Strategi Jitu Agar UMKM Bertahan Di Masa Pandemi

Jul 08, 2021 12:43

Covid-19, kata tersebut sudah tidak asing di telinga kita. Covid-19 adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan hingga berat seperti flu biasa atau common cold, dan penyakit berat seperti MERS dan SARS, serta menimbulkan kerugian ekonomi yang besar. Pandemi Covid-19 berdampak signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Banyak masyarakat yang mengeluh dan aktivitasnya terhenti akibat pandemi Covid-19. Pandemi COVID-19 telah menimbulkan guncangan di sektor ekonomi, baik yang berdampak pada perekonomian individu, kelompok, usaha mikro, kecil, menengah, dan besar bahkan perekonomian negara dengan mencakup lokal, nasional bahkan internasional.

Jika kita melihat keadaan yang terjadi seperti pandemi saat ini, UMKM ditantang untuk bisa bertahan dari banyaknya cobaan yang dihadapi. Hal tersebut terjadi karena mulai berkurangnya aktivitas yang dilakukan diluar rumah sehingga para pelaku UMKM kesulitan dalam memperoleh bahan baku karena terjadi kendala transportasi, serta mulai turunnya kepercayaan masyarakat terhadap produk yang dijual di luar terutama bidang kuliner. Berdasarkan data tersebut Tidak semua UMKM merasakan penurunan penjualan dan harus menutup usahanya, ada UMKM yang masih stabil dan memiliki penjualan yang lebih tinggi karena melakukan penyesuaian produk dan mengikuti strategi pemasaran yang berbeda agar dapat bertahan. UMKM dapat melakukan hal ini, termasuk memutuskan untuk membuka lini, membuka produk baru, atau memperbarui sistem pemasarannya karena perusahaan yang dapat bertahan adalah perusahaan yang merespon perubahan di lingkungannya. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh UMKM agar dapat bertahan dimasa pandemi, seperti :

1. E-Commerce

Di tengah pandemi ini, penjualan langsung secara umum mengalami penurunan akibat pola masyarakat yang berdiam diri di rumah. Selain itu, banyak UMKM yang memilih untuk tidak membuka tokonya dikarenakan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai daerah. Salah satu cara agar bisnis tetap berjalan dan menjangkau lebih banyak konsumen serta meningkatkan pangsa pasar UMKM adalah dengan memperluas jaringan melalui penjualan e-commerce. E-Commers merupakan suatu proses membeli dan menjual produk-produk secara elektronik oleh konsumen dan dari perusahaan ke perusahaan dengan computer sebagai perantara transaksi bisnis. E-Commerce telah menciptakan pasar digital baru dengan harga yang lebih transparant, kemudahan akses, pasar global dengan pergadagan yang sangat efisien. Beberapa e-commerce yang bisa digunakan oleh Pelaku UMKM di Indonesia seperti shopee, tokopedia, buka lapak, OLX, gojek, lazada dll.

Tujuan utama penggunaan e-commerce oleh para pelaku UMKM tentu saja untuk meningkatkan keuntungan mereka, namun di luar itu ada tujuan lain yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha, antara lain bisa mendapatkan jangkauan pasar yang lebih luas dari sebelumnya. Di area tertentu, e-commerce dapat menjangkau konsumen baru. Pelaku UMKM tidak hanya dapat mengubah e-commerce menjadi jalur alternatif penjualan, tetapi juga dapat membangun relasi dan mengembangkan konsep pasar baru serta menggunakan sistem pemasaran yang lebih efektif dan commerce juga merupakan media pembelajaran.

 

2. Digital Marketing

Penggunaan internet di masa pandemi seperti ini sudah menjadi kebutuhan untuk menjalankan bisnis sendiri, dan salah satu upaya pemasaran produk yang dapat dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM adalah digital marketing. Digital marketing adalah kegiatan promosi dan pencarian pasar melalui media digital secara online dengan memanfaatkan berbagai sarana jejaring sosial. Metode pemasaran digital yang biasa digunakan oleh para pelaku usaha adalah dengan menggunakan media sosial, seperti memasarkan produk mereka melalui Instagram, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi. Selain itu, pemasaran digital juga dapat digunakan dalam e-commerce dan banyak media lainnya. Perkembangan teknologi semakin pesat dan digital marketing harus dipahami dan dipelajari oleh para pelaku UMKM.

70% Pengusaha kreatif mengatakan digital marketing akan menjadi platform komunikasi utama dalam pemasaran, dan offline store akan menjadi pelengkap, dikarenakan kemudahan dan kemampuan digital marketing dalam menjangkau lebih banyak konsumen.  

