Penerapan Aglomerasi Malang Raya Ditiadakan, Kota Malang Batasi Aktivitas Masyarakat

Jul 07, 2021 18:28
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto usai mengikuti rapat koordinasi di Ngalam Command Center Balai Kota Malang, Rabu (7/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)
Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto usai mengikuti rapat koordinasi di Ngalam Command Center Balai Kota Malang, Rabu (7/7/2021). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pemberlakuan mobilitas masyarakat yang sebelumnya diperbolehkan beraktivitas di wilayah aglomerasi Malang Raya yakni Kota Malang, Kota Batu dan Kabupaten Malang, mulai hari ini Rabu (7/7/2021) ditiadakan. 

Hal itu diungkapkan langsung oleh Kapolresta Malang Kota AKBP Budi Hermanto usai mengikuti rapat koordinasi secara virtual bersama Forkopimda Kota Malang dengan Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Panjaitan di Ngalam Command Center (NCC), Balai Kota Malang sore tadi. 

"Sudah tidak ada (penerapan wilayah Aglomerasi, red). Artinya dengan seperti itu (penyekatan, red) sudah disampaikan jam 20.00 WIB sudah tidak ada aktivitas masyarakat. Termasuk pertokoan, tempat makan dan lain-lain sudah kita sterilkan," tegasnya kepada MalangTIMES.com, Rabu (7/7/2021). 

Nantinya di titik-titik tertentu bakal terdapat pemeriksaan bagi masyarakat yang tidak memiliki kepentingan. Khususnya di wilayah Kota Malang bakal memaksimalkan beberapa titik wilayah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Malang. 

"Mulai sore ini pukul 16.00 WIB akan kita rumuskan (titik penyekatan, red). Yang jelas Exit Tol hanya dibuka di Singosari. Exit Tol Madyopuro dan lain-lain itu kita tutup untuk membatasi pergerakan mobilitas masyarakat," ujarnya. 

Lebih lanjut, untuk di perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Malang yang juga berdekatan dengan mobilitas masyarakat Kota Malang yakni di pertigaan Pendem juga akan dilakukan penyekatan. 

"Jalan perbatasan Pendem, wilayah Kota Batu dengan Malang Kabupaten dan Kota (Malang, red) itu juga akan dilakukan penyekatan. Jadi sudah tidak ada lalu lintas mobilitas masyarakat yang dari Batu ke Malang Kota maupun Malang Kabupaten. Kita sudah mulai melokalisir," tegasnya. 

Selain itu, dengan dilakukannya sterilisasi tempat-tempat pertokoan, warung dan cafe yang pada pukul 20.00 WIB harus tutup dan hanya menyediakan layanan take away atau delivery, pihaknya akan memantau dengan cermat pergerakan masyarakat di atas pukul 20.00 WIB. 

"Jadi nanti setelah tempat-tempat tutup, bagi masyarakat kami imbau yang tidak punya kepentingan akan kita cegat di jalanan. Dan kita lakukan swab antigen secara acak," terangnya. 

Hal itu diberlakukan karena kebijakan sudah jelas, seluruh kegiatan pertokoan, warung dan cafe harus tutup pukul 20.00 WIB. Jadi tidak ada alasan masyarakat masih melakukan aktivitas di atas pukul 20.00 WIB. 

"Pertokoan, kantor-kantor sudah tutup. Aktivitas apalagi yang mau dicari. Saya juga akan minta kalau mereka masyarakat merasa tidak percaya dengan Covid-19, merasa imun tubuhnya kuat, ayo ikut saya, untuk jadi relawan. Kita akan gaji yang bersangkutan untuk setiap bulan," tandasnya. 

Upaya-upaya yang dilakukan oleh jajaran Forkopimda Kota Malang tersebut semata-semata untuk mencegah semakin mewabahnya pandemi Covid-19 di Kota Malang. Pasalnya, dari data Pemerintah Provinis Jawa Timur, wilayah Malang Raya telah dinyatakan sebagai zona merah.

Topik
sebutan jokowiairlanggga hartartoppkm kota malangKapolres Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru