Polres Malang Tangkap Penyebar Video Hoaks Kerusuhan Pasar Gondanglegi

Jul 08, 2021 06:59
Pelaku pembuat video hoaks saat meminta maaf di Mapolres Malang (screenshot video Instagram @polresmalangofficial)
Pelaku pembuat video hoaks saat meminta maaf di Mapolres Malang (screenshot video Instagram @polresmalangofficial)

MALANGTIMES - Polres Malang berhasil mengamankan pelaku penyebar video hoaks yang berisi kerusuhan di Pasar Gondanglegi, Kabupaten Malang. Pelaku diketahui berinisial AK. AK juga dimintai keterangan oleh polisi. Kepada polisi AK mengaku tidak tahu menahu dari mana video tersebut bermula. 

Meski sudah diamankan, AK tidak ditahan. Polisi hanya memberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi lagi perbuatannya. 

“Yang bersangkutan sudah mengakui salah. Dia juga sudah hapus postingannya. Dan sesuai arahan Kapolri, kami berikan pembinaan,” kata Kapolres Malang AKBP R Bagoes Wibisono HK kepada MalangTIMES.

Dia juga menyatakan, pihaknya sudah memberikan pembinaan, dan pelaku dibebaskan kembali dengan catatan tidak mengulangi perbuatannya. “Yang bersangkutan tidak ditahan,” kata Bagoes.

Menurut mantan Kapolres Madiun itu, pada situasi seperti ini masyarakat sudah cukup prihatin. Di mana dengan adanya covid-19 membuat banyak warga yang meninggal dunia. “Saya harap masyarakat tidak membuat hoaks lain yang meresahkan,” harap Bagoes.

Di sisi lain, ia menegaskan akan bertindak tegas jika kembali menemukan informasi atau video hoaks. Sebab, menurutnya hal itu dapat membuat situasi yang awalnya kondusif menjadi tidak nyaman.

“Percayalah yang membuat hoaks nantinya akan kami tangkap dan kami pidana sesuai aturan yang berlaku. Sekarang kami masih persuasif, tapi kalau sudah ada korban, kami tidak segan akan menindak tegas,” ungkap Bagoes.

Sementara itu, setelah AK diamankan anggota Satreskrim Polres Malang, pelaku menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf yang diunggah pada akun Instagram resmi @polresmalangofficial.

Dalam video klarifikasinya tersebut, AK menegaskan bahwa video yang memperlihatkan kerusuhan antara pedagang dan sejumlah tersebut bukan terjadi di Pasar Gondanglegi. Dirinya juga mengaku tidak tahu darimana asal-usul dan dimana kerusuhan tersebut terjadi. “Dengan ini saya meminta maaf atas perbuatan tersebut,” ujarnya dalam video klarifikasi berdurasi 1 menit 30 detik ini.

Untuk diketahui, viral video keributan berdurasi 25 detik beredar di sejumlah WhatsApp grup (WAG). Bahkan pada video itu tertera jelas lokasi di Pasar Gondanglegi.

Dalam video tersebut terlihat ada dua kubu yang terlibat saling lempar benda seperti kayu yang sudah terbentuk kotak hingga papan tulisan. Meski ada anggota Satpol PP dan Polisi, masyarakat yang terlibat bentrok terus melakukan aksinya. 

Kapolsek Gondanglegi Kompol Agus Siswo Hariadi mengatakan bahwa di Pasar Gondanglegi tidak ada keributan seperti yang ada dalam video hoaks tersebut. Hal itu diketahui karena pihaknya baru saja keliling untuk membubarkan pedagang yang 'bakal masih beroperasi pada jam diatas aturan PPKM Darurat.

“Itu jelas hoax, tidak apa-apa di (pasar) Gondanglegi. Aman terkendali sampai saat ini, tapi anggota baru saja membubarkan pedagang yang belum tutup ini tadi,” ungkap Agus.

Setelah melihat video hoaks itu, Agus menjelaskan bahwa visual Pasar Gondanglegi juga tidak seperti yang digambarkan pada video. Oleh karena itu, pihaknya berharap masyarakat agar tidak terpancing dengan informasi hoaks melalui teks atau video yang sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab. “Saat ini ditelusuri Polres Malang, karena biasanya kalau ada berita tidak benar langsung ditelusuri, dari mana asalnya,” tutup Agus.

Topik
video hoaksPasar Gondanglegibagoes Wibisono

Berita Lainnya

Berita

Terbaru