Digelar Outdoor, Anak-Anak Serbu Taman Slamet untuk Disuntik Vaksin Covid-19

Jul 09, 2021 16:29
Pemberian vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak usia 12-17 tahun di Taman Slamet Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Pemberian vaksinasi Covid-19 kepada anak-anak usia 12-17 tahun di Taman Slamet Kota Malang. (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Antusiasme pelaksanaan vaksinasi Covid-19 tak hanya bagi warga umum saja. Anak-anak pun nampaknya juga semangat untuk disuntik vaksin. Seperti yang terlihat Jumat (9/7/2021), anak-anak usia di rentang usia 12-17 tahun berbondong-bondong mendatangi kawasan Taman Slamet.

Meski tampak takut-takut, nyatanya para anak-anak ini tetap berani untuk disuntik vaksin Covid-19. Penerapan vaksinasi ini dilakukan cukup berbeda sebagaimana mestinya yang terbatas di masyarakat.

Selain, mempertimbangkan lokasi yang lebih luas, area taman juga asri dan memudahkan para anak-anak yang sedang menunggu disuntik vaksin.

Salah satu petugas vaksinator RSIA Puri dr Nadia Noor mengungkapkan, antusiasme anak-anak untuk disuntik vaksin cukup tinggi. Dari daftar yang masuk, 200 dosis vaksin habis dalam sekejap.

"Antusiasnya sangat banyak. Baru 30 menit kita sebar pendaftaran melalui google form, langsung habis kuotanya. Jadi google formnya itu kita sebar melalui Instagram sebelumnya," ujarnya.

Nadia menjelaskan, alasan dipilihnya Taman Slamet sebagai tempat vaksinasi ini lantaran lebih menghindari kerumunan dan menjaga sirkulasi udara. Dikarenakan taman relatif banyak pepohonan dan daunan hijau. Hal itu juga telah beberapa kali dilakukan pihak RSI Puri dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19.

"Jadi orang-orang gak berkerumun ya. Ini juga lebih prokes (protokol kesehatan), sehingga untuk jaga jarak itu memungkinkan. Terus ventilasinya juga lebih oke kan," jelasnya.

Lebih jauh, Nadia mengatakan, terkait dengan tata laksana proses vaksinasi tak jauh berbeda dengan vaksinasi Covid-19 yang diberikan orang dewasa. Hanya, yang membedakan, untuk anak-anak perlu membawa Kartu Keluarga (KK) atau Kartu Tanda Anak (KTA).

"Dan yang penting fit, nggak boleh sakit. Terus hanya boleh diantar oleh satu pendamping saja. Punya KK atau KTA anak, sama wajib double masker. Untuk dosis kedua jaraknya juga sama 28 hari setelah dosis pertama diberikan hari ini," pungkasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menyampaikan, pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anak tak hanya dilakukan di ruangan terbuka saja. Melainkan, siapapun boleh mengakses melalui faskes ataupun nantinya di lingkungan sekolah juga diizinkan.

Mekanisme untuk mendapatkan vaksin setiap keluarga diminta menghubungi RT setempat. Hal ini guna dilakukan pendataan di fasilitas kesehatan, untuk selanjutnya dijadwalkan kapan untuk menerima vaksinasi Covid-19.

"Memang pelaksanannya bisa di faskes, lingkungan sekolah ataupun di area luar lainnya. Mekanismenya, nanti bisa menghubungi RT setempat. Setelah itu RT melapor ke puskesmas, nanti akan terjadwal sesuai dengan ketersediaan vaksin," terangnya.

Topik
komunitas vespa tulungagungsyarat vaksin anakkawasan taman slametbakar garamberita vaksin kota malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru