Strategi UMKM Bertahan di Masa Pandemi dengan Digital Marketing

Jul 08, 2021 12:51

Pandemi covid-19 sudah 1 tahun lamanya melanda dunia, termasuk Indonesia.Berbagai upaya dan himbauan dilakukan oleh pemerintah untuk memutus rantai penyebaran virus ini.Tidak hanya pemerintah saja yang bisa menyelesaikan masalah ini  masyarakat juga harus ikut andil untuk memutus rantai penyebaran dengan cara  berdiam diri di rumah, menjaga jarak satu sama lain, menggunakan masker ketika pergi keluar rumah , rajin mencuci tangan dengan bersih atau menggunakan handsanitizer dan rajin untuk berjemur di pagi hari selama 10 menit.

Gejala covid-19 yang paling umum adalah demam, kelelahan, dan batuk kering. Beberapa orang yang mungkin terpapar virus covid-19 ini  mengalami sakit dan nyeri, hidung tersumbat, pilek, sakit tenggorokan atau diare. Gejala-gejala ini bersifat ringan dan terjadi secara bertahap. Namun, beberapa orang yang bisa saja terinfeksi virus covid-19 ini tetapi tidak menunjukkan gejala apa pun dan merasa tidak enak badan. Kebanyakan orang (sekitar 80%) yang terpapar virus covid-19 ini  pulih dari penyakit tanpa perlu perawatan khusus hanya dengan melakukan isolasi mandiri dirumah tetapi harus diseimbaingi dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi. Sekitar 1 dari setiap 6 orang yang terinfeksi mengalami kesulitan bernapas dan indera penciumannya kurang berfingsi dengan baik. Orang yang berumur dan mereka yang memiliki masalah medis seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung atau diabetes, lebih mungkin terkena penyakit serius. Orang dengan demam, batuk dan kesulitan bernapas harus mendapat perhatian medis.

          Di seluruh dunia pandemi ini sangat berdampak terhadap ekonomi suatu Negara.Dikarenakan ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk melaksanakan PSBB disetiap daerah dan diharuskannya work from home serta  menjaga jarak satu sama lain, sehingga menyebabkan lumpuhnya perekonomian masyarakat untuk sementara waktu.Banyak perusahaan mengurangi pegawainya karena produktivitas perusahaan tidak lagi sama seperti sebelum pandemi.Tak hanya perusahaan besar saja yang berjuang agar bisa bertahan di masa pandemi saat ini , UMKM atau biasa disebut usaha mikro ,kecil . dan  menengah juga berupaya agar tetap bisa bertahan. Dikarenakan UMKM di Indonesia memiliki peranan yang cukup penting pada pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, tidak hanya di negara-negara berkembang seperti Indonesia tetapi juga di negara-negara maju., UMKM memiliki andil dalam penyerapan tenaga kerja dan distribusi hasil hasil pembangunan. Tumbuhnya usaha mikro kecil dan menengah ini menjadikan salah satu sumber pertumbuhan dan kesempatan kerja serta pendapatan. Pada sepuluh tahun terakhir, tahun 2016 sampai 2019 pertumbuhan jumlah unit UMKM mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 4,2 % setiap tahunnya dan memiliki rata-rata kontribusi UMKM terhadap produk yang diperjual bIndonesia selama 3 tahun terakhir ini lebih dari 50%.Bukan hal yang mudah untuk bisa tetap produktif di masa pandemi, tidak hanya satu atau dua hal saja yang diupayakan perusahaan besar maupun UMKM di masa pandemi.

 

     Perkembangan masa pandemi di awal tahun 2020  meningkat dengan signifikan yang menyebabkan semua daerah di Indonesia diberlakukan lockdown untuk sementara waktu.Hal ini menyebabkan banyaknya UMKM menutup usahanya dikarenakan kebijakan lockdown dan permintaan pasar yang menurun drastis. Pandemi Covid-19 memiliki dampak yang besar terhadap keberlangsungan  Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di sektor jasa, UMKM dapat menjadi usaha masa depan yang bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi serta daya psaing, dan setiap tahun mengalami perkembangan seiring dengan perubahan gaya hidup, inovasi dalam bisnis dan pekerjaan, serta kebutuhan hidup yang mengarah aspek praktis dan serba cepat.  

