Banyak yang Terpapar Covid-19 hingga Gugur, Nakes Bakal Disuntik Vaksin Dosis Ketiga?

Jul 07, 2021 08:43
Tenaga Kesehatan (Foto: CNN Indonesia)
Tenaga Kesehatan (Foto: CNN Indonesia)

INDONESIATIMES - Tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia saat ini juga banyak yang terpapar virus Covid-19. Salah satu yang membuat hal itu terjadi adalah intensitas yang setiap hari harus menangani pasien Covid-19. 

Sehingga tak menutup kemungkinan mereka bisa tertular. Saat ini, wacana booster vaksin Covid-19 berkembang usai banyak kasus penularan baru membuat nakes berguguran.

Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) mencatat sebanyak 1.031 tenaga kesehatan yang menangani pasien terpapar virus Covid-19 di Indonesia meninggal dunia akibat Covid-19. Sekretaris Jenderal Persi Lia Gardenia Partakusuma mengatakan data tersebut diperoleh melalui kumulatif data Persi, Asosiasi Puskesmas se-Indonesia (Apkesmi), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) per 28 Juni 2021.

Sebelumnya, sebagian besar nakes telah menerima 2 dosis vaksin Covid-19 Sinovac. Namun, vaksin tersebut dianggap belum cukup untuk memberikan perlindungan pada nakes.

Di samping itu, efikasi Sinovac yang hanya 65 persen membuat keyakinan untuk menambah dosis ke-3 vaksin Covid-19 pada nakes. Memang, vaksin tersebut tidak sepenuhnya membuat tubuh kebal dari virus. 

Kendati demikian, nakes perlu perlindungan ekstra demi meminimalisir timbulnya gejala berat saat terpapara Covid. Pasalnya, mereka juga yang menjadi 'ujung tombak' penanganan Covid-19 tanah air harus bertahan selama mungkin hingga pandemi ini selesai. 

Namun terkait hal ini, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban mengatakan pihaknya belum bisa menyarankan pemberian vaksin dosis 3 bagi para nakes. Hal itu dikarenakan belum ada penelitian yang jelas menyebutkan apakah vaksin Covid-19 dosis 3 bisa menjadi booster imunitas tubuh. 

Penelitian soal manfaat dan efek samping vaksin dosis 3 ini juga harus lebih dulu dilakukan. "Belum ada bukti ilmiah mengenai suntikan ketiga yang berhasil membooster kekebalan tubuh," kata Zubairi. 

Ia juga mengatakan, infeksi Covid-19 memang bisa terjadi sehingga menyebabkan nakes kewalahan. Selain mesti mengobati banyak pasien Covid-19, nakes tentu juga harus melindungi diri sendiri dari. 

Lebih lanjut, Zubairi menekankan, kasus  Covid-19 pada nakes yang telah mendapat vaksin tak hanya terjadi di Indonesia. Artinya, baik vaksin apa pun bisa membuat nakes tetap terpapar Covid-19.

Menurutnya, kasus infeksi setelah vaksinasi Covid-19 ini bisa terjadi karena setiap orang memiliki kadar kekebalan tubuh yang berbeda. Vaksin juga tidak bisa melindungi seseorang 100 persen dari virus.

Ia juga menjelaskan, kadar imunoglobulin pada tubuh orang yang sudah divaksin bisa berbeda. Kondisi tersebut yang menyebabkan seseorang bisa terinfeksi Covid-19 meski sudah mendapat divaksin.

Meski demikian, ia mengatakan jika pemberian vaksinasi Covid-19 dosis 3 sudah terbukti aman dan berkhasiat memberi perlindungan ekstra dari Covid-19, maka vaksinasi dosis 3 nantinya bisa diberikan lebih dulu bagi para nakes.

Usulan vaksin dosis ke-3 untuk nakes ini sempat disampaikan oleh Ahli epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono. Pandu meminta agar pemerintah memberikan vaksin Covid-19 dosis ketiga kepada tenaga kesehatan. 

Jenis vaksin Covid-19 dosis ke-3 ini harus berbeda dengan dosis ke-2 atau kombinasi.

"Pak Jokowi mohon lindungi nakes kita dengan vaksinasi ketiga dengan vaksin berbeda, Pfizer atau Moderna, demi menyelamatkan nyawa nakes yang terdampak lonjakan kasus yang semakin tak terbendung," kata Pandu.

Alumni University of Pittsbrug Amerika Serikat ini mengatakan, bahwa pemberian vaksin Covid-19 dosis ke-3 dengan kombinasi sangat penting karena dapat membuat imun lebih baik. Bahkan, Pandu menyinggung hasil studi di Inggris yang menunjukkan pencampuran 2 jenis vaksin Covid-19 yang berbeda menambah kekebalan terhadap virus SARS-CoV-2 itu. 

2 vaksin itu adalah AstraZeneca dan Pfizer. "Studi di UK (United Kingdom), kombinasi AZ (AstraZeneca) dan Pfizer sudah dipublikasi," kelakarnya.

Topik
muhammad riduansyahProf Zubairi DjoerbanPemakaman Nakes Covid 19nakes gugur

Berita Lainnya

Berita

Terbaru