Ada beberapa bentuk pemasaran digital yang dapat digunakan pelaku UMKM untuk menekuni pemasaran produk, yaitu:  

1. Posting video dan foto produk secara luas di akun media sosial. Penggunaan jejaring sosial juga disesuaikan dengan segmen produk yang ditawarkan oleh pelaku UMKM tersebut.  

2. Menggunakan iklan Facebook, iklan Instagram, iklan Twitter, jaringan tampilan Google, dll, yang mudah diakses melalui jejaring sosial dan dapat menjangkau konsumen dengan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya.  

3. Membuat video pemasaran produk untuk disiarkan di media sosial atau melakukan promosi produk secara langsung. Strategi ini, jika dijalankan dengan benar, akan memberikan dampak bisnis yang positif.  

4. Melibatkan konsumen dalam pemilihan produk, memberikan informasi intensif dan pengenalan kualitas produk melalui akun dan penggunaan media sosial. Pada saat pelaku UMKM ingin mempublikasikan produknya ke akun sosial media gunakan kata-kata kreatif dan hashtag (#) agar lebih menarik dan mudah untuk ditemukan oleh konsumen. Hal ini akan menciptakan kesadaran merek dan mempengaruhi keputusan pembelian konsumen.

 

3. Perbaikan Dalam Kualitas Produk dan Pelayanan

Di tengah pandemi Covid-19 seperti ini, konsumen lebih berhati-hati dalam memanfaatkan barang dan jasa sehingga menimbulkan kepercayaan konsumen terhadap barang dan jasa yang dijual oleh pelaku komersial semakin menurun. Untuk itu para pelaku UMKM perlu meningkatkan kualitas produk guna meningkatkan kepercayaan konsumen dan mengkomunikasikan kualitas produk secara intensif. Kualitas produk didefinisikan sebagai kemampuan suatu produk untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Oleh karena itu, penting bagi UMKM untuk secara rutin meningkatkan kualitas produk dengan menyesuaikan kebutuhan, keinginan dan harapan konsumen.  

Ada delapan dimensi untuk menentukan kualitas produk, yaitu  

a) kinerja dari produk atau seberapa baik produk dapat diukur.  

b) fungsi atau atribut tambahan yang melengkapi dan meningkatkan fungsionalitas produk.  

c) Kemampuan produk untuk bertahan dari kemungkinan perubahan lingkungan bisnis dalam jangka waktu tertentu.  

d) Kesesuaian atau seberapa baik produk memenuhi standar industri yang ada.  

e) Durability atau keawetan produk dari segi teknis dan nilai ekonomis.

f) Mudah memperbaiki produk ketika terjadi masalah dan dapat segera diselesaikan.

g) Estetika produk, yaitu bagaimana produk terlihat, didengar atau dirasa.  

h) Persepsi kualitas produk termasuk reputasi merek dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi persepsi konsumen.

 

4. Customer Relationship Marketing (CRM)

Di masa pandemi ini, UMKM tidak hanya berfokus untuk menarik pelanggan baru, mereka perlu mempertahankan produk dan pelanggan yang sudah ada, menciptakan kepuasan pelanggan, dan pada akhirnya membangun loyalitas. Cara UMKM agar dapat bertahan di tengah penurunan bisnis adalah melalui pemasaran hubungan pelanggan (customer relationship marketing). Customer Relationship Marketing merupakan konsep strategi pemasaran yang bertujuan untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, yaitu menjaga solid dan saling menguntungkan antara penyedia layanan dan pelanggan yang dapat menghasilkan transaksi berulang dan membangun loyalitas pelanggan.

Customer relationship marketing berpengaruh positif dan signifikan didalam meningkatkan kinerja pemasaran UMKM melalui peningkatan kualitas hubungan dan orientasi kewirausahaan. Semakin baik hubungan antara pelaku UMKM dengan konsumen, pemasok dan lainnya, maka semakin baik juga kemampuan kinerja pemasarannya. Tetapi, Pelaku UMKM juga memiliki keterbatasan dan belum maksimal dalam menjalankan customer relationship marketing. Salah satu contoh cara mengembangkan customer relationship marketing dengan meningkatkan empati terhadap pandemi seperti memberikan promo atau free produk untuk kurir yang melakukan delivery service, menyisihkan sebagian pendapatan untuk orang-orang yang lebih membutuhkan. Selain itu, pelaku UMKM juga dapat berkomunikasi dengan pelanggan di berbagai media promosi dan e-commerce yangdimiliki secara intensif, misalnya dengan menanggapi keluhan penjualan atau reaksi yang baik dari konsumen, hal ini dapat menciptakan kondisi yang positif bagi kustomer.

 

Topik
UMKMruang mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru