Pentingnya Peran Kinerja terhadap Perkembangan UMKM

Jul 08, 2021 09:12

Perusahaan yang dapat meningkatkan kinerja karyawannya yang tinggi biasanya memiliki sumber daya manusia yang dapat diandalkan karena mereka memiliki motivasi kerja yang kuat serta memiliki komitmen yang tinggi untuk mencapai tujuan dan misi perusahaan. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap perusahaan akan menghasilkan kinerja yang berbeda jika dijalankan oleh pemilik usaha yang berbeda, artinya sumber daya manusia yang berbeda dalam menjalankan sistem perusahaan yang sama akan menghasilkan nilai tambah yang berbeda. Sehingga dapat disimpulkan bahwa aset berwujud yang dimiliki perusahaan bersifat pasif tanpa sumber daya manusia yang dapat mengelolanya dan manciptakan nilai bagi perusahaan (Endri, 2010).

Hal ini juga tentu berlaku bagi usaha-usaha kecil atau yang biasa kita sebut dengan UMKM. Kinerja UMKM perlu diteliti lebih lanjut karena mengalami peningkatan selama 5 tahun terakhir yaitu peningkatan Produk Domestik Bruto (PDB) yang awalnya 57,48% menjadi 60,34%. Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan-perusahaan besar yang mengalami kerugian dan banyak konsumen yang mulai beralih membeli barang-barang yang memiliki harga lebih murah dan itu tentu saja hanya akan ditemukan pada UMKM. Sektor UMKM merupakan jalan alternatif bagi para masyarakat yang sedang mencari pekerjaan baik itu karena telah lulus sekolah maupaun pegawai yang menjadi korban putus hubungan kerja (PHK) dikarenakan perusahaan-perusahaan di mana mereka bekerja mengalami kegagalan atau kebangkrutan pada masa krisis khsususnya pandemi ini. Dengan adanya UMKM ini diharapkan mampu menyelamatkan beberapa tenaga kerja sehingga tidak ada lagi masyarakat yang menganggur.

Perjuangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di tengah arus globalisasi dan daya saing yang tinggi membuat UMKM harus mampu menghadapi tantangan global, seperti meningkatkan kreatifitas dan  inovasi produk atau jasa mereka, pengembangan sumber daya manusia dan teknologi, serta perluasan area pemasaran. Hal ini perlu dilakukan untuk menambah nilai jual UMKM sehingga mampu bersaing. Pemerintah terus mendorong perekembangan UMKM di Indonesia, agar mampu terus berkembang dan dikenal tidak hanya pada pasar nasional tetapi juga pasar secara global. Akan tetapi, tidak sedikit juga UMKM yang tidak mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya, hal ini disebabkan tidak hanya berasal dari persaingan bisnis tetapi juga karena masih rendahnya jiwa bersaing yang dimiliki pengusaha UMKM. Terutama, usaha mikro dan kecil, yang sebagian besar diisi oleh pengusaha yang kurang mempunyai pengetahuan tentang bisnis, sehingga diperlukan sebuah pendidikan bisnis agar mampu bersaing (Rahayu, 2018).

Sebelum kita membahas tentang macam-macam kinerja, mari kita mengetahui definisi dari kinerja itu sendiri. Kinerja adalah kesuksesan individu atau kelompok dalam melaksanakan suatu pekerjaan dan pekerjaan tersebut pada dasarnya merupakan hasil kerja seorang karyawan selama rentang waktu tertentu.  Adapun pendapat lain yang mengemukakan tentang pengertian kinerja yaitu perbandingan antara hasil kerja secara nyata dengan standar kerja yang telah ditetapkan dan kinerja itu sendiri lebih terfokuskan pada hasil kerjanya.

Ilmu pengetahuan terhadap sistem pengelolaan manajemen sering kita sebut dengan istilah knowledge management. Hal ini merupakan strategi yang yang dilakukan ileh pelaku usaha tentang pengetahun dalam manajemen sebuah perusahaan supaya dapat meningkatkan kinerja UMKM yang memiliki kompetensi dan daya saing. Namun, setalh emlaukukan beberapa penelitian ditemukan bahwa knowledge management yang dimiliki oleh UMKM masih sangat rendah (Humaira & Sagoro, 2018).

Kinerja UMKM dipengaruhi oleh 2 faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal (Fibriyani & Mufidah, 2018). Faktor eksternal sendiri yaitu seperti suasana lingkungan kerja, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya. Adapun faktor internal yaitu seperti kecerdasan pada diri manusia dan kualitas sumber daya manusia. Semakin baik kualitas sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan, semakin cepat juga perusahaan tersebut mencapai visi misi mereka.

Kinerja memiliki makna yang berasal dari kata job performance atau actual performance yang artinya prestasi kerja atau prestasi sesungguhnya yang telah diraih oleh individu atau pelaku usaha. Definisi kinerja adalah adalah hasil kerja keras baik secara kualitas maupun kuantitas yang telah dicapai oleh seorang pegawai atau karyawan dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

Kinerja organisasi dapat diukur menggunakan indikator berdasarkan beberapa ukuran kinerja perusahaan yang sering dilakukan oleh beberapa penelitian. Indikator pertama yaitu berdasarkan dari perspektif keuangannya bagaiamana struktur pemasukan dan pengeluaran perusahaan karena syarat dari keuangan yang stabil adalah dengan mengelola keuangan dengan baik. Indikator yang kedua yaitu berkaitan dengan kemampuan dalam menghadapi konsumen yang berstatus sebagai pengguna produk yang kita jual. Kita harus dapat membuat agar para konsumen itu selalu setia dan loyal kepada produk-produk yang kita jual baik saat ini maupun keluaran terbaru. Selanjutnya yaitu berkaitan dengan straegi bisnis yang dijalankan. Para pelaku usaha harus menentukan langkah apa atau strategi yang apa yang cocok digunakan agar bisnis yang dijalankan dapat menghasilkan keuntungan yang diharapkan (Saraswati & Widiartanto, 2016)

Pengetahuan manajemen juga berperan penting dalam meningkatkan kinerja UMKM. Pengetahuan maanajemen melibatkan segala aktifitas mulai dari perolehan, penggunaaan, dan berbagai pengetahuan oleh suatu perusahaan. Sangat penting untuk memahami dan mengukur pentingnya aktifitas pengetahuan manajemen ini karena dengan begitu perusahaan dapat lebih efisien dalam menjalankan bisnisnya serta pemerintah dapat mengeluarkan aturan atau kebijakan untuk mendukung manfaat ini.

Adapun jenis pengetahuan manajemen yang dibutuhkan oleh UMKM antara lain sebagai berikut:

Knowledge Implementing adalah informasi atau pengetahuan yang berisi tentang cara mengubah bisnis, organisasi, dan masyarakat secara lebih mendetai atau terperinci. Knowledge implementing ini membentuk sebuah konsep atau instrumen yang membantu organisasi atau perusahaan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung dalam pembentukan dan penyampaian pengetahuan, berbagi, dan aplikasi (Maier, 2007). Konsep yang nantinya telah berpengaruh dan terhubung ke dalam rangkaian kerja yang terdiri dari strategi, organisasi, dan sistem ekonomi untuk membuat desain yang inspiratif dan inovatif.

Knowledge Creation Knowledge creation merupakan pengetahuan untuk mengelola dan memproses aspek yang selalu berubah dari proses penciptaan pengetahuan organisasi.inti dari pengetahuan ini adalah bahwa pengetahuan ini diciptakan melalui percakapan berkelanjutan antara pengetahuan yang tersurat. Organisasi harus meletakkan peran penting untuk memperkuat pengetahuan itu.

Knowledge Sharing yaitu menyajikan berbagai macam bentuk motivasi knowledge sharing berdasarkan gabungan dari teori perilaku dan teori penentuan nasib sendiri, dengan didukung oleh model dan saran untuk masa depan. Sehingga, UMKM diharuskan memiliki knowledge sharing guna berfungsi untuk mempelajari perilaku organisasi. Seperti halnya membuat rancangan pentingnya manajemen sumber daya manusia (SDM), termasuk staf, desain pekerjaan, kinerja, gaya manajerial, dan pelatihan.

Intinya knowledge management yang terdiri dari knowledge implementing, knowledge creating dan knowledge sharing secara bersamaan memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap peningkatan kinerja UMKM. Kinerja UMKM harus terus berkembang seiring dengan peningkatan knowledge management. Hal inilah yang dibutuhkan untuk berkembang agar menjadi UMKM yang memiliki daya kompetitif dan menjadi UMKM unggul.

 

Daftar Pustaka

Endri, ~. (2010). PERAN HUMAN CAPITAL DALAM MENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN: SUATU TINJAUAN TEORITIS DAN EMPIRIS. Jurnal Administrasi Bisnis, 6(2). https://doi.org/10.26593/jab.v6i2.396.

Fibriyani, V., & Mufidah, E. (2018). PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL DAN INTERNAL TERHADAP KINERJA UMKM DI KOTA PASURUAN. JURNAL AKUNTANSI, 3(3). https://doi.org/10.30736/jpensi.v3i3.190

Humaira, I., & Sagoro, E. M. (2018). PENGARUH PENGETAHUAN KEUANGAN, SIKAP KEUANGAN, DAN KEPRIBADIAN TERHADAP PERILAKU MANAJEMEN KEUANGAN PADA PELAKU UMKM SENTRA KERAJINAN BATIK KABUPATEN BANTUL. Nominal, Barometer Riset Akuntansi Dan Manajemen, 7(1). https://doi.org/10.21831/nominal.v7i1.19363

Maier, R. (2007). Knowledge management systems: Information and communication technologies for knowledge management. In Knowledge Management Systems: Information and Communication Technologies for Knowledge Management. https://doi.org/10.1007/978-3-540-71408-8

Rahayu, Y. (2018). Komitmen pengusaha berbasis orientasi kewirausahaan. Jurnal Ecodemica, 2(1).

Saraswati, A., & Widiartanto, M. A. (2016). Pengaruh Implementasi Knowledge Management Terhadap Kinerja Organisasi Melalui Inovasi Sebagai Variabel Intervening (Studi Kasus Pada UMKM Industri Kreatif Digital di Kota Semarang). Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis, 5(4).

Topik
ruang mahasiswa

Berita Lainnya

Berita

Terbaru