Pasutri Meninggal Tak Wajar, Diduga Suami Gantung Diri setelah Bunuh Istri

Jul 09, 2021 18:51
Korban SA ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. (Foto : Humas Polres Blitar for BlitarTIMES)
Korban SA ditemukan tak bernyawa di dalam kamar. (Foto : Humas Polres Blitar for BlitarTIMES)

BLITARTIMES -  Ketenangan warga Desa Butun, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, mendadak digemparkan peristiwa meninggalnya pasangan suami istri (pasutri).  Dilaporkan keduanya ditemukan meninggal dunia secara tidak wajar.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian, suami berinisial ZA  (38) ditemukan gantung diri di atas pohon rambutan setinggi lima meter di halaman belakang rumah. Sementara sang istri, SA (32), ditemukan meninggal dunia di dalam kamar dengan kondisi pintu kamar terkunci dari luar.

Lalu siapa yang mengunci korban SA di dalam kamar? Saat dikonfirmasi awak media, Kapolres Blitar AKBP Leonard M. Sinambela mengatakan, Polres Blitar langsung bergerak cepat setelah menerima laporan kejadian. Polisi  melakukan olah TKP, memeriksa kondisi kedua jenazah pasutri dan meminta keterangan para saksi. 

Dari hasil penyelidikan, terkuak bahwa kunci kamar ada di kantong celana suami yang meninggal karena gantung diri. “Kami terus lakukan pendalaman untuk mencari tahu mengapa posisi istri berada di dalam kamar. Nah, ternyata setelah diperiksa, kunci kamar ada di kantong celana suami yang gantung diri," terang Leonard.

Kapolres menambahkan, fokus kepolisian saat ini adalah membuktikan kematian suami istri tersebut. Selain melakukan olah TKP, polisi juga melakukan otopsi terhadap jasad kedua korban.

“Bila diduga dari urutan waktu, istrinya meninggal lebih dulu, kemudian suami bunuh diri. Dua -duanya diotopsi untuk memastikan walaupun suaminya secara fisik luar gantung diri dan ciri-ciri luarnya khas gantung diri," imbuh Leonard.

Kematian pasutri ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Keterangan yang diperoleh dari keluarga korban, SA adalah warga asli Desa Butun, Kecamatan Gandusari. Namun sejak menikah dengan ZA yang merupakan warga Sidoarjo,  keduanya tinggal di Sidoarjo.

“Keterangan yang kita peroleh dari pihak keluarga, pasutri ini pulang ke Blitar dalam rangka mencari pengobatan alternatif karena sang istri ini sehari-hari kondisinya depresi. Kadang teriak-teriak sampai buka baju. Bahkan saat pulang ke Blitar,  kondisinya sedang kambuh depresinya," pungkas kapolres.

Topik
Tewas Gantung DiriPerang lawan covidBerita BlitarPolres Blitar

Berita Lainnya

Berita

Terbaru