Disentil "Dulu RI Kirim Oksigen ke India, Kini Impor", Ini Jawaban Mahfud MD

Jul 09, 2021 15:20
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Warta Ekonomi)
Menko Polhukam Mahfud MD (Foto: Warta Ekonomi)

INDONESIATIMES - Menko Polhukam Mahfud MD menjawab sentilan terkait pemberian bantuan oksigen dari pemerintah ke India beberapa waktu lalu. Mahfud mengatakan jika pemberian bantuan di kalangan dunia internasional sudah biasa.

"Terkait dengan isu pemberian bantuan oksigen dari Indonesia ke India pada bulan Mei yang lalu, saya kira kalau kita membaca pemberitaan membaca sejarah tentang hubungan antarnegara itu tidak menjadi masalah. Karena Indonesia pun sering mendapat bantuan. Di dalam dunia internasional, itu biasa kalau ada suatu negara itu kena musibah, ya kita bantu," ujar Mahfud dalam keterangan pers yang disiarkan di YouTube Kemenko Polhukam, Jumat (9/7/2021).

Lebih lanjut, ia mengungkapkan saat itu India sedang mengalami lonjakan kasus Covid-19 yang cukup parah. Sementara Indonesia pada saat mengirimkan bantuan tidak sedang terjadi lonjakan kasus. 

Pria asal Pamekasan, Madura itu juga mengatakan di kalangan internasional biasa saja terjadi saling bantu ketika ada negara yang mengalami musibah. 

"Pada waktu itu kan bantunya awal Mei ketika tingkat kesembuhan di tempat kita itu hampir selalu lebih tinggi dari terinfeksi sehingga pada waktu itu oksigen masih banyak, lalu India sudah parah, Indonesia membantu," ujarnya.

Diketahui, Indonesia sendiri telah menerima berbagai bantuan dari internasional dalam pandemi Covid-19 ini. Saat terjadi lonjakan kasus di Indonesia seperti sekarang banyak negara yang menawarkan bantuan dari mulai oksigen hingga pemberian vaksin.

"Jangan hanya menghitung kita sudah mengeluarkan yang kita butuh, kita juga dibantu, dan pada saat kita membantu itu dulu Indonesia itu tidak sedang mengalami eksponensial seperti sekarang ini. Sekarang pada saat kita mengalami eksponensial beberapa negara sudah menawarkan bantuan, itu biasa dalam hubungan internasional dimana setiap negara itu punya program kemanusiaan, sekarang itu sudah ada misalnya rencana-rencana bantuan yang masuk ke kita, tabung oksigen," tuturnya. 

Seperti diketahui, sentilan itu awalnya dilontarkan oleh PKS. PKS menyoroti soal ketersediaan oksigen, yang masuk skenario terburuk pemerintah. 

Bahkan PKS meminta pemerintah tidak cepat membuka keran impor oksigen.

"Kemarin sudah bagus kita mengirim gas oksigen ke India. Masak sekarang kita ingin impor. Padahal bibir kita belum kering benar membahas masalah itu," ujar anggota DPR RI Fraksi PKS Mulyanto.

Topik
krisis peti mayatsertifikasi tanah

Berita Lainnya

Berita

Terbaru