  Berdasarkan hasil survey yang didapatkan dari sumber yang terpecaya , sebanyak 96% pelaku usaha mengakui jika pandemi covid-19 ini memberikan dampak yang besar terhadap bisnisnya (Sebanyak 1.785 koperasi dan 163.713 pelaku UMKM). Sedangkan 75% di antaranya mengalami dampak penurunan penjualan yang signifikan. 51% pelaku usaha meyakini kemungkinan besar bisnis yang dijalankan hanya akan bertahan satu bulan hingga tiga bulan ke depan di masa pandemi covid-19 saat ini. 67% pelaku usaha mengalami ketidakpastian dalam memperoleh akses dana darurat dari pemerintah , dan 75% merasa kurang paham apa yang harus dilakukan saat masa krisis seperti sekarang. Sementara, hanya sebanyak 13% pelaku usaha saja yang yakin dapat bertahan dan berjuang pada masa pandemi saat ini, hal ini dikarenakan beberapa perilaku usaha memiliki rencana penanganan krisis, memiliki solusi terhadap permasalahan di bisnis mereka serta mereka memiliki dana darurat.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan UMKM agar tetap bisa bertahan dan produktif di masa pandemi saat ini dengan melakukan strategi pemasaran baru dan membuat inovasi baru terhadap bisnisnya.Contohnya adalah menggunakan media digital atau biasanya disebut media online.Tetapi, dikarenakan sebagian besar jumlah penduduk Indonesia memiliki  berpendidikan rendah, maka banyak pelaku usaha UMKM yang kurang paham terkait pemasaran secara digital atau digital marketing. Maka cara yang bisa dilakukan adalah dengan cara memberikan pelatihan dan workshop kepada pelaku usaha UMKM oleh pihak-pihak terkait yang paham akan bidang tersebut. Metode Pelatihan yang dirancang untuk mengembangkan sumber daya manusia melalui rangkaian kegiatan identifikasi, pengkajian serta proses belajar yang terencana ini sudah terealisasikan di Purwakarta Jawa Tengah.Untuk mengatasi permasalahan  yang ada, beberapa orang yang paham  akan bidang tersebut melakukan pelatihan bagi seluruh pelaku UMKM di Kabupaten Purwakarta

Peran digital marketing dalam upaya meningkatkan pendapatan UMKM yang berdampak pada kesejaheraan masyarakat Kab. Purwakarta di tengah pandemi covid-19. Beberapa tahapan yang dilakukan pada pelatihan strategi digital marketing seperti:

1. Yang dilakukan di hari pertama yaitu mengumpulkan informasi atau data dan Brainstoming kepada pelaku UMKM dengan cara memberikan formulir dan melakukan tahapan wawancara yang dilakukan oleh Tim pelatih

2. Sedangkan pada hari  kedua tim melakukan  pelatihan Manajemen dalam  bentuk memberikan edukasi Pemasaran Digital dan Keuangan serta  penerapannya (dengan memberikan penyuluhan kepada Pelaku UKM di  Kabupaten Purwakarta)  

3. Di hari ketiga tim melakukan Evaluasi penerapan Digital Marketing  

Dalam pelatihan yang dilakukan ini dapat sedikit membantu pelaku usaha UMKM di daerah Purwakarta, Jawa Tengah, dikarenakan pelatihan digital marketing dapat meningkatkan pendapatan UMKM di tengah pandemi coocvid-19 , dan dengan adanya pelatihan digital marketing sangat berdampak juga dalam upaya meningkatkan kesejahatraan masyarakat sekitar.Untuk kedepannya pelatihan ini bisa menyeluruh dilakukan di seluruh daerah yang ada di Indonesia, karena UMKM di Indonesia jumlahnya cukup besar dan disetiap daerah memiliki pelaku usaha UMKM ini tidak hanya ada di daerah tertentu saja.

 Hal yang bisa dilakukan UMKM selain memanfaatkan digital marketing untuk strategi pemasarannya adalah dengan membuat inovasi baru terhadap produknya.Contohnya seperti memperbarui packaging agar lebih menarik, jika UMKM begerak pada sektor kuliner maka pelaku usaha UMKM bisa mendaftarkan usahannya tersebut di GO-FOOD atau GRAB FOOD agar bisa menjangkau daerah yang lebih luas dikarenakan saat pandemi saat ini konsumen lebih memilih memesan makanan secara online daripada langsung datang ke lokasi.

 

Daftar pustaka  

http://repository.stieyapan.ac.id/id/eprint/73/

https://www.ejournal.unma.ac.id/index.php/bernas/article/view/540

 

Topik
Digital marketingUMKMruang mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru