Kasus Meroket, 3 RS di Kota Batu Tambah Tempat Tidur dan Ruang Isolasi

Jul 08, 2021 16:15
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko

BATUTIMES - Bed occupancy ratio (BOR) tempat tidur isolasi dan ICU di rumah sakit rujukan Kota Batu masuk zona merah, atau sudah penuh selama beberapa hari terakhir. Namun hingga hari ini, jumlah kasus baru terus bertambah.

Untuk mengatasi itu, Pemerintah Kota Batu berencana menambah ruang isolasi di beberapa rumah sakit rujukan. Sehingga, nantinya jumlah Bed isolasi kembali bertambah. 

Karena sejauh ini, Bed yang tersedia di Kota Batu untuk ICU sejumlah 12 tempat tidur dan Bed isolasi sebanyak 95 tempat tidur. Jumlah itu tersebar di empat rumah sakit (RS) rujukan perawatan. Yakni RS Karsa Husada, RS Bhayangkara, RS Baptis, RS dr Etty Asharto.

Sedangkan sejak Senin (5/7/2021) lalu, fasilitas tersebut penuh. “Insy Allah ada 3 rumah sakit akan nambah, tapi itu pun tidak bisa cepat,” ungkap Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko

Hanya saja penambahan itu diperkirakan akan datang satu atau dua hari mendatang. Rencananya, dalam kurun waktu itu penambahan ada di Rumah Sakit Karsa Husada dan Rumah Sakir Hasta Brata.

“Kalau Rumah Sakit Baptis diperkirakan baru akhir bulan Juli. Kurang lebih ada 50 kamar akan ditambah,” tambahnya saat meninjau di Simpang Tiga Pos Pendem, kamis (8/7/2021)

Sementara itu, hingga Kamis (8/7/2021), kasus pasien terkonfirmasi Covid-19 ada tambahan 22 orang. Sehingga jumlah kumulatif mencapai 1.799 orang. Sedangkan pasien aktif Covid-19 sejumlah 137 orang.

Hingga saat ini belum ada tambahan kasus kesembuhan, sehingga masih berada diangka 1.509 orang. Sementara kasus kematian ada tambahan satu orang, totalnya menjadi 152 orang.

Selain itu, kapasitas shelter yang disediakan ada 156 Bed tersedia, telah terisi 104 pasien. Sedangkan jika ditinjau dari 14 indikator bersatu lawan Covid-19, kondisi Kota Batu pada Minggu ini masuk zona merah atau risiko tinggi. Kota Batu masuk zona merah dengan skor 1,74.

Topik
Kasus Covid 19Kota BatuWali Kota BatuDewanti Rumpoko

Berita Lainnya

Berita

Terbaru