Kebutuhan untuk Penanganan Covid-19 di Kota Malang Mulai Langka

Jul 07, 2021 19:35
Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaran Forkopimda Kota Malang saat meninjau tempat penjual isi ulang oksigen di Jalan Aris Munandar, Kota Malang, Rabu (7/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji bersama jajaran Forkopimda Kota Malang saat meninjau tempat penjual isi ulang oksigen di Jalan Aris Munandar, Kota Malang, Rabu (7/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Beberapa kebutuhan untuk penanganan covid-19 di Kota Malang mulai langka. Mulai dari tabung gas oksigen, obat-obatan covid-19 dan alat kesehatan berupa masker medis untuk mencegah persebaran covid-19. 

Hal itu diketahui langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji saat bersama jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kota Malang melakukan peninjauan terhadap toko-toko yang menjual tabung dan isi ulang oksigen serta beberapa toko alat kesehatan. 

Sutiaji mengatakan bahwa untuk ketersediaan oksigen, sebenarnya Kota Malang masih tercukupi. Hanya ketersediaan tabung oksigen, khususnya yang berukuran satu meter kubik mulai langka di tempat penjuakan tabung dan isi ulang oksigen. 

"Berkaitan dengan gas oksigen, sampai saat ini memang masih tersedia. Persoalannya hanya tabung gasnya dan itu saya kira nasional. Jadi, tabung gasnya yang memang kurang karena itu impor,"  ungkapnya kepada MalangTIMES.com, Rabu (7/7/2021). 

Untuk ketersediaan oksigen, Sutiaji pun berupaya untuk segera dapat terkendali dengan permintaan tabung oksigen yang juga semakin tinggi. Sebab, jika dibiarkan, kelangkaan atas ketersediaan oksigen akan semakin menjadi-jadi. 

Lebih lanjut,  kelangkaan tabung oksigen juga diikuti dengan kelangkaan alat pengukur kadar oksigen di dalam tubuh atau oximeter di beberapa tempat penjual alat kesehatan. Oximeter sendiri merupakan suatu alat yang penting bagi pasien covid-19 yang menjalani isolasi mandiri. 

"Berkaitan dengan oximeter juga sudah ada kelangkaan. Jadi, penyedia satu sudah tidak ada dan satunya ada tapi sudah terbatas," katanya. 

Selain itu,  mulai terjadi kelangkaan terhadap masker yang merupakan salah satu alat kesehatan untuk mencegah terjadinya persebaran covid-19 melalui droplet.  "Yang namanya masker ini sudah mulai mengalami kelangkaan. Tadi kita lihat penyedia satu sudah nggak ada. Yang satunya masih ada tapi terbatas," ujarnya. 

Kemudian  obat-obatan untuk penanganan pasien covid-19  -yang sebelumnya pernah menjadi pasien covid-19-  juga mulai terjadi kelangkaan. Hal itu juga yang harus diwaspadai oleh seluruh masyarakat serta para tenaga kesehatan. 

"Seperti suplemen itu saja sudah mulai langka. Terus atemrald juga langka. Terus tadi rendisifir juga. Obat-obat yang memang untuk melepaskan dan melonggarkan ini sekarang sudah mulai langka. Atemrald itu zaman saya dulu masih mudah, sekarang sudah langka," bebernya. 

Menurut Sutiaji, kelangkaan tersebut dalam arti bukan terdapat upaya dari para penjual untuk menimbun obat-obatan untuk menangani covid-19. "Tapi karena memang barang dari supplier-nya sudah tidak ada," tandasnya. 

Maka dari itu, Sutiaji mengimbau dengan tegas bahwa masyarakat khususnya yang berada di Kota Malang harus mengetahui informasi mengenai bahaya covid-19 dan kelangkaan kebutuhan untuk penanganan pasien covid-19 juga mulai langka.  "Masyarakat juga harus tahu bahwa kita benar-benar berada pada situasi darurat. Sehingga kesadaran masyarakat untuk menjaga diri harus ditingkatkan," pungkasnya.

Topik
Wali Kota MalangPesta Vaganzalonjakan pasien covidkrisis peti mayat

Berita Lainnya

Berita

Terbaru