakes kami, BPBD, Satpol PP, Polri sudah banyak terpapar. Nakes hampir 50 persen,” tambah Dewanti.

Meski hampir 50 persen tenaga kesehatan (nakes) terpapar covid-19,  dengan manajemen yang baik, pelayanan kesehatan berjalan lancar di Kota Batu. “Dengan manajemen yang baik, dibantu Yonkes, Poltekes, bisa tetap melayani masyarakat,” jelas Dewanti.

Dalam waktu dekat, Pemkot Batu berencana menambah kekurangan bed atau  tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan. Sebab, sejuah ini bed yang disiapkan untuk ICU sejumlah 12 tempat tidur dan bed  isolasi sebanyak 95 tempat tidur.

Jumlah itu tersebar di empat rumah sakit (RS) rujukan perawatan covid-19. Yakni RS Karsa Husada, RS Hasta Brata, RS Baptis, RS dr Etty Asharto.

“Insya Allah ada tiga rumah sakit akan nambah (tempat tidur pasien civid-19).  Tapi itu pun tidak bisa cepat,” ujar Dewanti.

Penambahan itu diperkirakan akan berlangsung satu atau dua hari mendatang untuk di Rumah Sakit Karsa Husada dan Rumah Sakir Hasta Brata. “Kalau Rumah Sakit Baptis diperkirakan baru akhir bulan Juli. Kurang lebih ada 50 kamar akan ditambah,” tutup Dewanti.

Topik
Covid 19 di Kota BatuCovid 19Wali Kota Baturumah sakit d Lumajang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru